alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Perencanaan Keuangan Saat Puasa di Tengah Pandemi

Pandemi virus Covid-19 membawa perubahan di berbagai sektor, termasuk ekonomi. Perekonomian menjadi lesu. Banyak orang yang ‘dirumahkan’ tanpa ataupun mengalami pemotongan gaji. Kondisi ini membuat keuangan menjadi sulit. Apalagi di tengah puasa Ramadan, yang biasanya kebutuhan hidup lebih meningkat.

Oleh; Ghea Lidyaza Safitri

Mengatur dan mempersiapkan keuangan selama Ramadan sangat penting. Meski selama sebulan lebih jarang makan karena berpuasa, bukan berarti pengeluaran akan berkurang. Biasanya banyak orang yang pengeluarannya malah jadi membengkak selama bulan puasa.

Pada tahun-tahun sebelumnya, perubahan kebutuhan saat Ramadan tak berpengaruh signifikan. Namun, tidak di tengah pandemi Covid-19 yang membuat kondisi finansial makin sulit. Seperti dirasakan Andri. Perusahaannya melakukan pengurangan pendapatan selama Covid-19. Hal ini tentu berdampak dalam pemenuhan kebutuhan keluarganya. Kondisi semakin diperparah dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok.

“Walaupun hanya makan dua kali dalam sehari, saat sahur dan berbuka tetap saja nominal yang dikeluarkan tidak murah. Apalagi di rumah tidak hanya saya dan anak, tapi ada adik dan orang tua,”ungkap Andri.

Kini, yang bisa dilakukan hanya mengencangkan ikat pinggang dari pendapatan yang diterima. Selama bekerja hingga berkeluarga, Andri terbilang jarang memperhatikan kondisi keuangan yang dimilikinya. Selama finansial yang diperolehnya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, ia menilai keuangannya stabil. Dia bukan termasuk orang yang rutin menabung atau mempersiapkan dana darurat untuk berjaga-jaga. Bukan hanya Andri, masih banyak orang yang tidak mengetahui kondisi keuangan yang dimiliki.

Baca Juga :  Ajak Pemuda Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak, Ari Widiati, MM mengatakan penting untuk jujur dengan diri sendiri mengenai seberapa sehatkah kondisi keuangan yang ada.

“Dengan mengetahui kondisi keuangan secara nyata, Anda akan terbantu untuk membuat alokasi keuangan. Mendisiplinkan diri untuk mengontrol pengeluaran dan lebih kreatif dalam mengatur keuangan. Bisa juga merelokasikan anggaran yang tidak diperlukan untuk hal yang lebih bermanfaat,” ungkap Ari.

Ari menuturkan mengatur anggaran berarti diri mengatur gaya hidup. Bisa dimulai dengan membuat daftar pengeluaran rutin. Terlebih jika kondisi keuangan minim di tengah pandemi Covid-19 ini. Alokasikan pengeluaran untuk kebutuhan utama seperti makanan dan pengeluaran rumah tangga. Kemudian, alokasikan beberapa persen untuk dana darurat.

Baca Juga :  Serunya Merawat Puluhan Kucing

“Karena tidak ada yang tahu pandemi Covid-19 ini akan berlangsung berapa lama,” tutur Ari.

Menurutnya, penting juga untuk bersikap bijak dalam mengeluarkan uang. Sebaiknya menomorsatukan kebutuhan pokok daripada kebutuhan bersifat keinginan. Selain itu, usahakan agar kebutuhan yang dibeli tidak melampaui pengeluaran bulanan.

“Perlu juga membatasi anggaran belanja makanan untuk sahur dan berbuka. Makan dan minumlah secara cukup,” kata Ari.

Dia menyatakan perlu kedisiplinan dan pengawasan dari diri sendiri untuk rajin mencatat pengeluaran. Bisa juga menulis catatan pengeluaran harian menggunakan aplikasi budgeting untuk memonitor berapa uang yang telah dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan sisa jatah yang bisa dianggarkan.

“Penting juga menjadwalkan waktu khusus untuk mereview semua pengeluaran,” ujar Ari.

Dia menambahkan agar berusaha untuk menahan perilaku konsumtif seperti membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Disinilah disiplin diri dan komitmen untuk mengontrol finansial diuji.
“Adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian, diri semakin terdorong untuk menjadi lebih cerdas dan cermat dalam mengatur pengeluaran harian untuk memenuhi kebutuhan pokok,” pungkas Ari.**

Pandemi virus Covid-19 membawa perubahan di berbagai sektor, termasuk ekonomi. Perekonomian menjadi lesu. Banyak orang yang ‘dirumahkan’ tanpa ataupun mengalami pemotongan gaji. Kondisi ini membuat keuangan menjadi sulit. Apalagi di tengah puasa Ramadan, yang biasanya kebutuhan hidup lebih meningkat.

Oleh; Ghea Lidyaza Safitri

Mengatur dan mempersiapkan keuangan selama Ramadan sangat penting. Meski selama sebulan lebih jarang makan karena berpuasa, bukan berarti pengeluaran akan berkurang. Biasanya banyak orang yang pengeluarannya malah jadi membengkak selama bulan puasa.

Pada tahun-tahun sebelumnya, perubahan kebutuhan saat Ramadan tak berpengaruh signifikan. Namun, tidak di tengah pandemi Covid-19 yang membuat kondisi finansial makin sulit. Seperti dirasakan Andri. Perusahaannya melakukan pengurangan pendapatan selama Covid-19. Hal ini tentu berdampak dalam pemenuhan kebutuhan keluarganya. Kondisi semakin diperparah dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok.

“Walaupun hanya makan dua kali dalam sehari, saat sahur dan berbuka tetap saja nominal yang dikeluarkan tidak murah. Apalagi di rumah tidak hanya saya dan anak, tapi ada adik dan orang tua,”ungkap Andri.

Kini, yang bisa dilakukan hanya mengencangkan ikat pinggang dari pendapatan yang diterima. Selama bekerja hingga berkeluarga, Andri terbilang jarang memperhatikan kondisi keuangan yang dimilikinya. Selama finansial yang diperolehnya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, ia menilai keuangannya stabil. Dia bukan termasuk orang yang rutin menabung atau mempersiapkan dana darurat untuk berjaga-jaga. Bukan hanya Andri, masih banyak orang yang tidak mengetahui kondisi keuangan yang dimiliki.

Baca Juga :  Anak Cengeng, Karakter atau Kebiasaan?

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Pontianak, Ari Widiati, MM mengatakan penting untuk jujur dengan diri sendiri mengenai seberapa sehatkah kondisi keuangan yang ada.

“Dengan mengetahui kondisi keuangan secara nyata, Anda akan terbantu untuk membuat alokasi keuangan. Mendisiplinkan diri untuk mengontrol pengeluaran dan lebih kreatif dalam mengatur keuangan. Bisa juga merelokasikan anggaran yang tidak diperlukan untuk hal yang lebih bermanfaat,” ungkap Ari.

Ari menuturkan mengatur anggaran berarti diri mengatur gaya hidup. Bisa dimulai dengan membuat daftar pengeluaran rutin. Terlebih jika kondisi keuangan minim di tengah pandemi Covid-19 ini. Alokasikan pengeluaran untuk kebutuhan utama seperti makanan dan pengeluaran rumah tangga. Kemudian, alokasikan beberapa persen untuk dana darurat.

Baca Juga :  Bupati Landak Terbitkan Pedoman Resepsi Pernikahan

“Karena tidak ada yang tahu pandemi Covid-19 ini akan berlangsung berapa lama,” tutur Ari.

Menurutnya, penting juga untuk bersikap bijak dalam mengeluarkan uang. Sebaiknya menomorsatukan kebutuhan pokok daripada kebutuhan bersifat keinginan. Selain itu, usahakan agar kebutuhan yang dibeli tidak melampaui pengeluaran bulanan.

“Perlu juga membatasi anggaran belanja makanan untuk sahur dan berbuka. Makan dan minumlah secara cukup,” kata Ari.

Dia menyatakan perlu kedisiplinan dan pengawasan dari diri sendiri untuk rajin mencatat pengeluaran. Bisa juga menulis catatan pengeluaran harian menggunakan aplikasi budgeting untuk memonitor berapa uang yang telah dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan sisa jatah yang bisa dianggarkan.

“Penting juga menjadwalkan waktu khusus untuk mereview semua pengeluaran,” ujar Ari.

Dia menambahkan agar berusaha untuk menahan perilaku konsumtif seperti membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan. Disinilah disiplin diri dan komitmen untuk mengontrol finansial diuji.
“Adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian, diri semakin terdorong untuk menjadi lebih cerdas dan cermat dalam mengatur pengeluaran harian untuk memenuhi kebutuhan pokok,” pungkas Ari.**

Most Read

Artikel Terbaru

/