alexametrics
28.9 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Dzakiyyah Mawaddah Bawa Nama Kalbar dalam Pemilihan Putri Hijab Indonesia 2021

*Bawakan Pidato Tiga bahasa

Membawa nama Kalimantan Barat, Dzakiyyah Mawaddah, bakal berkompetisi dalam Pemilihan Putri Hijab Indonesia 2021 yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat akhir November mendatang. Berbekal bakat berpidato dalam tiga bahasa, serta pengalamannya dalam bidang public speaking, ia optimistis dapat meraih hasil yang terbaik.

Oleh : Siti Sulbiyah

Dzakiyyah akhir-akhir ini sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Pemilihan Putri Hijab Indonesia 2021. Muslimah berusia 26 tahun ini diharuskan membuat beberapa video dan melakukan photo shoot sebagai syarat atas keikutsertaannya dalam ajang di tingkat nasional tersebut. Sejumlah pejabat publik juga ingin ia temui guna mendapatkan dukungan moril.

“Kemarin dapat dukungan dari Rektor Untan. Mudah-mudahan nanti bisa bertemu Wali Kota Pontianak dan pejabat lainnya. Dukungan yang kami butuhkan saat ini bukan dukungan materi, tetapi moril,” ucapnya.

Mahasiswi Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Untan itu, bakal mengikuti serangkaian tahapan menuju puncak acara Pemilihan Putri Hijab 2021 yang akan digelar pada 26 November di Bandung, Jawa Barat. Saat ini tahap penilaian sudah mulai dilakukan. Ada lebih dari 60 peserta yang akan bertarung dalam ajang tersebut. Empat orang dari Kalbar, satu diantaranya adalah Dzakiyyah.

Sasa, sapaan akrab Dzakiyyah, sebelumnya terpilih sebagai pemenang dalam Pemilihan Putri Hijab Kalimantan Barat 2021 yang digelar awal Oktober 2021 yang lalu. Sementara tiga orang lain yang juga akan mengikuti pemilihan tingkat nasional tersebut merupakan juara kedua, juara ketiga, serta brand ambassador.

Sasa semula tidak menduga akan terpilih menjadi juara pertama. Sebab, ajang yang baru dua tahun ini digelar, tak pernah ia dengar sebelumnya. Informasi tentang Pemilihan Putri Hijab Kalimantan Barat 2021 ia ketahui dari sejumlah orang. Orang-orang terdekat lantas memberikannya dorongan untuk mendaftar.

“Dalam benak saya, ajang pemilihan seperti ini haruslah perempuan yang punya fisik ideal. Awalnya enggak PD (percaya diri) dengan berat badan. Dan memang diantara semua peserta, mungkin saya yang paling besar.  Tetapi karena saat itu saya mendapatkan support, akhirnya nyoba,” paparnya.

Baca Juga :  Krisis Identitas Saat Jadi Ibu

Pemilihan Putri Hijab Kalimantan Barat 2021 yang ia ikuti digelar di Singkawang. Dalam pemilihan itu, para peserta juga diberikan beberapa pelatihan. Mereka juga melalui sejumlah tahapan penilaian, seperti tes wawancara hingga tes tertulis. Para peserta juga wajib menampilkan bakat mereka. Saat itu, Sasa menampilkan bakat berpidato dengan tiga bahasa.

“Kalau yang lain rata-rata menampilkan tari dan nyanyi. Kalau Sasa pidato tiga bahasa. Bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia,” ujar lulusan Pondok Pesantren Darussalam Gontor Puteri 1 itu.

Setelah melalui penilaian dengan seleksi 10 besar dan selanjutnya lima besar, puncak acara yang digelar pada 5 Oktober 2021 itu, memilih Sasa sebagai pemenang pertama Putri Hijab Kalimantan Barat 2021. Dengan menyandang status tersebut, ia berhak mewakili Kalbar untuk ajang yang sama di tingkat nasional.

Baginya, menyandang status tersebut merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan kerja nyata dan membawa perubahan. Tak mesti perubahan yang besar, lewat gerakan-gerakan kecil, ia ingin menyampaikan pesan kebaikan kepada masyarakat luas.

“Saya ingin berdakwah, mengajak orang berbuat baik. Saya juga ingin membuktikan bahwa dengan berhijab, muslimah tetap bisa berkarya,” ucapnya.

Dalam pikirannya, sudah ada rencana-rencana yang akan diimplementasikan ke depan. Salah satunya, memperbesar gerakan Jumat Berbagi, yang ia dirikan untuk menolong sesama. Program lainnya adalah edukasi, sosialisasi, sharing, serta diskusi membangun dalam rangka penguatan kapasitas, khususnya kepada perempuan.

Saat ini ia tengah fokus dalam ajang Pemilihan Putri Hijab Indonesia 2021. Wanita yang lahir 2 Agustus 1995 itu, mempersiapkan sebaik mungkin agar bisa tampil maksimal. Kemampuan berbicara, pengetahuan umum, bakat, serta hal lainnya akan menjadi penilaian juri. Dengan persiapan dan bekal yang ada saat ini, ia optimis dapat memberikan yang terbaik. Meski begitu, baginya, dukungan dari masyarakat Kalbar amat dibutuhkan.

Baca Juga :  Lepasnya Retina dari Posisi Asli

 

Menjadi MC dan Bikin Gerakan Sosial

Kemampuan Dzakiyyah Mawaddah dalam berkomunikasi terlatih karena ia kerap menjadi pembawa acara atau Master of Ceremony. Sejumlah acara pernah ia pandu, mulai dari pernikahan, akad nikah, acara protokoler seperti wisuda atau yudisium, dan lain sebagainya.

Bersama rekan seprofesi, ia rutin menggelar session sharing publik speaking. “Kegiatan session sharing publik speaking itu kita gelar setiap Rabu. Teman-teman yang kerja di dunia entertain ini pada ngumpul untuk berbagi,” ucap perempuan yang dipanggil Sasa itu.

Berbicara dan berpidato memang merupakan hal yang disukai Sasa. Kemampuannya dalam berbahasa Inggris dan Arab, amat menunjang aktivitas yang ia gemari tersebut. Sasa yang saat ini merupakan mahasiswi Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Untan, pernah terpilih Sebagai Delegasi Negara Thailand Sebuah Simulasi Sidang PBB Tingkat Fakultas.

Tak hanya aktif menjadi pembawa acara, ia saat ini juga terdaftar sebagai Anggota BPC HIPMI Kota Pontianak. Ia juga aktif dalam gerakan sosial. Bersama beberapa temannya, ia membuat gerakan kecil bernama Jumat Berbagi. Gerakan itu adalah sebuah gerakan membagikan makanan bagi warga tidak mampu.

“Kita bagikan nasi kotak ke warga kurang mampu yang kita temui di jalan-jalan. Kita lakukan itu setiap hari Jumat,” ucapnya.

Gerakan tersebut dijalankan dengan melakukan urunan dan membuka donasi kepada orang-orang yang dikenal. Ke depannya, gerakan tersebut akan semakin diperbesar skalanya, dengan memanfaatkan teknologi digital dalam menghimpun donasi. Harapannya, dengan gerakan yang semakin besar, semakin banyak pula yang menjadi donatur dan semakin luas manfaat yang dirasakan, khususnya bagi warga yang menerima bantuan. (sti)

 

*Bawakan Pidato Tiga bahasa

Membawa nama Kalimantan Barat, Dzakiyyah Mawaddah, bakal berkompetisi dalam Pemilihan Putri Hijab Indonesia 2021 yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat akhir November mendatang. Berbekal bakat berpidato dalam tiga bahasa, serta pengalamannya dalam bidang public speaking, ia optimistis dapat meraih hasil yang terbaik.

Oleh : Siti Sulbiyah

Dzakiyyah akhir-akhir ini sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Pemilihan Putri Hijab Indonesia 2021. Muslimah berusia 26 tahun ini diharuskan membuat beberapa video dan melakukan photo shoot sebagai syarat atas keikutsertaannya dalam ajang di tingkat nasional tersebut. Sejumlah pejabat publik juga ingin ia temui guna mendapatkan dukungan moril.

“Kemarin dapat dukungan dari Rektor Untan. Mudah-mudahan nanti bisa bertemu Wali Kota Pontianak dan pejabat lainnya. Dukungan yang kami butuhkan saat ini bukan dukungan materi, tetapi moril,” ucapnya.

Mahasiswi Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Untan itu, bakal mengikuti serangkaian tahapan menuju puncak acara Pemilihan Putri Hijab 2021 yang akan digelar pada 26 November di Bandung, Jawa Barat. Saat ini tahap penilaian sudah mulai dilakukan. Ada lebih dari 60 peserta yang akan bertarung dalam ajang tersebut. Empat orang dari Kalbar, satu diantaranya adalah Dzakiyyah.

Sasa, sapaan akrab Dzakiyyah, sebelumnya terpilih sebagai pemenang dalam Pemilihan Putri Hijab Kalimantan Barat 2021 yang digelar awal Oktober 2021 yang lalu. Sementara tiga orang lain yang juga akan mengikuti pemilihan tingkat nasional tersebut merupakan juara kedua, juara ketiga, serta brand ambassador.

Sasa semula tidak menduga akan terpilih menjadi juara pertama. Sebab, ajang yang baru dua tahun ini digelar, tak pernah ia dengar sebelumnya. Informasi tentang Pemilihan Putri Hijab Kalimantan Barat 2021 ia ketahui dari sejumlah orang. Orang-orang terdekat lantas memberikannya dorongan untuk mendaftar.

“Dalam benak saya, ajang pemilihan seperti ini haruslah perempuan yang punya fisik ideal. Awalnya enggak PD (percaya diri) dengan berat badan. Dan memang diantara semua peserta, mungkin saya yang paling besar.  Tetapi karena saat itu saya mendapatkan support, akhirnya nyoba,” paparnya.

Baca Juga :  Saatnya Anak Pisah Kamar Tidur

Pemilihan Putri Hijab Kalimantan Barat 2021 yang ia ikuti digelar di Singkawang. Dalam pemilihan itu, para peserta juga diberikan beberapa pelatihan. Mereka juga melalui sejumlah tahapan penilaian, seperti tes wawancara hingga tes tertulis. Para peserta juga wajib menampilkan bakat mereka. Saat itu, Sasa menampilkan bakat berpidato dengan tiga bahasa.

“Kalau yang lain rata-rata menampilkan tari dan nyanyi. Kalau Sasa pidato tiga bahasa. Bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia,” ujar lulusan Pondok Pesantren Darussalam Gontor Puteri 1 itu.

Setelah melalui penilaian dengan seleksi 10 besar dan selanjutnya lima besar, puncak acara yang digelar pada 5 Oktober 2021 itu, memilih Sasa sebagai pemenang pertama Putri Hijab Kalimantan Barat 2021. Dengan menyandang status tersebut, ia berhak mewakili Kalbar untuk ajang yang sama di tingkat nasional.

Baginya, menyandang status tersebut merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan kerja nyata dan membawa perubahan. Tak mesti perubahan yang besar, lewat gerakan-gerakan kecil, ia ingin menyampaikan pesan kebaikan kepada masyarakat luas.

“Saya ingin berdakwah, mengajak orang berbuat baik. Saya juga ingin membuktikan bahwa dengan berhijab, muslimah tetap bisa berkarya,” ucapnya.

Dalam pikirannya, sudah ada rencana-rencana yang akan diimplementasikan ke depan. Salah satunya, memperbesar gerakan Jumat Berbagi, yang ia dirikan untuk menolong sesama. Program lainnya adalah edukasi, sosialisasi, sharing, serta diskusi membangun dalam rangka penguatan kapasitas, khususnya kepada perempuan.

Saat ini ia tengah fokus dalam ajang Pemilihan Putri Hijab Indonesia 2021. Wanita yang lahir 2 Agustus 1995 itu, mempersiapkan sebaik mungkin agar bisa tampil maksimal. Kemampuan berbicara, pengetahuan umum, bakat, serta hal lainnya akan menjadi penilaian juri. Dengan persiapan dan bekal yang ada saat ini, ia optimis dapat memberikan yang terbaik. Meski begitu, baginya, dukungan dari masyarakat Kalbar amat dibutuhkan.

Baca Juga :  Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), Waspada Sesak Progresif

 

Menjadi MC dan Bikin Gerakan Sosial

Kemampuan Dzakiyyah Mawaddah dalam berkomunikasi terlatih karena ia kerap menjadi pembawa acara atau Master of Ceremony. Sejumlah acara pernah ia pandu, mulai dari pernikahan, akad nikah, acara protokoler seperti wisuda atau yudisium, dan lain sebagainya.

Bersama rekan seprofesi, ia rutin menggelar session sharing publik speaking. “Kegiatan session sharing publik speaking itu kita gelar setiap Rabu. Teman-teman yang kerja di dunia entertain ini pada ngumpul untuk berbagi,” ucap perempuan yang dipanggil Sasa itu.

Berbicara dan berpidato memang merupakan hal yang disukai Sasa. Kemampuannya dalam berbahasa Inggris dan Arab, amat menunjang aktivitas yang ia gemari tersebut. Sasa yang saat ini merupakan mahasiswi Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Untan, pernah terpilih Sebagai Delegasi Negara Thailand Sebuah Simulasi Sidang PBB Tingkat Fakultas.

Tak hanya aktif menjadi pembawa acara, ia saat ini juga terdaftar sebagai Anggota BPC HIPMI Kota Pontianak. Ia juga aktif dalam gerakan sosial. Bersama beberapa temannya, ia membuat gerakan kecil bernama Jumat Berbagi. Gerakan itu adalah sebuah gerakan membagikan makanan bagi warga tidak mampu.

“Kita bagikan nasi kotak ke warga kurang mampu yang kita temui di jalan-jalan. Kita lakukan itu setiap hari Jumat,” ucapnya.

Gerakan tersebut dijalankan dengan melakukan urunan dan membuka donasi kepada orang-orang yang dikenal. Ke depannya, gerakan tersebut akan semakin diperbesar skalanya, dengan memanfaatkan teknologi digital dalam menghimpun donasi. Harapannya, dengan gerakan yang semakin besar, semakin banyak pula yang menjadi donatur dan semakin luas manfaat yang dirasakan, khususnya bagi warga yang menerima bantuan. (sti)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/