alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Hipotensi Bikin Sulit Konsentrasi

Tekanan darah rendah adalah kondisi ketika tekanan darah jauh lebih rendah dari yang seharusnya. Gejalanya yang ditimbulkan beragam. Salah satunya adalah bikin sulit konsentrasi hingga merasa kebingungan.

Oleh : Siti Sulbiyah

Entah karena stress atau sering terlambat makan, Trias (29) kerap pusing dan lemas. Tubuhnya loyo. Semangat bekerja pun jauh berkurang akhir-akhir ini.

“Saat cek tekanan darah, ternyata rendah. Angkanya 70/60,” ucapnya menceritakan hasil tekanan darahnya.

Saat berada di bawah terik matahari atau suasana ruangan yang panas, ia sering mengalami pusing. Selain itu juga keringat dingin. Kondisi itu juga membuatnya sulit berkonsentrasi.

“Kadang bingung mau mengerjakan sesuatu,” imbuhnya.

Mengetahui efek tekanan darah yang tidak begitu nyaman dirasakan, bahkan mengganggu pekerjaan, Wanita yang bekerja di perusahaan swasta di Kota Pontianak ini pun mencoba mengkonsumsi makanan yang bisa menaikkan tekanan darah, seperti makanan asin hingga memperbanyak minum air putih.

Menurut dr. Budiman Gunawan, Sp.PD, sulit berkonsentrasi dan merasa bingung bisa jadi tanda kondisi tubuh mengalami tekanan darah rendah. Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah kondisi ketika tekanan darah jauh lebih rendah dari yang seharusnya.

Dia mengatakan, orang dewasa umumnya memiliki tekanan darah normal sekitar 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Angka 90 dan 120 menunjukkan tekanan sistolik, sementara angka 80 dan 60 adalah tekanan diastolik.

“Banyak orang menganggap angka yang normal itu 120/80. Ya ini memang angka normal. Tapi sebagian menganggap kalau di bawah angka itu berarti tidak normal, padahal tidak demikian. Selama masih dalam range yang aman, itu masih masuk kategori normal,” ucapnya.

Baca Juga :  Fisioterapi untuk Motorik Buah Hati

Tekanan sistolik sendiri merupakan tekanan ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara diastolik menunjukkan tingkat tekanan saat jantung beristirahat sejenak sebelum kembali memompa darah lagi.

Dokter spesialis penyakit dalam ini menjelaskan, meski tekanan darah normal umumnya sekitar 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg, kondisi normal bagi setiap orang sangat mungkin bervariasi. Menurutnya, kalaupun ada yang melebihi atau kurang dari batas angka normal, namun secara historis tekanan darahnya selalu berada di sekitar angka  tersebut, maka tidak menjadi masalah apabila tidak menimbulkan gejala.

“Misalnya, secara historisnya kalau rata-rata tekanan darahnya selalu pada angka 130-140, tiba-tiba sekarang menjadi 110, nah itu bisa dikatakan rendah bagi dia,” jelasnya.

Adapun yang menjadi masalah adalah, lanjutnya, jika tekanan darah berada di bawah normal dan menimbulkan gejala. Apa saja gejalanya? Budiman mengatakan, gejala hipotensi mulai dari pusing, ngantuk, lemas, keringat dingin di kaki dan tangannya, bahkan bisa merasa kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi.

Tekanan darah itu berarti memompa darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Kalau tekanan darah rendah berarti oksigen ke dalam otak tidak maksimal, sehingga bikin pusing, ngantuk, lemas, karena suplai nutrisinya kurang. Juga bisa bikin sulit berkonsentrasi dan kebingungan,” paparnya.

Baca Juga :  Sukses dari Lembaran Kain Songket

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Kalbar ini mengatakan, penyebab tekanan darah cukup beragam. Penyebabnya mulai dari faktor fisiologis, kondisi sedang hamil, hingga konsumsi obat-obatan.

Dari sisi fisiologis, beberapa penyakit bisa menjadi penyebab tekanan darah rendah. Salah satunya adalah masalah jantung, di mana beberapa kondisi seperti denyut jantung yang sangat rendah (bradikardia), masalah katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung.

Lanjutnya, kemudian penyakit-penyakit yang berkaitan dengan endokrin. Kondisi tiroid, seperti penyakit paratiroid, penyakit Addison, gula darah rendah (hipoglikemia) atau diabetes dapat memicu tekanan darah rendah.

Selain itu, tambahnya, tekanan darah rendah juga bisa disebabkan karena kondisi anafilaksis, yakni reaksi alergi parah dan berpotensi mengancam jiwa. Kondisi ini bisa disebabkan karena alergi makanan, obat-obatan tertentu, racun serangga, dan lateks. Anafilaksis dapat menyebabkan masalah pernapasan, gatal-gatal, gatal, tenggorokan bengkak, dan penurunan tekanan darah ekstrem.

“Penyebab lainnya adalah dehidrasi, kehilangan darah, dan Infeksi berat (septikemia),” ujarnya.

Beberapa jenis obat juga bisa menurunkan tekanan darah. Obat-obatan tersebut antara lain pil air (diuretik), penghambat alfa, beta blocker, obat untuk penyakit parkinson, obat jenis antidepresan tertentu, serta obat untuk disfungsi ereksi.

Selain penyebab-penyebab tersebut, tambahnya, kekurangan nutrisi juga bisa menjadi pemicu rendahnya darah. Kekurangan vitamin B12 dan folat dapat mencegah tubuh memproduksi cukup sel darah merah (anemia) sehingga menyebabkan tekanan darah rendah.**

Tekanan darah rendah adalah kondisi ketika tekanan darah jauh lebih rendah dari yang seharusnya. Gejalanya yang ditimbulkan beragam. Salah satunya adalah bikin sulit konsentrasi hingga merasa kebingungan.

Oleh : Siti Sulbiyah

Entah karena stress atau sering terlambat makan, Trias (29) kerap pusing dan lemas. Tubuhnya loyo. Semangat bekerja pun jauh berkurang akhir-akhir ini.

“Saat cek tekanan darah, ternyata rendah. Angkanya 70/60,” ucapnya menceritakan hasil tekanan darahnya.

Saat berada di bawah terik matahari atau suasana ruangan yang panas, ia sering mengalami pusing. Selain itu juga keringat dingin. Kondisi itu juga membuatnya sulit berkonsentrasi.

“Kadang bingung mau mengerjakan sesuatu,” imbuhnya.

Mengetahui efek tekanan darah yang tidak begitu nyaman dirasakan, bahkan mengganggu pekerjaan, Wanita yang bekerja di perusahaan swasta di Kota Pontianak ini pun mencoba mengkonsumsi makanan yang bisa menaikkan tekanan darah, seperti makanan asin hingga memperbanyak minum air putih.

Menurut dr. Budiman Gunawan, Sp.PD, sulit berkonsentrasi dan merasa bingung bisa jadi tanda kondisi tubuh mengalami tekanan darah rendah. Hipotensi atau tekanan darah rendah adalah kondisi ketika tekanan darah jauh lebih rendah dari yang seharusnya.

Dia mengatakan, orang dewasa umumnya memiliki tekanan darah normal sekitar 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Angka 90 dan 120 menunjukkan tekanan sistolik, sementara angka 80 dan 60 adalah tekanan diastolik.

“Banyak orang menganggap angka yang normal itu 120/80. Ya ini memang angka normal. Tapi sebagian menganggap kalau di bawah angka itu berarti tidak normal, padahal tidak demikian. Selama masih dalam range yang aman, itu masih masuk kategori normal,” ucapnya.

Baca Juga :  Kelezatan Roti Mancanegara

Tekanan sistolik sendiri merupakan tekanan ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sementara diastolik menunjukkan tingkat tekanan saat jantung beristirahat sejenak sebelum kembali memompa darah lagi.

Dokter spesialis penyakit dalam ini menjelaskan, meski tekanan darah normal umumnya sekitar 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg, kondisi normal bagi setiap orang sangat mungkin bervariasi. Menurutnya, kalaupun ada yang melebihi atau kurang dari batas angka normal, namun secara historis tekanan darahnya selalu berada di sekitar angka  tersebut, maka tidak menjadi masalah apabila tidak menimbulkan gejala.

“Misalnya, secara historisnya kalau rata-rata tekanan darahnya selalu pada angka 130-140, tiba-tiba sekarang menjadi 110, nah itu bisa dikatakan rendah bagi dia,” jelasnya.

Adapun yang menjadi masalah adalah, lanjutnya, jika tekanan darah berada di bawah normal dan menimbulkan gejala. Apa saja gejalanya? Budiman mengatakan, gejala hipotensi mulai dari pusing, ngantuk, lemas, keringat dingin di kaki dan tangannya, bahkan bisa merasa kebingungan dan kesulitan berkonsentrasi.

Tekanan darah itu berarti memompa darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Kalau tekanan darah rendah berarti oksigen ke dalam otak tidak maksimal, sehingga bikin pusing, ngantuk, lemas, karena suplai nutrisinya kurang. Juga bisa bikin sulit berkonsentrasi dan kebingungan,” paparnya.

Baca Juga :  Investasi dengan Dana Terbatas

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Kalbar ini mengatakan, penyebab tekanan darah cukup beragam. Penyebabnya mulai dari faktor fisiologis, kondisi sedang hamil, hingga konsumsi obat-obatan.

Dari sisi fisiologis, beberapa penyakit bisa menjadi penyebab tekanan darah rendah. Salah satunya adalah masalah jantung, di mana beberapa kondisi seperti denyut jantung yang sangat rendah (bradikardia), masalah katup jantung, serangan jantung, dan gagal jantung.

Lanjutnya, kemudian penyakit-penyakit yang berkaitan dengan endokrin. Kondisi tiroid, seperti penyakit paratiroid, penyakit Addison, gula darah rendah (hipoglikemia) atau diabetes dapat memicu tekanan darah rendah.

Selain itu, tambahnya, tekanan darah rendah juga bisa disebabkan karena kondisi anafilaksis, yakni reaksi alergi parah dan berpotensi mengancam jiwa. Kondisi ini bisa disebabkan karena alergi makanan, obat-obatan tertentu, racun serangga, dan lateks. Anafilaksis dapat menyebabkan masalah pernapasan, gatal-gatal, gatal, tenggorokan bengkak, dan penurunan tekanan darah ekstrem.

“Penyebab lainnya adalah dehidrasi, kehilangan darah, dan Infeksi berat (septikemia),” ujarnya.

Beberapa jenis obat juga bisa menurunkan tekanan darah. Obat-obatan tersebut antara lain pil air (diuretik), penghambat alfa, beta blocker, obat untuk penyakit parkinson, obat jenis antidepresan tertentu, serta obat untuk disfungsi ereksi.

Selain penyebab-penyebab tersebut, tambahnya, kekurangan nutrisi juga bisa menjadi pemicu rendahnya darah. Kekurangan vitamin B12 dan folat dapat mencegah tubuh memproduksi cukup sel darah merah (anemia) sehingga menyebabkan tekanan darah rendah.**

Most Read

Artikel Terbaru

/