alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Merawat Kesenian Teater dari Kampus

Satu bulan sekali pementasan teater digelar oleh Komunitas Santri IAIN Pontianak. Pementasan yang dilakukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ini amat beragam, mulai dari drama, monolog, puisi, dan lain sebagainya. Dari kampus, mereka merawat kelangsungan seni peran tersebut.

Oleh : Siti Sulbiyah

Pandemi Covid-19 tak sepenuhnya membuat aktivitas menjadi terbatas. Justru, halangan tersebut memunculkan terobosan yang kreatif. Seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Santri (Komsan) IAIN Pontianak. Agar tetap eksis, UKM yang bergerak di kesenian teater ini menggelar teater secara daring hingga menggelar lomba.

“Pas pandemi memang longgar kegiatan pementasan. Sehingga kami mencoba main secara online. Kemudian kami juga buat lomba Kaligrafi digital untuk mengisi kekosongan kegiatan kami,” ungkap Syarif Ahmad Imam, Ketua Komsan IAIN Pontianak.

Pihaknya saat ini tengah berupaya mengembalikan aktivitas pementasan yang sebelum pandemi Covid-19 hampir sebulan sekali bisa digelar. Meski hanya dalam skala yang kecil, namun untuk mahasiswa yang punya tanggung jawab menyelesaikan studi, pementasan sebulan sekali itu dirasa cukup.

Baca Juga :  Ingin Jadi Guru hingga Akhir Hayat

Aktivitas latihan pun saat ini berangsur normal. Latihan teater digelar setiap Sabtu dan Minggu. Setidaknya ada 30 lebih anggota Komsan yang aktif. Selain pementasan rutin setiap bulan, ada juga pementasan besar yang biasanya dijadwalkan satu tahun minimal satu kali.

“Ada pementasan yang sifatnya tahunan, biasanya kita di Taman Budaya. Juga pernah ikut festival, dan pernah menang juga waktu itu di tingkat Kalimantan Barat,” ujarnya.

Mahasiswa semester lima yang kerap disapa Yeyeye ini sudah bergabung dengan Komsan sejak masih menjadi mahasiswa baru. Ia tertarik karena sejak lama senang dengan dunia seni teater. Bahkan, sebelum mendaftar sebagai mahasiswa di IAIN Pontianak, ia sebenarnya telah membidik jurusan kesenian di beberapa universitas.

“Namun karena tidak mendapat izin orangtua, jadi masuknya di kampus ini,” ucapnya.

Ia pun bersyukur bisa bertemu dengan UKM Komsan. Lewat wadah ini, ia bisa menyalurkan hobi, hingga menuangkan kreativitas, kemampuan, dan ekspresi. Selain itu, lewat pementasan teater, ada banyak nilai-nilai kebaikan yang bisa ditebar kepada masyarakat, terutama bagi para penikmat kesenian ini. Sehingga teater tak hanya sekedar hiburan tanpa pesan.

Baca Juga :  PMI Jadi Separuh Hidup

“Karena terkadang cerita yang ditampilkan itu realis, atau berdasarkan fenomena kehidupan yang ada,” jelasnya.

Lewat UKM ini, para anggotanya mendapatkan banyak hal dari dunia teater. Manfaat itu dirasakan betul oleh Ridho. Mahasiswa jurusan KPI IAIN Pontianak ini mengaku terasah kemampuannya dalam memainkan peran. Tak hanya itu, ia juga jauh lebih percaya diri.

“Yang paling terasa itu, saat ini saya menjadi lebih percaya diri,” ucap mahasiswa semester lima ini.

Ridho tak mau ketinggalan latihan yang digelar setiap Sabtu dan Minggu. Meski bergabung baru-baru ini, namun ia tak malu belajar hal-hal dasar teater bersama para mahasiswa baru.

“Banyak yang dipelajari setiap minggu, mulai dari vokal, olah tubuh, blocking pergerakan saat teater, olah rasa, belajar ekspresi, dan masih banyak lagi,” katanya.**

Satu bulan sekali pementasan teater digelar oleh Komunitas Santri IAIN Pontianak. Pementasan yang dilakukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ini amat beragam, mulai dari drama, monolog, puisi, dan lain sebagainya. Dari kampus, mereka merawat kelangsungan seni peran tersebut.

Oleh : Siti Sulbiyah

Pandemi Covid-19 tak sepenuhnya membuat aktivitas menjadi terbatas. Justru, halangan tersebut memunculkan terobosan yang kreatif. Seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Santri (Komsan) IAIN Pontianak. Agar tetap eksis, UKM yang bergerak di kesenian teater ini menggelar teater secara daring hingga menggelar lomba.

“Pas pandemi memang longgar kegiatan pementasan. Sehingga kami mencoba main secara online. Kemudian kami juga buat lomba Kaligrafi digital untuk mengisi kekosongan kegiatan kami,” ungkap Syarif Ahmad Imam, Ketua Komsan IAIN Pontianak.

Pihaknya saat ini tengah berupaya mengembalikan aktivitas pementasan yang sebelum pandemi Covid-19 hampir sebulan sekali bisa digelar. Meski hanya dalam skala yang kecil, namun untuk mahasiswa yang punya tanggung jawab menyelesaikan studi, pementasan sebulan sekali itu dirasa cukup.

Baca Juga :  Prodi KPI IAIN Pontianak Gelar Workshop Penyusunan KKNI

Aktivitas latihan pun saat ini berangsur normal. Latihan teater digelar setiap Sabtu dan Minggu. Setidaknya ada 30 lebih anggota Komsan yang aktif. Selain pementasan rutin setiap bulan, ada juga pementasan besar yang biasanya dijadwalkan satu tahun minimal satu kali.

“Ada pementasan yang sifatnya tahunan, biasanya kita di Taman Budaya. Juga pernah ikut festival, dan pernah menang juga waktu itu di tingkat Kalimantan Barat,” ujarnya.

Mahasiswa semester lima yang kerap disapa Yeyeye ini sudah bergabung dengan Komsan sejak masih menjadi mahasiswa baru. Ia tertarik karena sejak lama senang dengan dunia seni teater. Bahkan, sebelum mendaftar sebagai mahasiswa di IAIN Pontianak, ia sebenarnya telah membidik jurusan kesenian di beberapa universitas.

“Namun karena tidak mendapat izin orangtua, jadi masuknya di kampus ini,” ucapnya.

Ia pun bersyukur bisa bertemu dengan UKM Komsan. Lewat wadah ini, ia bisa menyalurkan hobi, hingga menuangkan kreativitas, kemampuan, dan ekspresi. Selain itu, lewat pementasan teater, ada banyak nilai-nilai kebaikan yang bisa ditebar kepada masyarakat, terutama bagi para penikmat kesenian ini. Sehingga teater tak hanya sekedar hiburan tanpa pesan.

Baca Juga :  Nasi Bakar Berbagai Topping, Aroma Khas Gugah Selera

“Karena terkadang cerita yang ditampilkan itu realis, atau berdasarkan fenomena kehidupan yang ada,” jelasnya.

Lewat UKM ini, para anggotanya mendapatkan banyak hal dari dunia teater. Manfaat itu dirasakan betul oleh Ridho. Mahasiswa jurusan KPI IAIN Pontianak ini mengaku terasah kemampuannya dalam memainkan peran. Tak hanya itu, ia juga jauh lebih percaya diri.

“Yang paling terasa itu, saat ini saya menjadi lebih percaya diri,” ucap mahasiswa semester lima ini.

Ridho tak mau ketinggalan latihan yang digelar setiap Sabtu dan Minggu. Meski bergabung baru-baru ini, namun ia tak malu belajar hal-hal dasar teater bersama para mahasiswa baru.

“Banyak yang dipelajari setiap minggu, mulai dari vokal, olah tubuh, blocking pergerakan saat teater, olah rasa, belajar ekspresi, dan masih banyak lagi,” katanya.**

Most Read

Artikel Terbaru

/