alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Membela yang ‘Salah’

Sudah menjadi naluri setiap orang tua menempatkan diri di garda terdepan untuk melindungi anak dari segara hal. Namun, bukan berarti harus selalu membela semua perbuatan buah hatinya. Harus bersikap bijak saat sang anak terbukti salah.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Psikolog Endah Fitriani, M.Psi menyatakan wajar jika orang tua membela anak. Sebab, menjadi tugas orang tua menolong, membela, dan menyelamatkan anak ketika berada dalam kesulitan. Apalagi jika memang sang anak tak melakukan kesalahan.

“Hal ini dikarenakan orang tua merasa lebih tahu mengenai sifat dan tingkah buah hati tercinta saat di rumah yang tidak pernah memiliki masalah,” ungkap Endah.

Menurut Endah, kadang ada anak yang memang melakukan kesalahan. Namun, tak sedikit orang tua menyangkal kesalahan itu. Apalagi menilai buah hatinya sebagai sosok penurut dan pendiam di rumah, meskipun terkadang tidak demikian ketika berada di luar.

Endah menilai perilaku anak yang demikian merupakan bagian dari faktor saat berada di rumah. Contohnya, anak berbuat salah di rumah, tetapi orang tua merasa anaknya baik dan tidak mungkin melakukan kesalahan.

Baca Juga :  Memacu Berprestasi Akademik Buah Hati

“Orang tua pun tetap akan membela, tanpa mengetahui secara persis bagaimana tingkah laku buah hatinya tersebut saat di luar,” ujarnya.

Endah mengaku pernah menangani kasus serupa. Seorang anak terkesan pendiam karena orang tuanya termasuk pribadi yang galak dan tidak bisa menerima pendapat. Sehingga menjadi pesimis ketika menginginkan sesuatu.

“Anak lalu membuat pelampiasan dan pencarian jati diri anak menjadi lebih banyak di luar rumah. Saat di sekolah anak akan membuat masalah dengan tujuan mencari perhatian,” tutur Endah.

Dia mengatakan penting bagi orang tua untuk mencermati dulu konteks dan situasi yang sedang dihadapi buah hati.

“Apakah benar sang anak tidak bersalah atau justru dirinya benar melakukan kesalahan. Ketika anak salah dan orang tua tetap membela dengan mengatakan anaknya tidak bersalah, tentu akan berdampak buruk bagi si buah hati,” jelas Endah.

Baca Juga :  Mengajar Anak Cara Menyikapi Kritik

Menurut Endah, anak menjadi tidak bisa dewasa. Pemikirannya masih dangkal dan menganggap dirinya masih anak-anak atau bersikap childish. Selain itu menyebabkan kurangnya kemandirian dan kepercayaan diri.
“Kondisi semakin diperparah ketika lingkungan sekitar mendukung. Kalau tidak segera diatasi, hal ini akan terus terbentuk hingga anak dewasa,” kata Endah.

Endah mengingatkan agar orang tua yang membela anak ketika melakukan kesalahan. Apalagi hanya karena ego dan rasa malu.

“Jika tetap mempertahankan sikap tersebut,  sama saja orang tua mengajarkan kebohongan pada anaknya. Ketika anak dewasa, dia juga akan berlaku sama. Tidak ada kejujuran dalam diri anak,” ungkap Endah.

Endah yakin kejujuran yang ditanamkan dalam diri anak akan membuatnya paham. Saat anak salah, dia akan mengakui hal tersebut tanpa andil orang tua.

“Orang tua harus bisa menahan untuk tidak ikut campur ketika anaknya salah,” pungkasnya. **

 

Sudah menjadi naluri setiap orang tua menempatkan diri di garda terdepan untuk melindungi anak dari segara hal. Namun, bukan berarti harus selalu membela semua perbuatan buah hatinya. Harus bersikap bijak saat sang anak terbukti salah.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Psikolog Endah Fitriani, M.Psi menyatakan wajar jika orang tua membela anak. Sebab, menjadi tugas orang tua menolong, membela, dan menyelamatkan anak ketika berada dalam kesulitan. Apalagi jika memang sang anak tak melakukan kesalahan.

“Hal ini dikarenakan orang tua merasa lebih tahu mengenai sifat dan tingkah buah hati tercinta saat di rumah yang tidak pernah memiliki masalah,” ungkap Endah.

Menurut Endah, kadang ada anak yang memang melakukan kesalahan. Namun, tak sedikit orang tua menyangkal kesalahan itu. Apalagi menilai buah hatinya sebagai sosok penurut dan pendiam di rumah, meskipun terkadang tidak demikian ketika berada di luar.

Endah menilai perilaku anak yang demikian merupakan bagian dari faktor saat berada di rumah. Contohnya, anak berbuat salah di rumah, tetapi orang tua merasa anaknya baik dan tidak mungkin melakukan kesalahan.

Baca Juga :  Manfaat Air Putih bagi Tubuh

“Orang tua pun tetap akan membela, tanpa mengetahui secara persis bagaimana tingkah laku buah hatinya tersebut saat di luar,” ujarnya.

Endah mengaku pernah menangani kasus serupa. Seorang anak terkesan pendiam karena orang tuanya termasuk pribadi yang galak dan tidak bisa menerima pendapat. Sehingga menjadi pesimis ketika menginginkan sesuatu.

“Anak lalu membuat pelampiasan dan pencarian jati diri anak menjadi lebih banyak di luar rumah. Saat di sekolah anak akan membuat masalah dengan tujuan mencari perhatian,” tutur Endah.

Dia mengatakan penting bagi orang tua untuk mencermati dulu konteks dan situasi yang sedang dihadapi buah hati.

“Apakah benar sang anak tidak bersalah atau justru dirinya benar melakukan kesalahan. Ketika anak salah dan orang tua tetap membela dengan mengatakan anaknya tidak bersalah, tentu akan berdampak buruk bagi si buah hati,” jelas Endah.

Baca Juga :  Mengajar Anak Cara Menyikapi Kritik

Menurut Endah, anak menjadi tidak bisa dewasa. Pemikirannya masih dangkal dan menganggap dirinya masih anak-anak atau bersikap childish. Selain itu menyebabkan kurangnya kemandirian dan kepercayaan diri.
“Kondisi semakin diperparah ketika lingkungan sekitar mendukung. Kalau tidak segera diatasi, hal ini akan terus terbentuk hingga anak dewasa,” kata Endah.

Endah mengingatkan agar orang tua yang membela anak ketika melakukan kesalahan. Apalagi hanya karena ego dan rasa malu.

“Jika tetap mempertahankan sikap tersebut,  sama saja orang tua mengajarkan kebohongan pada anaknya. Ketika anak dewasa, dia juga akan berlaku sama. Tidak ada kejujuran dalam diri anak,” ungkap Endah.

Endah yakin kejujuran yang ditanamkan dalam diri anak akan membuatnya paham. Saat anak salah, dia akan mengakui hal tersebut tanpa andil orang tua.

“Orang tua harus bisa menahan untuk tidak ikut campur ketika anaknya salah,” pungkasnya. **

 

Most Read

Artikel Terbaru

/