alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Si Bulat yang Lezat dan Photogenic. Glaze Crème Brulee Jadi Signature

SIAPA yang tak kenal donat? Kudapan berbentuk bulat dengan lubang pada bagian tengah serta berbagai topping membuat donat memang nikmat dijadikan camilan dan bisa dinikmati setiap saat, apalagi saat disajikan bersama kopi dan teh hangat.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Owner DonutGenic (@donut.genic), Intan Dwi Davitri menyajikan donat genic dalam enam varian glaze lezat nan menggoda, yakni creme brulee, matcha + oreo, cappucino + caramel, choco + peanut, tiramisu + regal dan traditional taste.

Intan Dwi Davitri // Owner DonutGenic

Keenam varian ini disajikan istimewa dengan kombinasi glaze premium yang dipadukan dengan resep Intan. Tak lupa ditambahkan topping yang pas dan sesuai sehingga rasa antara glaze dan topping bisa sinkron, menghasilkan paduan rasa yang nikmat.

Glaze creme brulee terdiri dari paduan antara krim susu yang manis dan lembut dengan topping gula palm yang dibakar bersamaan dengan donat. Gula palm yang dibakar akan mengeras ketika masih hangat. Tentu saja ini menjadi sensasi tersendiri saat digigit.

Glaze matcha + oreo identik dengan rasa manis dengan sedikit sensasi pahit khas daun teh hijau yang dikombinasikan dengan topping oreo coklat yang tidak terlalu manis dan renyah.

Glaze cappucino + caramel terinspirasi dari kopi kekinian yang memadukan caramel sebagai campurannya. Jika minuman cappucino termasuk kopi dengan rasa manis yang tidak intens. Glaze satu ini sangat intens manisnya, ditambah lagi caramel yang manis dan gurih.

Baca Juga :  Kompak Kelola Keuangan Keluarga

Glaze choco + peanut jadi salah satu favorit. Meski dark coklat memiliki rasa yang tak terlalu intens, namun setelah dipadukan dengan kacang sangrai yang kering dan gurih, siapapun tak akan berhenti untuk menikmati donat satu ini.

Glaze tiramisu + regal terinspirasi dari salah satu brand donat di Yogyakarta. Glaze tiramisu dengan rasa manis yang pas dan ada sedikit cita rasa kopi berpadu nikmat dengan biskuit regal yang gurih.

Terakhir, glaze traditional taste terinspirasi dari donat buatan nenek. Varian glaze ini menggunakan dark coklat sebagai basic-nya yang dipadukan dengan ceres coklat. Ada sensasi ‘nyes’ saat menggigit donat varian glaze traditional taste ini.

Dari varian yang ada, Intan mengatakan creme brulee menjadi signature DonutGenic. Selain belum ada di tempat lain, glaze, topping dan proses pembuatannya berbeda dengan varian rasa yang lain. Inilah yang membuat creme brulee sebagai signature DonutGenic.

Tak hanya glaze dan topping yang membuat DonutGenic tampak lezat, keistimewaan juga terasa pada base donatnya itu sendiri. Hal ini dikarenakan base donat dibuat dengan bahan pilihan dan premium, serta seluruh prosesnya dilakukan di rumah.

Baca Juga :  Aneka Seblak Cireng Khas Jawa Barat

Intan memilih bahan-bahan yang berkualitas dan premium. Bahkan ukuran telur yang digunakan untuk membuat camilan berbentuk bulat ini ia pilih sendiri dengan standar ukuran tertentu, sehingga bisa menjaga kualitas donat-donat yang diproduksi.

Di samping enam varian donat lezat nan menggoda, DonutGenic juga menyajikan Dochi, yang terdiri dari lima varian. Dochi adalah donat dengan ukuran lebih kecil dari biasanya. Intan juga menambahkan topping bermacam-macam agar tampilannya photogenic.

Berbicara tentang nama, Intan mengaku menyesuaikan dengan konsep yang dibawa yaitu, ia ingin konsumen tidak hanya menikmati DonutGenic dari rasanya saja tetapi juga secara visual (tampilannya). Nama DonutGenic terinspirasi dari kata photogenic.

“Kalau dalam bahasa fotografi, photogenic artinya adalah posisi tubuh atau wajah yang menyenangkan ketika difoto. Harapannya ini juga berlaku untuk DonutGenic,” ujar Intan.

Intan berusaha selalu update dengan selera pasar yang tetap menyesuaikan dengan ciri khas dan identitas DonutGenic. Saat ini ia juga sedang melalukan RnD produk-produk dan varian rasa yang baru, yang akan dirilis jika sudah menemukan rasa yang cocok.

“Untuk nama variannya belum bisa disampaikan sekarang, karena masih dalam proses RnD. Yang pasti tidak akan mengecewakan DonutGenic Friends (sebutan untuk konsumen DonutGenic),” tutupnya.**

SIAPA yang tak kenal donat? Kudapan berbentuk bulat dengan lubang pada bagian tengah serta berbagai topping membuat donat memang nikmat dijadikan camilan dan bisa dinikmati setiap saat, apalagi saat disajikan bersama kopi dan teh hangat.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Owner DonutGenic (@donut.genic), Intan Dwi Davitri menyajikan donat genic dalam enam varian glaze lezat nan menggoda, yakni creme brulee, matcha + oreo, cappucino + caramel, choco + peanut, tiramisu + regal dan traditional taste.

Intan Dwi Davitri // Owner DonutGenic

Keenam varian ini disajikan istimewa dengan kombinasi glaze premium yang dipadukan dengan resep Intan. Tak lupa ditambahkan topping yang pas dan sesuai sehingga rasa antara glaze dan topping bisa sinkron, menghasilkan paduan rasa yang nikmat.

Glaze creme brulee terdiri dari paduan antara krim susu yang manis dan lembut dengan topping gula palm yang dibakar bersamaan dengan donat. Gula palm yang dibakar akan mengeras ketika masih hangat. Tentu saja ini menjadi sensasi tersendiri saat digigit.

Glaze matcha + oreo identik dengan rasa manis dengan sedikit sensasi pahit khas daun teh hijau yang dikombinasikan dengan topping oreo coklat yang tidak terlalu manis dan renyah.

Glaze cappucino + caramel terinspirasi dari kopi kekinian yang memadukan caramel sebagai campurannya. Jika minuman cappucino termasuk kopi dengan rasa manis yang tidak intens. Glaze satu ini sangat intens manisnya, ditambah lagi caramel yang manis dan gurih.

Baca Juga :  Bersikap Posesif pada Anak

Glaze choco + peanut jadi salah satu favorit. Meski dark coklat memiliki rasa yang tak terlalu intens, namun setelah dipadukan dengan kacang sangrai yang kering dan gurih, siapapun tak akan berhenti untuk menikmati donat satu ini.

Glaze tiramisu + regal terinspirasi dari salah satu brand donat di Yogyakarta. Glaze tiramisu dengan rasa manis yang pas dan ada sedikit cita rasa kopi berpadu nikmat dengan biskuit regal yang gurih.

Terakhir, glaze traditional taste terinspirasi dari donat buatan nenek. Varian glaze ini menggunakan dark coklat sebagai basic-nya yang dipadukan dengan ceres coklat. Ada sensasi ‘nyes’ saat menggigit donat varian glaze traditional taste ini.

Dari varian yang ada, Intan mengatakan creme brulee menjadi signature DonutGenic. Selain belum ada di tempat lain, glaze, topping dan proses pembuatannya berbeda dengan varian rasa yang lain. Inilah yang membuat creme brulee sebagai signature DonutGenic.

Tak hanya glaze dan topping yang membuat DonutGenic tampak lezat, keistimewaan juga terasa pada base donatnya itu sendiri. Hal ini dikarenakan base donat dibuat dengan bahan pilihan dan premium, serta seluruh prosesnya dilakukan di rumah.

Baca Juga :  Memacu Berprestasi Akademik Buah Hati

Intan memilih bahan-bahan yang berkualitas dan premium. Bahkan ukuran telur yang digunakan untuk membuat camilan berbentuk bulat ini ia pilih sendiri dengan standar ukuran tertentu, sehingga bisa menjaga kualitas donat-donat yang diproduksi.

Di samping enam varian donat lezat nan menggoda, DonutGenic juga menyajikan Dochi, yang terdiri dari lima varian. Dochi adalah donat dengan ukuran lebih kecil dari biasanya. Intan juga menambahkan topping bermacam-macam agar tampilannya photogenic.

Berbicara tentang nama, Intan mengaku menyesuaikan dengan konsep yang dibawa yaitu, ia ingin konsumen tidak hanya menikmati DonutGenic dari rasanya saja tetapi juga secara visual (tampilannya). Nama DonutGenic terinspirasi dari kata photogenic.

“Kalau dalam bahasa fotografi, photogenic artinya adalah posisi tubuh atau wajah yang menyenangkan ketika difoto. Harapannya ini juga berlaku untuk DonutGenic,” ujar Intan.

Intan berusaha selalu update dengan selera pasar yang tetap menyesuaikan dengan ciri khas dan identitas DonutGenic. Saat ini ia juga sedang melalukan RnD produk-produk dan varian rasa yang baru, yang akan dirilis jika sudah menemukan rasa yang cocok.

“Untuk nama variannya belum bisa disampaikan sekarang, karena masih dalam proses RnD. Yang pasti tidak akan mengecewakan DonutGenic Friends (sebutan untuk konsumen DonutGenic),” tutupnya.**

Most Read

Artikel Terbaru

/