alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Terserang Sindrom Malas Usai Libur Panjang

Saat merasa jenuh bekerja, kebanyakan orang memilih cuti dan pergi liburan. Diharapkan saat kembali bekerja makin kreatif dan inivatif. Namun, ada juga yang malah merasa malas setelah libur panjang, sehingga perlu mengembalikan semangat untuk bekerja.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Liburan sangat menyenangkan. Dapat melepas penat pikiran setelah setiap hari bergelut dengan pekerjaan. Ada yang hanya bersantai di rumah. Ada yang berwisata ke suatu tempat untuk menghabiskan cuti.

Saat libur usai, tak sedikit yang mengalami masalah baru. Perasaan antusias saat liburan tak serta merta bisa dihilangkan. Akhirnya berdampak pada kinerja saat kembali bekerja. Akhirnya pekerjaan malah jadi berantakan.

Psikolog Dewi Widiastuti Lubis mengatakan cara tepat mengatasi rasa malas setelah berlibur adalah membangun semangat bahwa sudah saatnya kembali bekerja dan melaksanakan tanggung jawab. Tentunya sesuai job desk.

“Supaya lebih bersemangat bisa dengan menyelipkan ‘Semangat mencari uang lagi untuk liburan selanjutnya’ di dalam diri. Saya yakin secara perlahan semangat untuk kembali bekerja akan ada di dalam diri,” ungkap Dewi.

Baca Juga :  Upaya Cepat Mendapatkan Pekerjaan

Rasa malas sering timbul karena memikirkan pekerjaan menumpuk sudah menanti. Menurut Dewi, sebaiknya pikiran seperti ini dihindari. Sebab, biasanya orang bisa meminimalisir hal tersebut sebelum berlibur dengan mencicil pekerjaan terlebih dahulu. Sehingga saat kembali bekerja usah libur ada semangat untuk mengerjakan tugas baru, dan bukan mengerjakan tugas lama yang menumpuk.

Dewi juga menyarankan mengganti rasa khawatir dengan rasa tidak sabar untuk kembali bertemu dengan rekan-rekan kerja. Bisa kembali melakukan aktivitas bersama. Saat makan bersama, bisa menceritakan pengalaman menyenangkan selama liburan.

Dewi mengingatkan agar menghindari sikap egois. Ketika tak dapat mengatasi rasa malas untuk kembali bekerja pascaliburan, berarti menunjukkan sosok tidak bertanggung jawab pada pekerjaan. “Anda harus ingat, hak untuk mendapatkan liburan sudah terpenuhi. Setelah  libur selesai, Anda harus kembali mengerjakan kewajiban,” kata Dewi.

Menurut Dewi, rasa malas biasanya muncul bukan karena suasana liburan yang tidak menyenangkan, tetapi bisa diakibatkan kelelahan otak, fisik, dan perasaan. “Oleh sebab itu, harus pintar mengatur waktu dan memberikan jeda sebelum kembali bekerja,” saran Dewi.

Baca Juga :  Material Antiair, Cutting Stylish

Jeda waktu berfungsi menetralisir rasa lelah (cooling down) pascalibur. Misalnya, kata Dewi, saat cuti sebanyak tujuh hari, gunakan lima hari untuk berlibur secara maksimal. Kembali ke rumah pada hari keenam. “Dengan demikian, hari keenam dan ketujuh bisa digunakan untuk istirahat di rumah sembari mempersiapkan diri untuk kembali bekerja. Hindari untuk kembali liburan pada hari ketujuh atau di hari masuk kerja,” pesan Dewi.

Dewi menambahkan inti dari liburan adalah merehatkan dan menjernihkan pikiran setelah penat bekerja. Jika malah merasa malas atau uring-uringan usai libur, bisa dikarenakan liburan yang dijalani tidak menyenangkan. Hal ini berdampak pada emosi, pikiran, dan kelelahan fisik.

“Apalagi jika pekerjaan berkaitan dengan pelayanan masyarakat (public service). Suka tidak suka tidak bisa bersikap malas, karena masyarakat tidak mau tahu apa yang sedang terjadi dalam diri Anda,” pungkas Dewi. **

Saat merasa jenuh bekerja, kebanyakan orang memilih cuti dan pergi liburan. Diharapkan saat kembali bekerja makin kreatif dan inivatif. Namun, ada juga yang malah merasa malas setelah libur panjang, sehingga perlu mengembalikan semangat untuk bekerja.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Liburan sangat menyenangkan. Dapat melepas penat pikiran setelah setiap hari bergelut dengan pekerjaan. Ada yang hanya bersantai di rumah. Ada yang berwisata ke suatu tempat untuk menghabiskan cuti.

Saat libur usai, tak sedikit yang mengalami masalah baru. Perasaan antusias saat liburan tak serta merta bisa dihilangkan. Akhirnya berdampak pada kinerja saat kembali bekerja. Akhirnya pekerjaan malah jadi berantakan.

Psikolog Dewi Widiastuti Lubis mengatakan cara tepat mengatasi rasa malas setelah berlibur adalah membangun semangat bahwa sudah saatnya kembali bekerja dan melaksanakan tanggung jawab. Tentunya sesuai job desk.

“Supaya lebih bersemangat bisa dengan menyelipkan ‘Semangat mencari uang lagi untuk liburan selanjutnya’ di dalam diri. Saya yakin secara perlahan semangat untuk kembali bekerja akan ada di dalam diri,” ungkap Dewi.

Baca Juga :  Podcast Kelas 3C, Hadirkan Obrolan Asyik, Gosip dan Informatif

Rasa malas sering timbul karena memikirkan pekerjaan menumpuk sudah menanti. Menurut Dewi, sebaiknya pikiran seperti ini dihindari. Sebab, biasanya orang bisa meminimalisir hal tersebut sebelum berlibur dengan mencicil pekerjaan terlebih dahulu. Sehingga saat kembali bekerja usah libur ada semangat untuk mengerjakan tugas baru, dan bukan mengerjakan tugas lama yang menumpuk.

Dewi juga menyarankan mengganti rasa khawatir dengan rasa tidak sabar untuk kembali bertemu dengan rekan-rekan kerja. Bisa kembali melakukan aktivitas bersama. Saat makan bersama, bisa menceritakan pengalaman menyenangkan selama liburan.

Dewi mengingatkan agar menghindari sikap egois. Ketika tak dapat mengatasi rasa malas untuk kembali bekerja pascaliburan, berarti menunjukkan sosok tidak bertanggung jawab pada pekerjaan. “Anda harus ingat, hak untuk mendapatkan liburan sudah terpenuhi. Setelah  libur selesai, Anda harus kembali mengerjakan kewajiban,” kata Dewi.

Menurut Dewi, rasa malas biasanya muncul bukan karena suasana liburan yang tidak menyenangkan, tetapi bisa diakibatkan kelelahan otak, fisik, dan perasaan. “Oleh sebab itu, harus pintar mengatur waktu dan memberikan jeda sebelum kembali bekerja,” saran Dewi.

Baca Juga :  Merawat Kesenian Teater dari Kampus

Jeda waktu berfungsi menetralisir rasa lelah (cooling down) pascalibur. Misalnya, kata Dewi, saat cuti sebanyak tujuh hari, gunakan lima hari untuk berlibur secara maksimal. Kembali ke rumah pada hari keenam. “Dengan demikian, hari keenam dan ketujuh bisa digunakan untuk istirahat di rumah sembari mempersiapkan diri untuk kembali bekerja. Hindari untuk kembali liburan pada hari ketujuh atau di hari masuk kerja,” pesan Dewi.

Dewi menambahkan inti dari liburan adalah merehatkan dan menjernihkan pikiran setelah penat bekerja. Jika malah merasa malas atau uring-uringan usai libur, bisa dikarenakan liburan yang dijalani tidak menyenangkan. Hal ini berdampak pada emosi, pikiran, dan kelelahan fisik.

“Apalagi jika pekerjaan berkaitan dengan pelayanan masyarakat (public service). Suka tidak suka tidak bisa bersikap malas, karena masyarakat tidak mau tahu apa yang sedang terjadi dalam diri Anda,” pungkas Dewi. **

Most Read

Artikel Terbaru

/