alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Menjaga Kebersihan Mulut dan Gigi di Tengah Pandemi Covid-19

MULUT merupakan salah satu media transmisi dan berkembangnya virus juga bakteri, termasuk Covid-19.
Selain memastikan kebersihan tangan, penting juga untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi Covid-19 ini.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Menjaga kesehatan gigi dan mulut selama pandemi Covid-19 dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Gigi dan mulut yang sehat dapat menjaga kekebalan tubuh dan melawan berbagai kuman seperti virus, jamur dan bakteri yang masuk. Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, Selvia, mengatakan standar menjaga kebersihan gigi dan mulut sebelum dan saat pandemi Covid-19 sebenarnya sama saja. Selain menjadi tugas tenaga kesehatan memberikan edukasi, menjaga kebersihan mulut seharusnya sudah menjadi kesadaran masyarakat.

Pemberian edukasi dilakukan supaya masyarakat tidak perlu sering mendatangi fasilitas kesehatan karena dengan edukasi yang baik masyarakat akan dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga tidak akan sakit gigi, terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 ini.

Pemeriksaan gigi bisa dilakukan enam bulan sekali. Namun kalau gigi sudah terlanjur rusak, karang gigi menumpuk dan menyebabkan gigi bergoyang hingga mengganggu saat proses mengunyah makanan atau memiliki penyakit mulut seperti sariawan, pemeriksaan dan pengobatan tidak bisa ditunda.

Untuk saat ini sebagian besar dokter gigi praktek sudah mempersiapkan pelayanannya untuk mencegah penularan Covid-19 di praktek dokter gigi, baik penataan ruang praktek maupun penggunaan APD agar aman bagi pasien, sehingga masyarakat sudah bisa mengunjungi praktek dokter gigi untuk pemeriksaan  dan tindakan kedokteran gigi.

Baca Juga :  Sering Bercinta Sebabkan Miss V Longgar?
Selvia // Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut

Untuk meminimalkan kunjungan yang tidak perlu, pencegahan yang paling efektif dilakukan ialah membersihkan gigi dan mulut dua kali sehari, yakni pada pagi dan malam hari. Tidak boleh hanya salah satu kali saja, misalnya di pagi hari, tetapi malam hari tidak dilakukan atau sebaliknya.

Selvia menyatakan menyikat gigi malam hari sangat penting karena saat tidur aktivitas kuman cukup tinggi bila dibandingkan ketika bangun. Pilihlah pasta gigi yang mengandung flouride serta sikat gigi yang lembut atau sangat lembut. Hindari menggunakan sikat gigi yang keras.

Dokter di Klinik Anggrek Pontianak ini menuturkan sering kali seseorang memilih sikat gigi karena ingin terasa sehingga mereka membeli jenis sikat gigi yang keras. Padahal, sikat gigi yang keras dapat mengikis gigi. Bisa saja gigi yang dimiliki baik dan sehat, tetapi karena salah dalam pemilihan jenis sikat membuat gigi menjadi rusak.

Sikat gigi jenis lembut bisa mengenai seluruh permukaan saat proses menyikat berlangsung. Sementara, jenis keras tidak bisa membersihkan seluruh permukaan. Di samping jenis sikatnya, pilih juga yang bagian ujungnya mengecil dengan tujuan agar bisa menyentuh bagian gigi paling ujung. Tidak lupa juga memperhatikan cara menyikat gigi. Hindari untuk menekan. Perhatikan arah saat proses menyikat gigi berlangsung.

Selvia menjelaskan untuk bagian menghadap bibir atau pipi (depan), arah menyikat tidak boleh horizontal. Bisa dengan memutar atau vertikal, dan jangan ditekan.

“Harus satu-satu. Rahang atas sendiri, rahang bawah sendiri,” ucap Selvia.

Baca Juga :  Pasta dengan Saus Berbagai Rasa

Menyikat rahang atas bisa dimulai dari arah gusi ke bagian bawah. Kalau rahang bawah, dimulai dari arah gusi ke bagian atas. Selvia menambahkan bagian permukaan kunyah tidak masalah bisa disikat arah horizontal. Begitu pula arah gigi menghadap langit-langit atau lidah tidak masalah disikat dari arah apa saja. Menurutnya, kalau merasa sela-sela gigi masih kurang bersih, harus menggunakan bantuan benang gigi. Selvia menegaskan penggunaan benang gigi sangat penting.

“Minimal satu kali sehari. Bisa dipakai setelah menyikat gigi pada malam hari,” kata Selvia.

Selain itu, bisa juga dibantu berkumur dengan cairan antiseptik. Meski diperbolehkan, tetap saja tidak perlu selalu berkumur dengan cairan antiseptik setiap hari. Menurut Selvia, kalau mau berkumur lebih baik menggunakan air garam atau NaCl 0,9 persen. Hindari menggunakan obat kumur terlalu sering apabila tidak ada keluhan seperti sariawan atau masalah lain yang memerlukan obat kumur.

“Lain halnya jika ada keluhan, boleh berkumur tetapi tetap menyesuaikan jenis obat kumurnya,” timpal Selvia.

Hindari penggunaan obat kumur yang memiliki kandungan alkohol. Menurutnya, alkohol digunakan sebagai antiseptik untuk di luar tubuh dan mulut masuk dalam kategori bagian dalam tubuh. Sejatinya di dalam mulut memang terdapat jamur, bakteri dan virus. Mulut juga memiliki sel-sel pertahanan yang ada pada ludah, mukosa dan lainnya.

Kalau kondisi mulut dan gigi bersih, tentu sel bisa bekerja secara maksimal dan meminimalkan hal yang tak diinginkan termasuk tertular virus Corona.**

MULUT merupakan salah satu media transmisi dan berkembangnya virus juga bakteri, termasuk Covid-19.
Selain memastikan kebersihan tangan, penting juga untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi Covid-19 ini.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Menjaga kesehatan gigi dan mulut selama pandemi Covid-19 dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh. Gigi dan mulut yang sehat dapat menjaga kekebalan tubuh dan melawan berbagai kuman seperti virus, jamur dan bakteri yang masuk. Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut, Selvia, mengatakan standar menjaga kebersihan gigi dan mulut sebelum dan saat pandemi Covid-19 sebenarnya sama saja. Selain menjadi tugas tenaga kesehatan memberikan edukasi, menjaga kebersihan mulut seharusnya sudah menjadi kesadaran masyarakat.

Pemberian edukasi dilakukan supaya masyarakat tidak perlu sering mendatangi fasilitas kesehatan karena dengan edukasi yang baik masyarakat akan dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga tidak akan sakit gigi, terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 ini.

Pemeriksaan gigi bisa dilakukan enam bulan sekali. Namun kalau gigi sudah terlanjur rusak, karang gigi menumpuk dan menyebabkan gigi bergoyang hingga mengganggu saat proses mengunyah makanan atau memiliki penyakit mulut seperti sariawan, pemeriksaan dan pengobatan tidak bisa ditunda.

Untuk saat ini sebagian besar dokter gigi praktek sudah mempersiapkan pelayanannya untuk mencegah penularan Covid-19 di praktek dokter gigi, baik penataan ruang praktek maupun penggunaan APD agar aman bagi pasien, sehingga masyarakat sudah bisa mengunjungi praktek dokter gigi untuk pemeriksaan  dan tindakan kedokteran gigi.

Baca Juga :  Kuasai Semua Genre Musik
Selvia // Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut

Untuk meminimalkan kunjungan yang tidak perlu, pencegahan yang paling efektif dilakukan ialah membersihkan gigi dan mulut dua kali sehari, yakni pada pagi dan malam hari. Tidak boleh hanya salah satu kali saja, misalnya di pagi hari, tetapi malam hari tidak dilakukan atau sebaliknya.

Selvia menyatakan menyikat gigi malam hari sangat penting karena saat tidur aktivitas kuman cukup tinggi bila dibandingkan ketika bangun. Pilihlah pasta gigi yang mengandung flouride serta sikat gigi yang lembut atau sangat lembut. Hindari menggunakan sikat gigi yang keras.

Dokter di Klinik Anggrek Pontianak ini menuturkan sering kali seseorang memilih sikat gigi karena ingin terasa sehingga mereka membeli jenis sikat gigi yang keras. Padahal, sikat gigi yang keras dapat mengikis gigi. Bisa saja gigi yang dimiliki baik dan sehat, tetapi karena salah dalam pemilihan jenis sikat membuat gigi menjadi rusak.

Sikat gigi jenis lembut bisa mengenai seluruh permukaan saat proses menyikat berlangsung. Sementara, jenis keras tidak bisa membersihkan seluruh permukaan. Di samping jenis sikatnya, pilih juga yang bagian ujungnya mengecil dengan tujuan agar bisa menyentuh bagian gigi paling ujung. Tidak lupa juga memperhatikan cara menyikat gigi. Hindari untuk menekan. Perhatikan arah saat proses menyikat gigi berlangsung.

Selvia menjelaskan untuk bagian menghadap bibir atau pipi (depan), arah menyikat tidak boleh horizontal. Bisa dengan memutar atau vertikal, dan jangan ditekan.

“Harus satu-satu. Rahang atas sendiri, rahang bawah sendiri,” ucap Selvia.

Baca Juga :  Tren Kue 2022 Ukuran Lebih Besar dan Meriah Jadi Favorit

Menyikat rahang atas bisa dimulai dari arah gusi ke bagian bawah. Kalau rahang bawah, dimulai dari arah gusi ke bagian atas. Selvia menambahkan bagian permukaan kunyah tidak masalah bisa disikat arah horizontal. Begitu pula arah gigi menghadap langit-langit atau lidah tidak masalah disikat dari arah apa saja. Menurutnya, kalau merasa sela-sela gigi masih kurang bersih, harus menggunakan bantuan benang gigi. Selvia menegaskan penggunaan benang gigi sangat penting.

“Minimal satu kali sehari. Bisa dipakai setelah menyikat gigi pada malam hari,” kata Selvia.

Selain itu, bisa juga dibantu berkumur dengan cairan antiseptik. Meski diperbolehkan, tetap saja tidak perlu selalu berkumur dengan cairan antiseptik setiap hari. Menurut Selvia, kalau mau berkumur lebih baik menggunakan air garam atau NaCl 0,9 persen. Hindari menggunakan obat kumur terlalu sering apabila tidak ada keluhan seperti sariawan atau masalah lain yang memerlukan obat kumur.

“Lain halnya jika ada keluhan, boleh berkumur tetapi tetap menyesuaikan jenis obat kumurnya,” timpal Selvia.

Hindari penggunaan obat kumur yang memiliki kandungan alkohol. Menurutnya, alkohol digunakan sebagai antiseptik untuk di luar tubuh dan mulut masuk dalam kategori bagian dalam tubuh. Sejatinya di dalam mulut memang terdapat jamur, bakteri dan virus. Mulut juga memiliki sel-sel pertahanan yang ada pada ludah, mukosa dan lainnya.

Kalau kondisi mulut dan gigi bersih, tentu sel bisa bekerja secara maksimal dan meminimalkan hal yang tak diinginkan termasuk tertular virus Corona.**

Most Read

Artikel Terbaru

/