alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Komunitas Gowes Bike Pontianak, Night Ride Jadi Agenda Rutin

BELAKANGAN bersepeda menjadi salah satu olahraga favorit. Hal ini juga dilakukan salah satu komunitas sepeda, Gowes Bike Pontianak. Tidak sekadar bersepeda, banyak juga kegiatan lain yang dilakukan. Namun, bagaimana dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, apakah ada perubahan pada aktivitas komunitas?

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Gowes Bike Pontianak resmi berdiri pada tanggal 24 Januari 2020. Anggota Gowes Bike Pontianak, Ruione mengatakan komunitas ini hadir untuk meramaikan pesepeda dengan tujuan agar masyarakat Pontianak mulai aktif kembali menggunakan sepeda.

Gowes Bike Pontianak cukup aktif melakukan kopi darat atau ajang pertemuan sesama anggota yang dilangsungkan setiap Jumat malam. Kegiatan yang dilakukan adalah night ride atau bersepeda malam keliling Kota Pontianak.

Biasanya para anggota akan mulai (start) dari salah satu gerai market yang berdekatan dengan Pelni menuju arah Kota Baru, Ampera, Sungai Jawi, Korem, Gajah Mada, Veteran, Ahmad Yani dan berakhir (finish) di bundaran Bambu Runcing (Untan).

Selain kopi darat, para anggota terkadang melakukan camping back. Saat itu dilangsungkan di daerah Jungkat, Mempawah serta tempat wisata yang ada di Kota Singkawang. Saat camping back diadakan juga lomba kecil-kecilan untuk memeriahkan suasana.

Ruione menuturkan camping back tidak hanya diisi oleh para anggota saja. Gowes Bike Pontianak juga mengajak komunitas sepeda Pontianak lainnya, seperti Sepedaanyuk, Garasibike, Selasar dan lainnya untuk bergabung dalam agenda ini.

Baca Juga :  Manfaat Fisioterapi Obstetri Gynecologi

Ruione menyatakan terkadang ia dan anggota lainnya juga kerap mengisi agenda kopi darat dengan berdiskusi tentang spare part sepeda yang begitu langka. Mulai daru velag, frame dan crank. Terkadang juga membahas modifikasi sepeda.

“Kebanyakan sepeda kami dimodif semua,” ucapnya.

Tidak ada kriteria khusus untuk bergabung dalam komunitas sepeda ini, baik usia maupun jenis sepeda yang digunakan. Tua dan muda bisa gabung. Untuk jenis sepedanya bebas yang terpenting, kata Ruione bisa diengkol.

“Kebanyakan sepeda anggota Gowes Bike Pontianak lebih pada jenis BMX, Fixie, MTB dan Minion,” kata Ruione.

Berbicara mengenai bersepeda di Pontianak, tentu ada tantangan tersendiri yang dirasakan Gowes Bike Pontianak dan komunitas sepeda lainnya, terutama saat night ride, yakni jalur sepeda yang terbatas dan hanya berada di titik-titik tertentu.

Maka dari itu, saat night ride dimulai Gowes Bike Pontianak menyiapkan satu orang untuk menjadi marshal agar rombongan tetap aman saat bersepeda di jalan raya.

Marshal adalah pengawal saat bersepeda. Marshal bertugas mengatur jalan yang akan dilewati anggota selama bersepeda. Meski dinilai sudah teratur, Ruione mengaku tetap ada rasa ngeri bersepeda di jalan raya, karena tidak semua ada jalur sepedanya.

Baca Juga :  Tahan Emosi dan Buat Komitmen

“Alhamdulilah selama ini anggota Gowes Bike Pontianak tidak ada yang kenapa-kenapa di jalan ataupun tersenggol dengan pemotor lainnya,” ucapnya.

Ruione mengungkapkan biasanya sebelum memulai night ride, pasti akan tetap memberi tahu lebih dulu ke teman-teman anggota untuk menjaga aturan lalu lintas. Dengan begitu pesepada tidak akan mengganggu kendaraan bermotor atau mobil, begitu pun sebaliknya.

Namun, seiring bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19 membuat aktivitas bersepeda jauh berkurang. Pandemi benar-benar membawa pengaruh besar bagi aktivitas bersepeda. Ruione mengaku kini Gowes Bike Pontianak sudah jarang melakukan kopi darat.

Sebelum pandemi Covid-19 aktif bersepeda dan selalu ikut acara komunitas. Sekarang karena pandemi harus ditunda dulu. Takut juga tidak dibolehkan. Akan tetapi, meski tidak bersepeda bersama-sama, tetap saja ada anggota yang bersepeda sendiri-sendiri.

“Biasanya tanpa sengaja bertemu di jalan. Selama bersepesa juga tetap menggunakan masker,” curhat Ruione.

Saat ini, Ruione belum memiliki gambaran planning apa yang akan dilakukan Gowes Bike Pontianak. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan akan berakhir. Namun, ia memiliki harapan agar komunitas ini tetap solid dan kompak satu sama lain.

“Berharapnya juga komunitas ini tetap sukses dan pandemi Covid-19 segera berlalu,” pungkasnya.**

BELAKANGAN bersepeda menjadi salah satu olahraga favorit. Hal ini juga dilakukan salah satu komunitas sepeda, Gowes Bike Pontianak. Tidak sekadar bersepeda, banyak juga kegiatan lain yang dilakukan. Namun, bagaimana dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, apakah ada perubahan pada aktivitas komunitas?

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Gowes Bike Pontianak resmi berdiri pada tanggal 24 Januari 2020. Anggota Gowes Bike Pontianak, Ruione mengatakan komunitas ini hadir untuk meramaikan pesepeda dengan tujuan agar masyarakat Pontianak mulai aktif kembali menggunakan sepeda.

Gowes Bike Pontianak cukup aktif melakukan kopi darat atau ajang pertemuan sesama anggota yang dilangsungkan setiap Jumat malam. Kegiatan yang dilakukan adalah night ride atau bersepeda malam keliling Kota Pontianak.

Biasanya para anggota akan mulai (start) dari salah satu gerai market yang berdekatan dengan Pelni menuju arah Kota Baru, Ampera, Sungai Jawi, Korem, Gajah Mada, Veteran, Ahmad Yani dan berakhir (finish) di bundaran Bambu Runcing (Untan).

Selain kopi darat, para anggota terkadang melakukan camping back. Saat itu dilangsungkan di daerah Jungkat, Mempawah serta tempat wisata yang ada di Kota Singkawang. Saat camping back diadakan juga lomba kecil-kecilan untuk memeriahkan suasana.

Ruione menuturkan camping back tidak hanya diisi oleh para anggota saja. Gowes Bike Pontianak juga mengajak komunitas sepeda Pontianak lainnya, seperti Sepedaanyuk, Garasibike, Selasar dan lainnya untuk bergabung dalam agenda ini.

Baca Juga :  Usir Jenuh di Rumah

Ruione menyatakan terkadang ia dan anggota lainnya juga kerap mengisi agenda kopi darat dengan berdiskusi tentang spare part sepeda yang begitu langka. Mulai daru velag, frame dan crank. Terkadang juga membahas modifikasi sepeda.

“Kebanyakan sepeda kami dimodif semua,” ucapnya.

Tidak ada kriteria khusus untuk bergabung dalam komunitas sepeda ini, baik usia maupun jenis sepeda yang digunakan. Tua dan muda bisa gabung. Untuk jenis sepedanya bebas yang terpenting, kata Ruione bisa diengkol.

“Kebanyakan sepeda anggota Gowes Bike Pontianak lebih pada jenis BMX, Fixie, MTB dan Minion,” kata Ruione.

Berbicara mengenai bersepeda di Pontianak, tentu ada tantangan tersendiri yang dirasakan Gowes Bike Pontianak dan komunitas sepeda lainnya, terutama saat night ride, yakni jalur sepeda yang terbatas dan hanya berada di titik-titik tertentu.

Maka dari itu, saat night ride dimulai Gowes Bike Pontianak menyiapkan satu orang untuk menjadi marshal agar rombongan tetap aman saat bersepeda di jalan raya.

Marshal adalah pengawal saat bersepeda. Marshal bertugas mengatur jalan yang akan dilewati anggota selama bersepeda. Meski dinilai sudah teratur, Ruione mengaku tetap ada rasa ngeri bersepeda di jalan raya, karena tidak semua ada jalur sepedanya.

Baca Juga :  Project Kebaikan, Barter Karya untuk Donasi

“Alhamdulilah selama ini anggota Gowes Bike Pontianak tidak ada yang kenapa-kenapa di jalan ataupun tersenggol dengan pemotor lainnya,” ucapnya.

Ruione mengungkapkan biasanya sebelum memulai night ride, pasti akan tetap memberi tahu lebih dulu ke teman-teman anggota untuk menjaga aturan lalu lintas. Dengan begitu pesepada tidak akan mengganggu kendaraan bermotor atau mobil, begitu pun sebaliknya.

Namun, seiring bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19 membuat aktivitas bersepeda jauh berkurang. Pandemi benar-benar membawa pengaruh besar bagi aktivitas bersepeda. Ruione mengaku kini Gowes Bike Pontianak sudah jarang melakukan kopi darat.

Sebelum pandemi Covid-19 aktif bersepeda dan selalu ikut acara komunitas. Sekarang karena pandemi harus ditunda dulu. Takut juga tidak dibolehkan. Akan tetapi, meski tidak bersepeda bersama-sama, tetap saja ada anggota yang bersepeda sendiri-sendiri.

“Biasanya tanpa sengaja bertemu di jalan. Selama bersepesa juga tetap menggunakan masker,” curhat Ruione.

Saat ini, Ruione belum memiliki gambaran planning apa yang akan dilakukan Gowes Bike Pontianak. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan akan berakhir. Namun, ia memiliki harapan agar komunitas ini tetap solid dan kompak satu sama lain.

“Berharapnya juga komunitas ini tetap sukses dan pandemi Covid-19 segera berlalu,” pungkasnya.**

Most Read

Artikel Terbaru

/