23.9 C
Pontianak
Thursday, December 1, 2022

Mengatasi Demam Tanpa Obat Kimia

Selain obat-obatan kimia, ada beragam alternatif lain yang bisa dicoba untuk mengatasi demam pada anak. Diantaranya menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan, bahkan tersedia di rumah. Misalnya, bawang merah, bengkoang, hingga pisang raja.

Oleh: Siti Sulbiyah

Obat sirop umumnya akan menjadi pilihan orang tua untuk menurunkan panas pada anak. Namun, baru-baru ini penggunaan obat sirop dikaitkan dengan kasus gagal ginjal akut di Indonesia. Banyak orangtua pun merasa khawatir memberikan obat penurun demam dalam bentuk sirop pada anak.

Menurut Apoteker, apt. Rise Desnita, S. Farm., M.Si, pada keadaan demam yang sangat tinggi, penggunaan obat kimia merupakan salah satu alternatif yang tepat untuk dipilih. Setidaknya tiga jenis obat yang aman dikonsumsi anak saat demam selama digunakan dalam dosis yang tepat, yakni paracetamol, ibuprofen dan aspirin.  Dia menegaskan bahwa obat-obatan ini sediaannya tak hanya dalam bentuk sirop.

“Contoh sediaannya adalah obat-obatan dalam bentuk tablet hisap atau tablet kunyah,” kataya.

Selain dalam bentuk tablet, ada pula bentuk sediaan suppositoria, yakni obat solid (padat) berbentuk peluru yang dirancang untuk dimasukkan ke dalam anus. Beberapa obat paracetamol sudah tersedia di apotek dalam bentuk sediaan tersebut.

Apoteker, apt. Rise Desnita, S. Farm., M.Si

Lantas adakah pengobatan penurun demam selain menggunakan obat kimia? Menurut Dosen Farmasi Universitas Tanjungpura ini, ada banyak alternatif pengobatan dengan obat-obatan tradisional.

Obat-obatan tradisional untuk mengatasi demam pada anak umumnya memanfaatkan tanaman maupun buah-buahan. Namun, tidak semuanya cocok bagi anak lantaran bentuk dan rasanya yang kurang disukai. Misalnya, daun pepaya dan daun sirsak.

“Sudah banyak sekali tanaman-tanaman yang efektif mengatasi demam. Permasalahannya adalah ketika diberikan ke anak sebagian besar itu tidak bisa diterima oleh mereka karena dari segi rasa yang cenderung pahit dan tidak nyaman di lidah anak,” katanya.

Baca Juga :  Merasa Gagal karena Diabaikan

Meski begitu, ada beberapa jenis obat-obatan tradisional yang yang barangkali bisa digunakan anak lantaran rasanya tidak begitu pekat. Pertama adalah bawang merah. Caranya tidak dengan dikonsumsi melainkan diaplikasikan pada dahi hingga seluruh badan anak.

Bawang merah cukup dihaluskan lalu dicampur dengan minyak. Penggunaan minyak tak hanya berlaku pada minyak makan, namun juga jenis minyak lain seperti minyak zaitun, VCO, atau minyak telon. Pemilihan minyak bisa disesuaikan dengan kondisi kulit anak mengingat setiap anak memiliki sensitivitas yang berbeda.

“Bawang merah ini dibalurkan ke dahi ataupun seluruh tubuh. Bawang merah itu sifatnya melepaskan rasa hangat, itu sama seperti kita mengompres dengan air hangat. Bawang bisa membuat anak yang demam berkeringat dan itu efektif menurunkan panas,” jelasnya.

Kedua, pisang raja. Menurutnya, beberapa anak enggan dioles bagian tubuhnya oleh bawang merah. Ada pula anak yang tak bisa mengontrol tangannya sehingga dikhawatirkan olesan parutan bawang mengenai mata anak dan membuatnya merasa pedih.

Mengaplikasikan pisang raja untuk menurunkan panas cukup mudah. Pisang raja cukup dihaluskan untuk kemudian dikompres ke dahi atau kening anak. Penggunaan pisang dianggap lebih aman, bahkan kalau tertelan pun tak masalah.

“Menurut beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pisang raja di beberapa daerah di Indonesia untuk dikompres pada anak yang demam itu ternyata memang dapat menurunkan panas,” terangnya.

Ketiga, rimpang kunyit. Menurut Wakil Ketua III PD IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Kalimantan Barat ini, kunyit memiliki manfaat sebagai anti-oksidan, anti-radang, dan mampu meningkat daya tahan tubuh. Selain dapat menurunkan panas, kunyit dapat mengatasi radang yang bisa menjadi pemicu terjadinya demam.

Baca Juga :  Ayah Masuk Bui, Ibu Menikah Lagi, Dua Anak Terlantar di Rumah Sendiri

“Demam bisa disebabkan oleh adanya peradangan, entah itu tumbuh gigi, atau penyebab lain. Kunyit bisa menjadi alternatif untuk mengatasinya,” ucapnya.

Pengaplikasiannya adalah dengan meminum air perasan kunyit. Caranya,  terlebih dahulu kunyit diparut kemudian diperas untuk diambil airnya. Tak perlu dilakukan dengan cara direbus karena bisa menghilangkan khasiat yang terkandung dalam tanaman ini. Untuk menghilangkan aroma kunyit, Rise menyarankan menambahkan madu untuk memberikan rasa manis yang cenderung lebih disukai anak.

Keempat, jahe. Tidak semua anak suka jahe, tapi ada pula yang suka. Air rebusan jahe bisa menjadi alternatif pengobatan saat anak demam. Berbeda dengan kunyit, jahe mengandung senyawa aktif yang relatif tahan dengan pemanasan sehingga pengaplikasiannya bisa dengan cara direbus.

“Jadi kalau kita mau bikin rebusannya, jahe bisa dibersihkan dulu, dibakar sebentar di atas kompor kemudian dibersihkan lagi kulitnya. Lalu dipotong kecil-kecil dan direbus. Bisa ditambah madu atau gula untuk menambah nikmat,” tuturnya.

Kelima, bengkoang. Menurut Rise, bengkoang mengandung efek antiastrigent yang bisa mendinginkan sehingga bisa membantu meredakan demam. Pengaplikasianya dilakukan dengan cara diparut kemudian dikompres ke dahi. Selain dikompres, air perasan bengkoang juga bisa diminum.

“Air perasan bengkoang ini menyegarkan, untuk panas dalam juga baik. Alternatif pengobatan ini rasanya bisa diterima anak-anak karena rasanya juga tidak berbau, tawar dan cenderung agak manis,” katanya. **

Selain obat-obatan kimia, ada beragam alternatif lain yang bisa dicoba untuk mengatasi demam pada anak. Diantaranya menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan, bahkan tersedia di rumah. Misalnya, bawang merah, bengkoang, hingga pisang raja.

Oleh: Siti Sulbiyah

Obat sirop umumnya akan menjadi pilihan orang tua untuk menurunkan panas pada anak. Namun, baru-baru ini penggunaan obat sirop dikaitkan dengan kasus gagal ginjal akut di Indonesia. Banyak orangtua pun merasa khawatir memberikan obat penurun demam dalam bentuk sirop pada anak.

Menurut Apoteker, apt. Rise Desnita, S. Farm., M.Si, pada keadaan demam yang sangat tinggi, penggunaan obat kimia merupakan salah satu alternatif yang tepat untuk dipilih. Setidaknya tiga jenis obat yang aman dikonsumsi anak saat demam selama digunakan dalam dosis yang tepat, yakni paracetamol, ibuprofen dan aspirin.  Dia menegaskan bahwa obat-obatan ini sediaannya tak hanya dalam bentuk sirop.

“Contoh sediaannya adalah obat-obatan dalam bentuk tablet hisap atau tablet kunyah,” kataya.

Selain dalam bentuk tablet, ada pula bentuk sediaan suppositoria, yakni obat solid (padat) berbentuk peluru yang dirancang untuk dimasukkan ke dalam anus. Beberapa obat paracetamol sudah tersedia di apotek dalam bentuk sediaan tersebut.

Apoteker, apt. Rise Desnita, S. Farm., M.Si

Lantas adakah pengobatan penurun demam selain menggunakan obat kimia? Menurut Dosen Farmasi Universitas Tanjungpura ini, ada banyak alternatif pengobatan dengan obat-obatan tradisional.

Obat-obatan tradisional untuk mengatasi demam pada anak umumnya memanfaatkan tanaman maupun buah-buahan. Namun, tidak semuanya cocok bagi anak lantaran bentuk dan rasanya yang kurang disukai. Misalnya, daun pepaya dan daun sirsak.

“Sudah banyak sekali tanaman-tanaman yang efektif mengatasi demam. Permasalahannya adalah ketika diberikan ke anak sebagian besar itu tidak bisa diterima oleh mereka karena dari segi rasa yang cenderung pahit dan tidak nyaman di lidah anak,” katanya.

Baca Juga :  Pasien Gangguan Ginjal Akut di Soedarso Meninggal Dunia

Meski begitu, ada beberapa jenis obat-obatan tradisional yang yang barangkali bisa digunakan anak lantaran rasanya tidak begitu pekat. Pertama adalah bawang merah. Caranya tidak dengan dikonsumsi melainkan diaplikasikan pada dahi hingga seluruh badan anak.

Bawang merah cukup dihaluskan lalu dicampur dengan minyak. Penggunaan minyak tak hanya berlaku pada minyak makan, namun juga jenis minyak lain seperti minyak zaitun, VCO, atau minyak telon. Pemilihan minyak bisa disesuaikan dengan kondisi kulit anak mengingat setiap anak memiliki sensitivitas yang berbeda.

“Bawang merah ini dibalurkan ke dahi ataupun seluruh tubuh. Bawang merah itu sifatnya melepaskan rasa hangat, itu sama seperti kita mengompres dengan air hangat. Bawang bisa membuat anak yang demam berkeringat dan itu efektif menurunkan panas,” jelasnya.

Kedua, pisang raja. Menurutnya, beberapa anak enggan dioles bagian tubuhnya oleh bawang merah. Ada pula anak yang tak bisa mengontrol tangannya sehingga dikhawatirkan olesan parutan bawang mengenai mata anak dan membuatnya merasa pedih.

Mengaplikasikan pisang raja untuk menurunkan panas cukup mudah. Pisang raja cukup dihaluskan untuk kemudian dikompres ke dahi atau kening anak. Penggunaan pisang dianggap lebih aman, bahkan kalau tertelan pun tak masalah.

“Menurut beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pisang raja di beberapa daerah di Indonesia untuk dikompres pada anak yang demam itu ternyata memang dapat menurunkan panas,” terangnya.

Ketiga, rimpang kunyit. Menurut Wakil Ketua III PD IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Kalimantan Barat ini, kunyit memiliki manfaat sebagai anti-oksidan, anti-radang, dan mampu meningkat daya tahan tubuh. Selain dapat menurunkan panas, kunyit dapat mengatasi radang yang bisa menjadi pemicu terjadinya demam.

Baca Juga :  Teknik Watercolor Warna Terkesan Lebih Lembut

“Demam bisa disebabkan oleh adanya peradangan, entah itu tumbuh gigi, atau penyebab lain. Kunyit bisa menjadi alternatif untuk mengatasinya,” ucapnya.

Pengaplikasiannya adalah dengan meminum air perasan kunyit. Caranya,  terlebih dahulu kunyit diparut kemudian diperas untuk diambil airnya. Tak perlu dilakukan dengan cara direbus karena bisa menghilangkan khasiat yang terkandung dalam tanaman ini. Untuk menghilangkan aroma kunyit, Rise menyarankan menambahkan madu untuk memberikan rasa manis yang cenderung lebih disukai anak.

Keempat, jahe. Tidak semua anak suka jahe, tapi ada pula yang suka. Air rebusan jahe bisa menjadi alternatif pengobatan saat anak demam. Berbeda dengan kunyit, jahe mengandung senyawa aktif yang relatif tahan dengan pemanasan sehingga pengaplikasiannya bisa dengan cara direbus.

“Jadi kalau kita mau bikin rebusannya, jahe bisa dibersihkan dulu, dibakar sebentar di atas kompor kemudian dibersihkan lagi kulitnya. Lalu dipotong kecil-kecil dan direbus. Bisa ditambah madu atau gula untuk menambah nikmat,” tuturnya.

Kelima, bengkoang. Menurut Rise, bengkoang mengandung efek antiastrigent yang bisa mendinginkan sehingga bisa membantu meredakan demam. Pengaplikasianya dilakukan dengan cara diparut kemudian dikompres ke dahi. Selain dikompres, air perasan bengkoang juga bisa diminum.

“Air perasan bengkoang ini menyegarkan, untuk panas dalam juga baik. Alternatif pengobatan ini rasanya bisa diterima anak-anak karena rasanya juga tidak berbau, tawar dan cenderung agak manis,” katanya. **

Most Read

Artikel Terbaru

/