alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Literasi dan Ilmu Pengetahuan

Oleh: Dina Mariana *

Pembentukan kemampuan manusia untuk menggunakan akalnya dapat dilakukan dengan pendidikan. Pemanfaatan rasionalitas dapat menjadi jawaban dalam menghadapi berbagai permasalahan yang muncul di masa mendatang. Pendidikan juga merupakan usaha sadar yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu tujuan pendidikan yaitu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan yang baik, perkembangan zaman akan mudah diikuti, terutama ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat dan persaingan yang sangat ketat menuntut manusia untuk mampu terus menerus belajar menguasai berbagai ilmu dan teknologi secara cepat. Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dipelajari manusia dengan penggunaan penguasaan literasi (keaksaraan dan kewicaraan) yang memadai. Sebaliknya, kemampuan literasi yang tinggi dapat pula mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke arah tingkatan yang lebih tinggi lagi.

Belajar merupakan proses mental yang aktif untuk mencapai, mengingat dan menggunakan pengetahuan. Berdasarkan teori Piaget, guru harus mempertimbangkan perkembangan kognitif anak ketika menyusun suatu materi pembelajaran. Dengan melihat tahapan tahapan perkembangan anak dapat ditentukan apakah anak sudah siap dengan penjelasan–penjelasan abstrak dan logis seperti menerangkan beberapa tata bahasa secara eksplisit lengkap dengan analisis unsur–unsur katanya, atau menerangkan kata–kata kunci dari teks–teks yang diajarkan pada anak.

Tujuan pendidikan secara umum untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga sebagai guru dengan bekal membagi ilmu yang diajarkan guru jelas harus menampakkan terjadinya perubahan dalam diri siswa–siswi. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang sulit menjadi mudah, dari tidak paham menjadi paham, dari yang tidak mengerti menjadi mengerti serta dari yang tidak terarah menjadi terarah.

Dunia yang tidak berhenti berkembang dan ilmu pengetahuan yang tidak berhenti. Sejak kita dilahirkan bahkan sebelumnya, orangtua telah mengajarkan tentang literasi. Hal baik yang diajarkan oleh ayah dan ibu sejak dalam kandungan. Membaca, berbicara dan mendengarkan hal baik, saat orangtua atau ibu mengandung anak. Hal ini menjadi sebuah keniscayaan bahwa literasi akan menjadikan manusia memiliki ilmu pengetahuan yang baik. Hingga segala sesuatu mengarah pada dunia modern yang serba canggih.

Baca Juga :  Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pelajaran

Bahkan makin berkembang pesatnya dunia hingga menembus batas yang lebih luas, yakni adanya globalisasi, dalam sendi kehidupan manusia. Lebih maju, lebih modern dan lebih terbuka dalam segala hal. Secara umum dampak globalisasi menyentuh berbagai bidang kehidupan manusia termasuk pendidikan. Kurikulum pendidikan terus berubah untuk memenuhi tuntutan pendidikan abad 21.

Sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, tantangan pendidikan abad 21 yakni membangun masyarakat berpengetahuan (knowledge based society) yang memiliki keterampilan melek TIK dan media, keterampilan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, keterampilan berkomunikasi efektif dan keterampilan bekerjasama secara kolaboratif. Peran guru, sekolah, masyarakat dan pemerintah secara bersama diperlukan untuk menjawab tantangan pendidikan abad 21. Termasuk didalamnya adanya literasi berdaya pada siswa di sekolah dalam menghadapi segala bentuk perubahan.

Guru sebagai panutan serta sebagai orangtua yang mengayomi dan mengasuh siswa–siswinya yang berada di lingkungan formal. Sejalan dengan profesional guru tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih dan mengevaluasi peserta didik di jalur pendidikan formal. Guru juga memiliki peran yang bersifat multifungsi, lebih dari sekedar yang kita tuangkan pada produk hukum tentang guru. Yang mengajarkan ilmu pengetahuan dengan dukungan literasi yang cakap, guru mengajarkan siswa untuk menyikapi setiap sendi kehidupan secara bijak. Bersikap mawas diri serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif.

Baca Juga :  Pembelajaran Online di Masa Covid-19

Memandang pentingnya literasi dalam segala hal, serta bisa melihat situasi dan kondisi yang lebih baik dalam mengambil tindakan dimana saja. Baik di lingkungan pembelajaran sekolah, di rumah juga lingkungan masyarakat. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan membaca dan menulis saja. Kemampuan literasi juga mencakup pengetahuan seseorang berkomunikasi di masyarakat, sehingga gerakan literasi terus digaungkan.

Sebagai bekal dalam melewati semua perkembangan zaman  beserta teknologi yang ada. Kecanggihan teknologi saat ini menuntut sumber daya manusia akan mengikuti sesuai dengan kontribusi dalam pembangunan. Literasi diperlukan dalam segala lini kehidupan manusia karena kemampuan literasi ini bisa menjadi kunci manusia untuk berproses menjadi manusia yang lebih berpengetahuan dan berperadaban. Salah satu cara sederhana  yang bisa ditempuh meningkatkan kemampuan literasi ini adalah dengan banyak membaca buku.

Guru sebagai motivasi baik yang bersifat internal maupun eksternal merupakan kunci utama kesuksesan para siswa pada semua level pendidikan yang ada. Motivasi merupakan motor utama penggerak dunia, tanpa motivasi yang kuat, tidak akan ada tindakan nyata untuk belajar lebih giat.

Literasi dan ilmu pengetahuan yang terkait erat dalam membangun generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Pendidikan karakter yang tangguh untuk membangun negeri. Cerdas berliterasi dalam ilmu pengetahuan, menyikapi perkembangan dunia yang global sehingga tak ketinggalan dengan hal yang dirasa canggih. Itu sebabnya, bila ingin tahu maka membacalah, jika ingin didengar maka berbicaralah, jika ingin dikenang baik maka menulislah kebaikan. Literasi sederhana ini menjadi sumber ilmu pengetahuan dalam menciptakan sumber daya manusia yang hebat.

*)penulis adalah guru di SDN 04 Tanjung Selong

Oleh: Dina Mariana *

Pembentukan kemampuan manusia untuk menggunakan akalnya dapat dilakukan dengan pendidikan. Pemanfaatan rasionalitas dapat menjadi jawaban dalam menghadapi berbagai permasalahan yang muncul di masa mendatang. Pendidikan juga merupakan usaha sadar yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu tujuan pendidikan yaitu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan yang baik, perkembangan zaman akan mudah diikuti, terutama ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat dan persaingan yang sangat ketat menuntut manusia untuk mampu terus menerus belajar menguasai berbagai ilmu dan teknologi secara cepat. Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dipelajari manusia dengan penggunaan penguasaan literasi (keaksaraan dan kewicaraan) yang memadai. Sebaliknya, kemampuan literasi yang tinggi dapat pula mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke arah tingkatan yang lebih tinggi lagi.

Belajar merupakan proses mental yang aktif untuk mencapai, mengingat dan menggunakan pengetahuan. Berdasarkan teori Piaget, guru harus mempertimbangkan perkembangan kognitif anak ketika menyusun suatu materi pembelajaran. Dengan melihat tahapan tahapan perkembangan anak dapat ditentukan apakah anak sudah siap dengan penjelasan–penjelasan abstrak dan logis seperti menerangkan beberapa tata bahasa secara eksplisit lengkap dengan analisis unsur–unsur katanya, atau menerangkan kata–kata kunci dari teks–teks yang diajarkan pada anak.

Tujuan pendidikan secara umum untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga sebagai guru dengan bekal membagi ilmu yang diajarkan guru jelas harus menampakkan terjadinya perubahan dalam diri siswa–siswi. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang sulit menjadi mudah, dari tidak paham menjadi paham, dari yang tidak mengerti menjadi mengerti serta dari yang tidak terarah menjadi terarah.

Dunia yang tidak berhenti berkembang dan ilmu pengetahuan yang tidak berhenti. Sejak kita dilahirkan bahkan sebelumnya, orangtua telah mengajarkan tentang literasi. Hal baik yang diajarkan oleh ayah dan ibu sejak dalam kandungan. Membaca, berbicara dan mendengarkan hal baik, saat orangtua atau ibu mengandung anak. Hal ini menjadi sebuah keniscayaan bahwa literasi akan menjadikan manusia memiliki ilmu pengetahuan yang baik. Hingga segala sesuatu mengarah pada dunia modern yang serba canggih.

Baca Juga :  Peran Tri Sentra Pendidikan untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila

Bahkan makin berkembang pesatnya dunia hingga menembus batas yang lebih luas, yakni adanya globalisasi, dalam sendi kehidupan manusia. Lebih maju, lebih modern dan lebih terbuka dalam segala hal. Secara umum dampak globalisasi menyentuh berbagai bidang kehidupan manusia termasuk pendidikan. Kurikulum pendidikan terus berubah untuk memenuhi tuntutan pendidikan abad 21.

Sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, tantangan pendidikan abad 21 yakni membangun masyarakat berpengetahuan (knowledge based society) yang memiliki keterampilan melek TIK dan media, keterampilan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, keterampilan berkomunikasi efektif dan keterampilan bekerjasama secara kolaboratif. Peran guru, sekolah, masyarakat dan pemerintah secara bersama diperlukan untuk menjawab tantangan pendidikan abad 21. Termasuk didalamnya adanya literasi berdaya pada siswa di sekolah dalam menghadapi segala bentuk perubahan.

Guru sebagai panutan serta sebagai orangtua yang mengayomi dan mengasuh siswa–siswinya yang berada di lingkungan formal. Sejalan dengan profesional guru tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih dan mengevaluasi peserta didik di jalur pendidikan formal. Guru juga memiliki peran yang bersifat multifungsi, lebih dari sekedar yang kita tuangkan pada produk hukum tentang guru. Yang mengajarkan ilmu pengetahuan dengan dukungan literasi yang cakap, guru mengajarkan siswa untuk menyikapi setiap sendi kehidupan secara bijak. Bersikap mawas diri serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan inovatif.

Baca Juga :  Pengembangan Diri Bagi Guru Analytical Observer

Memandang pentingnya literasi dalam segala hal, serta bisa melihat situasi dan kondisi yang lebih baik dalam mengambil tindakan dimana saja. Baik di lingkungan pembelajaran sekolah, di rumah juga lingkungan masyarakat. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan membaca dan menulis saja. Kemampuan literasi juga mencakup pengetahuan seseorang berkomunikasi di masyarakat, sehingga gerakan literasi terus digaungkan.

Sebagai bekal dalam melewati semua perkembangan zaman  beserta teknologi yang ada. Kecanggihan teknologi saat ini menuntut sumber daya manusia akan mengikuti sesuai dengan kontribusi dalam pembangunan. Literasi diperlukan dalam segala lini kehidupan manusia karena kemampuan literasi ini bisa menjadi kunci manusia untuk berproses menjadi manusia yang lebih berpengetahuan dan berperadaban. Salah satu cara sederhana  yang bisa ditempuh meningkatkan kemampuan literasi ini adalah dengan banyak membaca buku.

Guru sebagai motivasi baik yang bersifat internal maupun eksternal merupakan kunci utama kesuksesan para siswa pada semua level pendidikan yang ada. Motivasi merupakan motor utama penggerak dunia, tanpa motivasi yang kuat, tidak akan ada tindakan nyata untuk belajar lebih giat.

Literasi dan ilmu pengetahuan yang terkait erat dalam membangun generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Pendidikan karakter yang tangguh untuk membangun negeri. Cerdas berliterasi dalam ilmu pengetahuan, menyikapi perkembangan dunia yang global sehingga tak ketinggalan dengan hal yang dirasa canggih. Itu sebabnya, bila ingin tahu maka membacalah, jika ingin didengar maka berbicaralah, jika ingin dikenang baik maka menulislah kebaikan. Literasi sederhana ini menjadi sumber ilmu pengetahuan dalam menciptakan sumber daya manusia yang hebat.

*)penulis adalah guru di SDN 04 Tanjung Selong

Most Read

Artikel Terbaru

/