alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Tolok Ukur Mutu Pembelajaran

Oleh: Siti Khasanah, S.Pd

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam melaksanakan pembelajaran bersama siswa. Keadaan tersebut menunjukan bahwa kedudukan guru yang tidak dapat digantikan dengan media apapun. Sehingga keberadaannya sebagai ujung tombak pembelajaran harus tetap ada. Artinya, merujuk bahwa guru harus selalu ada dalam proses belajar mengajar.

Menjadi guru adalah sebuah pilihan. Pilihan hidup yang merupakan tanggung jawab dalam mendidik dan memberikan teladan baik pada siswa. Beberapa fungsi guru sehubungan dengan tugasnya selaku pengajar adalah guru sebagai informator, organisator, motivator, pengarah, inisiator, fasilitator dan mediator.

Selain itu, juga membimbing dan mengarahkan hingga peserta didik dari tidak tahu menjadi tahu serta dari tahu menjadi faham dan mahir dalam melakukan hal baik di dunia pendidikan. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah adalah peran, fungsi dan tanggung jawab guru, mengingat guru merupakan orang yang secara langsung berhadapan dengan peserta didik dalam melaksanakan PBM, sehingga pada akhirnya hasil pendidikan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Keadaan tersebut dapat terlaksana apabila ditunjang dengan adanya upaya peningkatan kemampuan guru dalam mengelola dan berperan langsung dalam mengajar serta mendidik para siswanya. Guru merupakan pelaksana terdepan pendidikan anak–anak di sekolah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendefinisikan pengertian mutu pendidikan yakni kemampuan sekolah dalam pengelolaan sekolah secara operasional dan efisien terhadap komponen–komponen yang berkaitan dengan sekolah, sehingga menghasilkan nilai tambah terhadap komponen tersebut menurut norma atau standar yang berlaku.

Berdasarkan pengertian tersebut diungkapkan bahwa pada dasarnya mutu pendidikan merupakan kemampuan sekolah dalam menghasilkan nilai tambah yang diperolehnya menurut standar yang berlaku. Bertitik tolak dari pemikiran tersebut, maka mutu pembelajaran merupakan kemampuan yang dimiliki oleh sekolah dalam penyelenggaraan pembelajaran secara efektif dan efisien.

Baca Juga :  Buku dan Spirit Literasi di Masa Pandemi Covid-19

Mutu pembelajaran merupakan kemampuan yang dimiliki oleh sekolah dalam penyelenggaraan pembelajaran secara efektif dan efisien, sehingga menghasilkan manfaat yang bernilai tinggi bagi pencapaian tujuan pengajaran yang telah ditentukan. Komponen–komponen peningkatan mutu yang ikut andil dalam pelaksanannya adalah penampilan guru, penguasaan materi/kurikulum, penggunaan metode mengajar, pendayagunaan alat/fasilitas pendidikan, penyelengaraan pembelajaran dan evaluasi dan pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstra-kurikuler.

Sebagai wujud nyata dari guru untuk meningkatkan kompetensi pribadi yang menunjang terhadap peningkatan peran dan fungsi guru tersebut, maka usaha–usaha konkrit yang dapat dilakukan antara lain guru sebagai demonstrator, mengetahui kurikulum pembelajaran secara keseluruhan, membaca dan mempelajari materi yang akan diajarkan, melatih diri di depan cermin atau rekan sejawat mengenai cara menyampaikan materi yang baik serta mengetahui dan mempelajari cara memperagakan hal–hal yang diajarkannya secara didaktis.

Guru sebagai pengelola kelas yakni mengetahui dan memahami aspek–aspek yang berhubungan dengan psikologis siswa, mengetahui latar belakang, sifat, sikap, perilaku dan kemauan siswa yang berhubungan dengan pembelajaran serta mengetahui cara–cara memberikan sanksi dan memotivasi siswa yang diarahkan kepada tujuan pembelajaran.

Peran guru sebagai mediator dan fasilitator yakni mengetahui, memahami dan berketerampilan dalam menggunakan media pengajaran serta mampu berpikir kritis untuk memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran bagi siswa. Sedangkan guru sebagai evaluator yakni mampu menyusun alat evaluasi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa, menilai diri sendiri (self evaluation) untuk mengukur keberhasilan dalam menyampaikan materi pelajaran.

Dapat juga melalui rekan sejawat serta mampu melakukan penilaian terhadap hasil prestasi belajar siswa, sehingga dapat diketahui kelemahan dan kekurangan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Semua kegiatan tersebut dapat diperoleh guru dalam bentuk wadah pembinaan profesional, pendidikan dan pelatihan serta peningkatan kompetensi secara pribadi atau pendidikan lanjutan.

Baca Juga :  “Let’s Have Fun” Tingkatkan Keterampilan Berbicara

Bagaimana mengukur keberhasilan pembelajaran, guru menjadi media tolak ukur keberhasilan pendidikan. Peran guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran menempati posisi yang secara langsung sangat menentukan keberhasilannya, mengingat guru sebagai figur yang secara langsung terlibat dalam pembelajaran di dalam kelas.

Semua fungsi dan peran guru tersebut hendaknya dilakukan dengan hati dan konsekuensi. Artinya guru akan terus berbuat dan mengabdikan di dunia pendidikan terutama demi mencerdaskan anak didik. Mutu pembelajaran yang baik dengan melaksanakan semua kegiatan profesionalisme guru kiranya mampu menghasilkan generasi yang kompeten di segala bidang.

Guru menjadi tolak ukur dalam menentukan pendidikan dan mutu pembelajaran yang baik. Jika guru telah bekerja secara maksimal maka kualitas dan mutu pembelajaran akan menjadi baik pula. Dengan sendirinya tujuan dari pendidikan melalui pembelajaran yang aktif dan profesional sudah terwujud dengan baik.

Agar kegiatan pembekalan lebih efektif langkah yang perlu dilakukan adalah dengan terlebih dahulu menganalisis permasalahan–permasalahan yang dihadapi guru serta kebutuhannya sehubungan dengan pelaksanaan tugas mengajar di sekolah. Kegiatan analisis ini penting dilakukan, sehingga pembekalan lebih berarti dan sesuai dengan kebutuhan guru.

Jika sikap profesional telah dimiliki, maka secara otomatis guru sebagaitolokukurmutu pembelajaran akan dicapai secara optimal yang ditandai oleh prestasi belajar siswa meningkat, lulusan mampu bersaing dengan sekolah lain dan presentase lulusan banyak diterima di sekolah unggulan. Guru harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran siswa agar proses pendidikan dapat berjalan efektif dan efisien, guru dituntut memiliki kompetensi yang memadai, baik dari segi jenis maupun isinya.

*)penulis adalah guru di SDN 19 Tanjung Periuk

Oleh: Siti Khasanah, S.Pd

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam melaksanakan pembelajaran bersama siswa. Keadaan tersebut menunjukan bahwa kedudukan guru yang tidak dapat digantikan dengan media apapun. Sehingga keberadaannya sebagai ujung tombak pembelajaran harus tetap ada. Artinya, merujuk bahwa guru harus selalu ada dalam proses belajar mengajar.

Menjadi guru adalah sebuah pilihan. Pilihan hidup yang merupakan tanggung jawab dalam mendidik dan memberikan teladan baik pada siswa. Beberapa fungsi guru sehubungan dengan tugasnya selaku pengajar adalah guru sebagai informator, organisator, motivator, pengarah, inisiator, fasilitator dan mediator.

Selain itu, juga membimbing dan mengarahkan hingga peserta didik dari tidak tahu menjadi tahu serta dari tahu menjadi faham dan mahir dalam melakukan hal baik di dunia pendidikan. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah adalah peran, fungsi dan tanggung jawab guru, mengingat guru merupakan orang yang secara langsung berhadapan dengan peserta didik dalam melaksanakan PBM, sehingga pada akhirnya hasil pendidikan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Keadaan tersebut dapat terlaksana apabila ditunjang dengan adanya upaya peningkatan kemampuan guru dalam mengelola dan berperan langsung dalam mengajar serta mendidik para siswanya. Guru merupakan pelaksana terdepan pendidikan anak–anak di sekolah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendefinisikan pengertian mutu pendidikan yakni kemampuan sekolah dalam pengelolaan sekolah secara operasional dan efisien terhadap komponen–komponen yang berkaitan dengan sekolah, sehingga menghasilkan nilai tambah terhadap komponen tersebut menurut norma atau standar yang berlaku.

Berdasarkan pengertian tersebut diungkapkan bahwa pada dasarnya mutu pendidikan merupakan kemampuan sekolah dalam menghasilkan nilai tambah yang diperolehnya menurut standar yang berlaku. Bertitik tolak dari pemikiran tersebut, maka mutu pembelajaran merupakan kemampuan yang dimiliki oleh sekolah dalam penyelenggaraan pembelajaran secara efektif dan efisien.

Baca Juga :  Penerapan Sistem Among Ki Hajar Dewantara dengan Sikap Guru

Mutu pembelajaran merupakan kemampuan yang dimiliki oleh sekolah dalam penyelenggaraan pembelajaran secara efektif dan efisien, sehingga menghasilkan manfaat yang bernilai tinggi bagi pencapaian tujuan pengajaran yang telah ditentukan. Komponen–komponen peningkatan mutu yang ikut andil dalam pelaksanannya adalah penampilan guru, penguasaan materi/kurikulum, penggunaan metode mengajar, pendayagunaan alat/fasilitas pendidikan, penyelengaraan pembelajaran dan evaluasi dan pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstra-kurikuler.

Sebagai wujud nyata dari guru untuk meningkatkan kompetensi pribadi yang menunjang terhadap peningkatan peran dan fungsi guru tersebut, maka usaha–usaha konkrit yang dapat dilakukan antara lain guru sebagai demonstrator, mengetahui kurikulum pembelajaran secara keseluruhan, membaca dan mempelajari materi yang akan diajarkan, melatih diri di depan cermin atau rekan sejawat mengenai cara menyampaikan materi yang baik serta mengetahui dan mempelajari cara memperagakan hal–hal yang diajarkannya secara didaktis.

Guru sebagai pengelola kelas yakni mengetahui dan memahami aspek–aspek yang berhubungan dengan psikologis siswa, mengetahui latar belakang, sifat, sikap, perilaku dan kemauan siswa yang berhubungan dengan pembelajaran serta mengetahui cara–cara memberikan sanksi dan memotivasi siswa yang diarahkan kepada tujuan pembelajaran.

Peran guru sebagai mediator dan fasilitator yakni mengetahui, memahami dan berketerampilan dalam menggunakan media pengajaran serta mampu berpikir kritis untuk memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran bagi siswa. Sedangkan guru sebagai evaluator yakni mampu menyusun alat evaluasi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa, menilai diri sendiri (self evaluation) untuk mengukur keberhasilan dalam menyampaikan materi pelajaran.

Dapat juga melalui rekan sejawat serta mampu melakukan penilaian terhadap hasil prestasi belajar siswa, sehingga dapat diketahui kelemahan dan kekurangan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Semua kegiatan tersebut dapat diperoleh guru dalam bentuk wadah pembinaan profesional, pendidikan dan pelatihan serta peningkatan kompetensi secara pribadi atau pendidikan lanjutan.

Baca Juga :  Buku dan Spirit Literasi di Masa Pandemi Covid-19

Bagaimana mengukur keberhasilan pembelajaran, guru menjadi media tolak ukur keberhasilan pendidikan. Peran guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran menempati posisi yang secara langsung sangat menentukan keberhasilannya, mengingat guru sebagai figur yang secara langsung terlibat dalam pembelajaran di dalam kelas.

Semua fungsi dan peran guru tersebut hendaknya dilakukan dengan hati dan konsekuensi. Artinya guru akan terus berbuat dan mengabdikan di dunia pendidikan terutama demi mencerdaskan anak didik. Mutu pembelajaran yang baik dengan melaksanakan semua kegiatan profesionalisme guru kiranya mampu menghasilkan generasi yang kompeten di segala bidang.

Guru menjadi tolak ukur dalam menentukan pendidikan dan mutu pembelajaran yang baik. Jika guru telah bekerja secara maksimal maka kualitas dan mutu pembelajaran akan menjadi baik pula. Dengan sendirinya tujuan dari pendidikan melalui pembelajaran yang aktif dan profesional sudah terwujud dengan baik.

Agar kegiatan pembekalan lebih efektif langkah yang perlu dilakukan adalah dengan terlebih dahulu menganalisis permasalahan–permasalahan yang dihadapi guru serta kebutuhannya sehubungan dengan pelaksanaan tugas mengajar di sekolah. Kegiatan analisis ini penting dilakukan, sehingga pembekalan lebih berarti dan sesuai dengan kebutuhan guru.

Jika sikap profesional telah dimiliki, maka secara otomatis guru sebagaitolokukurmutu pembelajaran akan dicapai secara optimal yang ditandai oleh prestasi belajar siswa meningkat, lulusan mampu bersaing dengan sekolah lain dan presentase lulusan banyak diterima di sekolah unggulan. Guru harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran siswa agar proses pendidikan dapat berjalan efektif dan efisien, guru dituntut memiliki kompetensi yang memadai, baik dari segi jenis maupun isinya.

*)penulis adalah guru di SDN 19 Tanjung Periuk

Most Read

Artikel Terbaru

/