alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

“Let’s Have Fun” Tingkatkan Keterampilan Berbicara

Oleh Nana Silvia, S.Pd*

Pembelajaran keterampilan berbicara merupakan perkara yang tidak mudah apalagi pembelajaran  berbicara dalam bahasa asing misalnya Bahasa Inggris. Kendala yang dihadapi oleh guru karena peserta  didik merasa pelajaran Bahasa Inggris itu sulit, membosankan, stersfell, dan merasa kurang percaya diri.

Untuk mengatasi hal tersebut guru harus kreatif menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Sebagaimana yang diamanatkan dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007  tentang Standar Proses  bahwa untuk mencapai kompetensi dasar proses pembelajaran harus dilakukan interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berparrtisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Bermain merupakan dunia anak. DePotter dalam bukunya Quantum Teaching menyebutkan hanya dengan perancangan pengajaran kita dapat menyeberang ke dunia mereka dan membawa mereka ke dunia kita. Dengan memasuki dunia mereka berarti kita membangun kemitraan dengan mereka dalam pembelajaran.

Salah satu pembelajaran keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris yang sesuai dengan hal tersebut adalah Let’s Have Fun. Let’s Have Fun yang dimaksudkan penulis adalah pembelajaran yang berbasis permainan. Di dalam pembelajaran ini peserta didik diajak bermain sambil belajar.

Secara sederhana, Let’s Have Fun sebagai pembuka pelajaran dan aktivitas pembuka untuk keterampilan berbicara, dimana peserta didik melakukan  pembentukkan tim untuk mengenal satu sama lain atau menciptakan semangat kerjasama dan kesalingtergantungan. Dalam hal ini, peserta didik terlibat langsung terhadap pelajaran.

Dalam kaitannya dengan pembelajaran, hal ini meyakini bahwa peserta didik yang diajar dengan cara belajar Let’s have Fun akan bisa meningkatkan keterampilan berbicara dengan penuh percaya diri, kegembiraan, dan memotivasi mereka untuk menguasai pelajaran yang paling menjenuhkan sekalipun.

Baca Juga :  Pentingnya Literasi Digital di Masa Pandemi

Pembelajaran Let’Have Fun perlu dipersiapkan guru secara matang. Sebelum melaksanakan pembelajaran Let’s have Fun, pada tahap awal guru  harus mengenal karakteristik peserta didik. Selanjutnya guru menyusun perencanaan strategi pembelajaran, dan menentukan evaluasi.

Selama proses belajar mengajar berlangsung guru dapat melakukan observasi sederhana tentang bagaimana reaksi peserta didik terhadap metode pembelajaran tersebut, tugas apa yang mereka sukai dan tugas apa yang tidak mereka sukai. Selain observasi di kelas, guru juga dapat juga melakukan observasi di luar kelas, misalnya pada saat istirahat atau waktu luang lainnya. Pada waktu seperti itu biasanya peserta didik lebih bebas mengekspresikan kemampuannnya.

Setelah kepribadian peserta didik di kelas diketahui, guru menyusun perencanaan dan strategi pembelajaran.Perencanaan pembelajaran dalam hal ini adalah syllabus dan RPP (Permendiknas nomor 41 Tahun 2007). Pada tahap perencanaan ini guru perlu memikirkan strategi bagaimana memasukkan kepribadian dalam pembelajaran.

Upaya guru untuk mendorong peserta didik berbicara dapat dilakukan dengan memfasiltasi peserta didik untuk bekerja kelompok, membantu anak  untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi lisan, menyediakan permainan kelompok. Guru juga dapat memotivasi peserta didik untuk bergabung dengan kelompok atau sanggar.

Tahap selanjutnya adalah merancang dan melaksanakan evaluasi atau penilaian. Dalam Standar Penilaian (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007) ditandaskan bahwa penilaian merupakan bagian integral dari pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai tehnik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. Ketentuan itu sejalan dengan Santrock (2010; 637) yang menjelaskan bahwa dalam strategi penilaian kontemporer, penilaian bukan hanya sekadar tes atau ujian.

Baca Juga :  Implementasi Belajar dari Rumah (BDR)

Bentuk evaluasi yang sesuai dengan keterampilan berbicara melalui pembelajaran Let’s Have Fun dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung yaitu uji petik kerja. Dalam hal ini guru langsung menilai selama mereka aktif berpartisipasi dalam pembelajaran.

Secara sederhana contoh pelaksanaan pembelajaran Let’s Have Fun dalam keterampilan berbicara adalah sebagai berikut. Pada kegiatan pendahuluan guru membuka pelajaran dengan menyapa dan meminta peserta didik bercerita tentang cuaca yang mereka rasakan. Kemudian guru dan peserta didik bertanya jawab  untuk mengaitkan materi dengan kompetensi dasar yang akan diajarkan. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar. Setelah itu menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan.

Selanjutnya masuk pada kegiatan inti yang meliputi proses eksplorasi, elaborasi  dan konfirmasi. Pada kegiatan eksplorasi ini guru memanfaatkan peserta didik untuk mencari dan menemukan konsep-konsep pembelajaran dengan cara belajar kelompok. Kemudian guru mengajak peserta didik mengamati yang ada pada lingkungan sekolah. Pada kegiatan elaborasi, guru menfasilitasi peserta didik membuat laporan secara berkelompok. kemudian pada kegiatan konfirmasi meminta peserta didik untuk mempresentasikan melakukan permaianan yang dibuat dalam bentuk dialog Dalam kegiatan penutup guru memfasilitasi peserta didik untuk mereflksi kegiatan pembelajaran.

Semoga saja dengan pembelajaran Let’s Have Fun dapat mengoptimalkan kemampuan keterampilan berbicara peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran aktif, kreatif, inspiratif, menarik dan menyenangkan peserta didik tentu akan tercapai.

(*Guru SMP Negeri 19 Pontianak)

Oleh Nana Silvia, S.Pd*

Pembelajaran keterampilan berbicara merupakan perkara yang tidak mudah apalagi pembelajaran  berbicara dalam bahasa asing misalnya Bahasa Inggris. Kendala yang dihadapi oleh guru karena peserta  didik merasa pelajaran Bahasa Inggris itu sulit, membosankan, stersfell, dan merasa kurang percaya diri.

Untuk mengatasi hal tersebut guru harus kreatif menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Sebagaimana yang diamanatkan dalam Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007  tentang Standar Proses  bahwa untuk mencapai kompetensi dasar proses pembelajaran harus dilakukan interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berparrtisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Bermain merupakan dunia anak. DePotter dalam bukunya Quantum Teaching menyebutkan hanya dengan perancangan pengajaran kita dapat menyeberang ke dunia mereka dan membawa mereka ke dunia kita. Dengan memasuki dunia mereka berarti kita membangun kemitraan dengan mereka dalam pembelajaran.

Salah satu pembelajaran keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris yang sesuai dengan hal tersebut adalah Let’s Have Fun. Let’s Have Fun yang dimaksudkan penulis adalah pembelajaran yang berbasis permainan. Di dalam pembelajaran ini peserta didik diajak bermain sambil belajar.

Secara sederhana, Let’s Have Fun sebagai pembuka pelajaran dan aktivitas pembuka untuk keterampilan berbicara, dimana peserta didik melakukan  pembentukkan tim untuk mengenal satu sama lain atau menciptakan semangat kerjasama dan kesalingtergantungan. Dalam hal ini, peserta didik terlibat langsung terhadap pelajaran.

Dalam kaitannya dengan pembelajaran, hal ini meyakini bahwa peserta didik yang diajar dengan cara belajar Let’s have Fun akan bisa meningkatkan keterampilan berbicara dengan penuh percaya diri, kegembiraan, dan memotivasi mereka untuk menguasai pelajaran yang paling menjenuhkan sekalipun.

Baca Juga :  Kreatifitas Guru dan Inovasi PJJ di Masa Pandemi Covid-19

Pembelajaran Let’Have Fun perlu dipersiapkan guru secara matang. Sebelum melaksanakan pembelajaran Let’s have Fun, pada tahap awal guru  harus mengenal karakteristik peserta didik. Selanjutnya guru menyusun perencanaan strategi pembelajaran, dan menentukan evaluasi.

Selama proses belajar mengajar berlangsung guru dapat melakukan observasi sederhana tentang bagaimana reaksi peserta didik terhadap metode pembelajaran tersebut, tugas apa yang mereka sukai dan tugas apa yang tidak mereka sukai. Selain observasi di kelas, guru juga dapat juga melakukan observasi di luar kelas, misalnya pada saat istirahat atau waktu luang lainnya. Pada waktu seperti itu biasanya peserta didik lebih bebas mengekspresikan kemampuannnya.

Setelah kepribadian peserta didik di kelas diketahui, guru menyusun perencanaan dan strategi pembelajaran.Perencanaan pembelajaran dalam hal ini adalah syllabus dan RPP (Permendiknas nomor 41 Tahun 2007). Pada tahap perencanaan ini guru perlu memikirkan strategi bagaimana memasukkan kepribadian dalam pembelajaran.

Upaya guru untuk mendorong peserta didik berbicara dapat dilakukan dengan memfasiltasi peserta didik untuk bekerja kelompok, membantu anak  untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi lisan, menyediakan permainan kelompok. Guru juga dapat memotivasi peserta didik untuk bergabung dengan kelompok atau sanggar.

Tahap selanjutnya adalah merancang dan melaksanakan evaluasi atau penilaian. Dalam Standar Penilaian (Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007) ditandaskan bahwa penilaian merupakan bagian integral dari pembelajaran. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai tehnik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik. Ketentuan itu sejalan dengan Santrock (2010; 637) yang menjelaskan bahwa dalam strategi penilaian kontemporer, penilaian bukan hanya sekadar tes atau ujian.

Baca Juga :  Kajian Teknologi Sebagai Mitra Intelektual Pendidikan

Bentuk evaluasi yang sesuai dengan keterampilan berbicara melalui pembelajaran Let’s Have Fun dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung yaitu uji petik kerja. Dalam hal ini guru langsung menilai selama mereka aktif berpartisipasi dalam pembelajaran.

Secara sederhana contoh pelaksanaan pembelajaran Let’s Have Fun dalam keterampilan berbicara adalah sebagai berikut. Pada kegiatan pendahuluan guru membuka pelajaran dengan menyapa dan meminta peserta didik bercerita tentang cuaca yang mereka rasakan. Kemudian guru dan peserta didik bertanya jawab  untuk mengaitkan materi dengan kompetensi dasar yang akan diajarkan. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar. Setelah itu menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan.

Selanjutnya masuk pada kegiatan inti yang meliputi proses eksplorasi, elaborasi  dan konfirmasi. Pada kegiatan eksplorasi ini guru memanfaatkan peserta didik untuk mencari dan menemukan konsep-konsep pembelajaran dengan cara belajar kelompok. Kemudian guru mengajak peserta didik mengamati yang ada pada lingkungan sekolah. Pada kegiatan elaborasi, guru menfasilitasi peserta didik membuat laporan secara berkelompok. kemudian pada kegiatan konfirmasi meminta peserta didik untuk mempresentasikan melakukan permaianan yang dibuat dalam bentuk dialog Dalam kegiatan penutup guru memfasilitasi peserta didik untuk mereflksi kegiatan pembelajaran.

Semoga saja dengan pembelajaran Let’s Have Fun dapat mengoptimalkan kemampuan keterampilan berbicara peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran aktif, kreatif, inspiratif, menarik dan menyenangkan peserta didik tentu akan tercapai.

(*Guru SMP Negeri 19 Pontianak)

Most Read

Artikel Terbaru

/