alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Oleh Mariani, S.Pd.*

MUNCULNYA wabah covid-19 menyebabkan semua lini kehidupan menjadi terganggu demikian juga halnya dengan bidang pendidikan. Hal ini membuat pembelajaraan yang biasanya dilakukan di dalam kelas menjadi tidak bisa dilaksanakan lagi, setelah adanya Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 4 Tahun 2020 yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi disampaikan di rumah masing-masing. Hal ini tentunya bertujuan demi menjaga keselamatan guru dan peserta didik dari tertularnya wabah covi-19 yang sangat berbahaya.

Semenjak diberlakukannya kebijakan tersebut yang dimulai pada tanggal 16 Maret 2020, hampir seluruh sekolah di Indonesia mengambil kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran via daring atau disebut pembelajaran jarak jauh (PJJ). Masa pembelajaran saat pandemi  covid-19 telah menorehkan sejarah baru bagi dunia khususnya dunia pendidikan karena tidak pernah dipelajarai di pendidikan formal maupun non formal. Hal ini menjadi dilema bukan saja bagi guru sebagai tenaga pengajar namun juga bagi orangtua serta siswa sebagai objek dalam pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran daring dengan berbagai keterbatasan kemampuan , sarana dan prasarana berupa hand phone android, laptop dan jaringan internet yang memadai bagi guru dan peserta didik serta kemampuan yang masih sangat terbatas yang dimiliki dalam pemanfaatan media teknologi namun demikian pelaksanaan pembelajaran daring harus tetap diupayakan agar proses transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik tetap bisa dilaksanakan  dengan baik meskipun dalam keadaan yang penuh keterbatasan dalam suasana mewabahnya covid-19.

Guru sebagai ujung tombak dalam pendidikan selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakep, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab sebagaimana  yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional yaitu pada Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan demikian banyak hal yang harus dipersiapkan baik secara fisik maupun mental serta sarana dan prasarana yang memadai demi tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Baca Juga :  Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Dalam pelaksanaan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh tentunya guru mengolah kegiatan pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan keinginannya karena disatu sisi ada adminstrasi guru yang harus dipenuhi. Penerapan pembelajaran jarak jauh yang dilakukan dapat berupa Google Meet, Google Classroom dan Grup Whassap, dimana guru dapat mengirim ling video pembelajaran serta tugas kepada siswa kemudian dengan memberikan waktu pengerjaannya disesuikan waktu yang dimiliki oleh siswa agar tugas yang diberikan tidak menjadi beban yang berat.  Selain itu guru juga dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik kepada peserta didik, mengingat guru adalah sosok teladan kedua setelah orangtunya dirumah yang dapat digugu dan ditiru sebagai bekal pembentukan karekternya dikemudian hari.

Bagi orang tua selama kegiatan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak Jauh telah menambah beban baginya, dimana disatu sisi mereka harus bekerja mencari nafkah bagi keluarganya namun disisi lain mereka harus berperan sebagai guru bagi anaknya dirumah, belum lagi dihadapkan materi pelajaran yang mungkin tidak semua orang tua dapat mengajarkannya mengingat terdiri dari latar belakang dan pendidikan yang berbeda atau mungkin ada diantara orang tua yang sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Hal ini membuat tugas yang diberikan guru kadang terlambat untuk di kirim bahkan ada beberapaa yang sama sekali tidak mengerjakannya. Namun guru sangat memaklumi hal tersebut dengan mmberikan akses kepada orang tua untuk bertanya sekalipun pada waktu malam hari.

Baca Juga :  Peran Keluarga dan Pendidikan Formal

Kendala yang dihadapi oleh peserta didik dalam pembelajaran daring atau PJJ berikutnya dimana tidak memiliki hand phone android dan ada juga yang punya  namun tidak memiliki kuota dan sinyal internet yang memadai, sehingga peserta didik tersebut sulit untuk mengakses materi pelajaran dan tugas belajarnya,  namun guru sangat memaklumi keadaan tersebut dengan memberikan solusi kepada orang tua untuk datang mengambil dan mengumpukan tugas  ke sekolah, dengan mematuhi standar protocol kesehatan yang telah ditetapkan.

Kegiatan pembelajaran daring atau PJJ walaupun penuh dengan keterbatasan namun guru selalu berinovasi dan berkreasi dalam kegiatan pembelajaran agar pembelajaran interaktif dapat terjalin dengan dengan baik antara guru dan peserta didik. Dalam hal ini guru harus dapat berkolaborasi dengan memanfaatkan media dan fitur-fitur internet untuk menunjang dalam proses pembelajaran, sehingga tidak terjadi kejenuhan disamping itu guru juga harus memperkaya dirinya dengan ilmu dan pengetahuan untuk dapat menyesuiakan dengan tuntutan jaman dengan cara belajar sepanjang hayat (long life education)  untuk meningkatkan potensi yang dimilikinya tanpa mengenal usia, ruang dan waktu, dengan prinsip belajar selama nyawa masih dikandung badan.

*Guru SDN 33 Pontianak Utara.

Oleh Mariani, S.Pd.*

MUNCULNYA wabah covid-19 menyebabkan semua lini kehidupan menjadi terganggu demikian juga halnya dengan bidang pendidikan. Hal ini membuat pembelajaraan yang biasanya dilakukan di dalam kelas menjadi tidak bisa dilaksanakan lagi, setelah adanya Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 4 Tahun 2020 yang menganjurkan seluruh kegiatan di institusi pendidikan harus jaga jarak dan seluruh penyampaian materi disampaikan di rumah masing-masing. Hal ini tentunya bertujuan demi menjaga keselamatan guru dan peserta didik dari tertularnya wabah covi-19 yang sangat berbahaya.

Semenjak diberlakukannya kebijakan tersebut yang dimulai pada tanggal 16 Maret 2020, hampir seluruh sekolah di Indonesia mengambil kebijakan untuk melaksanakan pembelajaran via daring atau disebut pembelajaran jarak jauh (PJJ). Masa pembelajaran saat pandemi  covid-19 telah menorehkan sejarah baru bagi dunia khususnya dunia pendidikan karena tidak pernah dipelajarai di pendidikan formal maupun non formal. Hal ini menjadi dilema bukan saja bagi guru sebagai tenaga pengajar namun juga bagi orangtua serta siswa sebagai objek dalam pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran daring dengan berbagai keterbatasan kemampuan , sarana dan prasarana berupa hand phone android, laptop dan jaringan internet yang memadai bagi guru dan peserta didik serta kemampuan yang masih sangat terbatas yang dimiliki dalam pemanfaatan media teknologi namun demikian pelaksanaan pembelajaran daring harus tetap diupayakan agar proses transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik tetap bisa dilaksanakan  dengan baik meskipun dalam keadaan yang penuh keterbatasan dalam suasana mewabahnya covid-19.

Guru sebagai ujung tombak dalam pendidikan selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakep, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab sebagaimana  yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional yaitu pada Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan demikian banyak hal yang harus dipersiapkan baik secara fisik maupun mental serta sarana dan prasarana yang memadai demi tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Baca Juga :  Putus Sekolah Menyebabkan Kegagalan Dalam Integrasi Sosial

Dalam pelaksanaan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh tentunya guru mengolah kegiatan pembelajaran sesuai dengan kemampuan dan keinginannya karena disatu sisi ada adminstrasi guru yang harus dipenuhi. Penerapan pembelajaran jarak jauh yang dilakukan dapat berupa Google Meet, Google Classroom dan Grup Whassap, dimana guru dapat mengirim ling video pembelajaran serta tugas kepada siswa kemudian dengan memberikan waktu pengerjaannya disesuikan waktu yang dimiliki oleh siswa agar tugas yang diberikan tidak menjadi beban yang berat.  Selain itu guru juga dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik kepada peserta didik, mengingat guru adalah sosok teladan kedua setelah orangtunya dirumah yang dapat digugu dan ditiru sebagai bekal pembentukan karekternya dikemudian hari.

Bagi orang tua selama kegiatan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak Jauh telah menambah beban baginya, dimana disatu sisi mereka harus bekerja mencari nafkah bagi keluarganya namun disisi lain mereka harus berperan sebagai guru bagi anaknya dirumah, belum lagi dihadapkan materi pelajaran yang mungkin tidak semua orang tua dapat mengajarkannya mengingat terdiri dari latar belakang dan pendidikan yang berbeda atau mungkin ada diantara orang tua yang sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah. Hal ini membuat tugas yang diberikan guru kadang terlambat untuk di kirim bahkan ada beberapaa yang sama sekali tidak mengerjakannya. Namun guru sangat memaklumi hal tersebut dengan mmberikan akses kepada orang tua untuk bertanya sekalipun pada waktu malam hari.

Baca Juga :  Program Pembiasaan SD

Kendala yang dihadapi oleh peserta didik dalam pembelajaran daring atau PJJ berikutnya dimana tidak memiliki hand phone android dan ada juga yang punya  namun tidak memiliki kuota dan sinyal internet yang memadai, sehingga peserta didik tersebut sulit untuk mengakses materi pelajaran dan tugas belajarnya,  namun guru sangat memaklumi keadaan tersebut dengan memberikan solusi kepada orang tua untuk datang mengambil dan mengumpukan tugas  ke sekolah, dengan mematuhi standar protocol kesehatan yang telah ditetapkan.

Kegiatan pembelajaran daring atau PJJ walaupun penuh dengan keterbatasan namun guru selalu berinovasi dan berkreasi dalam kegiatan pembelajaran agar pembelajaran interaktif dapat terjalin dengan dengan baik antara guru dan peserta didik. Dalam hal ini guru harus dapat berkolaborasi dengan memanfaatkan media dan fitur-fitur internet untuk menunjang dalam proses pembelajaran, sehingga tidak terjadi kejenuhan disamping itu guru juga harus memperkaya dirinya dengan ilmu dan pengetahuan untuk dapat menyesuiakan dengan tuntutan jaman dengan cara belajar sepanjang hayat (long life education)  untuk meningkatkan potensi yang dimilikinya tanpa mengenal usia, ruang dan waktu, dengan prinsip belajar selama nyawa masih dikandung badan.

*Guru SDN 33 Pontianak Utara.

Most Read

Artikel Terbaru

/