alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Pentingnya Peran Orang Tua

Oleh Chanana, M.Pd*

SEJAK Maret 2020, sebagian besar siswa di Indonesia mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) atau belajar dari rumah (BDR) akibat pandemi Covid-19. Meski di rumah, bukan berarti siswa libur. Tetapi siswa tetap belajar dari rumah dengan berbagai metode sesuai kebijakan tiap sekolah. Namun bagi peserta didik PAUD dan SD, siswa harus didampingi oleh orang tuanya. Tentu agar materi pelajaran dari guru bisa sampai pada siswanya. Pada dasarnya, BDR ini sesuai dengan Trilogi pendidikan-nya Ki Hajar Dewantara, yaitu pendidikan itu bersumber pada tempat yakni, rumah, sekolah, dan lingkungan.

Pandemi COVID-19 telah memberikan gambaran atas keberlangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan dan pemanfaatan teknologi. Namun, teknologi tidak sepenuhnya dapat menggantikan peran tenaga pendidik dan interaksi belajar antara pelajar dan pengajar sebab edukasi bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, kerja sama, serta kompetensi. Lebih mendalam seperti aspek psikologis dan sosiologis yang dihasilkan dari interksi pembelajaran secara langsung. Situasi pandemi ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap individu untuk menumbuhkan kreativitas dalam menggunakan teknologi untuk mengembangkan dunia pendidikan.

Masa pandemi ini dapat melatih serta menanamkan kebiasaan menjadi pembelajar mandiri melalui berbagai kelas daring atau webinar yang diikuti oleh setiap pelajar. Selain itu, siswa atau mahasiswa juga dapat bekerja sama satu dengan yang lain untuk menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran serta menghadapi permasalahan nyata yang ada. Situasi ini bukan hanya menjadi tantangan bagi siswa atau mahasiswa, namun juga para guru atau dosen dalam menyampaikan edukasi dimana setiap pendidik perlu memastikan bahwa siswa atau mahasiswa memahami materi pembelajaran.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, berakibat pada pembatasan berbagai aktivitas termasuk di antaranya sekolah. Sementara itu aktivitas Belajar Dari Rumah (BDR) secara resmi di keluarkan melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran (COVID- 19). Kebijakan ini memaksa guru dan murid untuk tetap bekerja dan belajar dari rumah (kemdikbud.go.id, 2020). Kebijakan ini tentunya tidak hanya berdampak pada relasi guru dan murid selama BDR, namun juga pentingnya optimalisasi peran orang tua dalam pelaksanaan BDR.

Adanya kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) menimbulkan kehawatiran yang dirasakan orang tua karena harus mendampingi anak belajar di rumah bersamaan dengan kesibukan yang dialami orang tua baik dalam pekerjaan rumah tangga maupun mencari nafkah. Artikel ini dibuat untuk mengetahui peran orang tua dalam pendidikan anak sekolah dasar di masa pandemi Covid-19, mengetahui kesulitan yang dihadapi orang tua, serta mengetahui cara mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode wawancara terstruktur dengan menyebarkan angket / kuesioner dan kajian pustaka. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh partisipan menyatakan tidak setuju dilakukannya BDR dan berharap pelaksanaan pembelajaran tetap dilakukan di sekolah dengan cara mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah atau memberi panduan pendampingan Belajar Dari Rumah jika pembelajaran tetap dilakukan di rumah.

Baca Juga :  HOTS Bikin Hot

Peran orang tua dalam mendampingi kesuksesan anak selama belajar di rumah menjadi sangat penting. WHO (2020) merilis berbagai panduan bagi orang tua dalam mendampingi anaknya selama pandemi ini berlangsung yang meliputi tips pengasuhan agar lebih positif dan konstuktif dalam mendampingi anak selama beraktivitas di rumah. Orang tua pada awalnya berperan dalam membimbing sikap serta keterampilan yang mendasar, seperti pendidikan agama untuk patuh terhadap aturan, dan untuk pembiasaan yang baik (Nurlaeni & Juniarti, 2017), namun perannya menjadi meluas yaitu sebagai pendamping pendidikan akademik.

Keikutsertaan orang tua dan masyarakat dalam pendidikan siswa di sekolah lebih dibutuhkan secara real dan aplikatif. Tetapi, bagaimanakah peran orang tua di masa pandemi ini? Peran orang tua yang muncul selama pandemi COVID-19 adalah sebagai pembimbing, pendidik, penjaga, pengembang.

Berikut peran yang dapat dilakukan orang tua untuk mendukung pendidikan selama masa pandemi COVID-19:

  1. Menjaga dan Memastikan Anak untuk Menerapkan Hidup Bersih dan Sehat.

Salah satu yang dapat di lakukan orang tua adalah mengingatkan anak nya untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih agar terhindar dari berbagai penyakit dan dengan mengajarkan anak untuk mengikuti protokol kesehatan. Perlakuan orang tua yang selalu memberikan pengertian dan latihan kepada anak tentang kebersihan dan kerapihan, akan dapat menjadikan anak selalu menjaga kebersihan diri. Selain itu, orang tua memberikan kasih sayang kepada anak nya tidak hanya dalam bentuk pendidikan dan kepercayaan, tetapi juga penting untuk selalu mengontrol perkembangan anaknya. Seperti yang kita tahu anak bisa lebih cepat belajar dengan meniru, sehingga penting keteladanan dan pembiasaan yang di berikan oleh pengajarnya, khususnya orang tua.

  1. Menyiapkan fasilitas belajar
Baca Juga :  PARADIGMA PEMBELAJARAN ABAD 21; Melangkah Maju atau Tertinggal Jauh

Orang tua diharapkan mampu menyiapkan fasilitas yang dapat menunjang pembelajaran yang memadai. Fasilitas tersebut akan mendukung kegiatan BDR secara efektif, maka anak akan merasa percaya diri.

  1. Mendampingi Anak dalam Mengerjakan Tugas Sekolah

peran orang tua selama masa BDR ini lebih pada membantu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru di sekolah kepada siswa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan BDR yang diberikan guru lebih pada pemberian tugas seperti yang diungkapkan oleh Nahdi et al. (2020) bahwa kegiatan yang diberikan oleh lembaga sekolah dalam penerapan pembelajaran di rumah salah satunya adalah pemberian tugas atau penugasan.

  1. Pro aktif menghubungi guru

Guru dan orang tua harus bekerja sama memfasilitasi pembelajaran yang dilakukan. Orang tua harus proaktif untuk mencari informasi atau mencari tambahan informasi terkait pembelajaran. Orang tua harus sesering mungkin berbagi atau bertanya tentang perkembangan anak saat mengikuti BDR. Salah satunya, orang tua harus membagi waktu antara pekerjaan dan kegiatan belajar anak. Tak hanya itu saja, pola komunikasi yang santun harus dijaga agar komunikasi dengan guru tetap terjalin dengan baik.

  1. Melakukan Kegiatan Bersama Selama di Rumah

Momen ini memberikan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk mempererat ikatan (bonding) satu dengan lainnya, terdapat beberapa cara agar para orang tua dapat membantu proses pengasuhan dimasa pandemi ini, salah satunya adalah dengan membuat waktu yang berkualitas bersama dengan anak.

  1. Menciptakan Lingkungan yang Nyaman untuk Anak

membuat suasana belajar yang menyenangkan selama di rumah, menumbuhkan budi pekerti, dan prestasi, penting dilakukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak dan mempererat hubungan antara orang tua dan anak, serta memberikan dorongan agar anak percaya diri dan untuk menciptakan lingkungan tidak hanya aman untuk anak, tetapi juga nyaman serta menyenangkan, dan dapat dilakukan dengan cara melakukan kegiatan bersama, seperti bermain, mengerjakan pekerjaan rumah sesuai kemampuannya, mengobrol, dan melakukan hal yang disenangi anak.

  1. Menjalin Komunikasi yang Intens dengan Anak

Menjalin komunikasi yang dilakukan oleh orang tua dan anak menjadi hal penting karena dengan begitu akan mempererat hubungan orang tua dan anak. Melalui komunikasi, maka orangtua akan dapat mengetahui keinginan anak serta orang tua dapat menyampaikan yang diinginkan atau harapan serta dukungan kepada anak.

(*Guru SDN 44 Pontianak Barat)

Oleh Chanana, M.Pd*

SEJAK Maret 2020, sebagian besar siswa di Indonesia mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) atau belajar dari rumah (BDR) akibat pandemi Covid-19. Meski di rumah, bukan berarti siswa libur. Tetapi siswa tetap belajar dari rumah dengan berbagai metode sesuai kebijakan tiap sekolah. Namun bagi peserta didik PAUD dan SD, siswa harus didampingi oleh orang tuanya. Tentu agar materi pelajaran dari guru bisa sampai pada siswanya. Pada dasarnya, BDR ini sesuai dengan Trilogi pendidikan-nya Ki Hajar Dewantara, yaitu pendidikan itu bersumber pada tempat yakni, rumah, sekolah, dan lingkungan.

Pandemi COVID-19 telah memberikan gambaran atas keberlangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan dan pemanfaatan teknologi. Namun, teknologi tidak sepenuhnya dapat menggantikan peran tenaga pendidik dan interaksi belajar antara pelajar dan pengajar sebab edukasi bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, kerja sama, serta kompetensi. Lebih mendalam seperti aspek psikologis dan sosiologis yang dihasilkan dari interksi pembelajaran secara langsung. Situasi pandemi ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap individu untuk menumbuhkan kreativitas dalam menggunakan teknologi untuk mengembangkan dunia pendidikan.

Masa pandemi ini dapat melatih serta menanamkan kebiasaan menjadi pembelajar mandiri melalui berbagai kelas daring atau webinar yang diikuti oleh setiap pelajar. Selain itu, siswa atau mahasiswa juga dapat bekerja sama satu dengan yang lain untuk menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran serta menghadapi permasalahan nyata yang ada. Situasi ini bukan hanya menjadi tantangan bagi siswa atau mahasiswa, namun juga para guru atau dosen dalam menyampaikan edukasi dimana setiap pendidik perlu memastikan bahwa siswa atau mahasiswa memahami materi pembelajaran.

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, berakibat pada pembatasan berbagai aktivitas termasuk di antaranya sekolah. Sementara itu aktivitas Belajar Dari Rumah (BDR) secara resmi di keluarkan melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran (COVID- 19). Kebijakan ini memaksa guru dan murid untuk tetap bekerja dan belajar dari rumah (kemdikbud.go.id, 2020). Kebijakan ini tentunya tidak hanya berdampak pada relasi guru dan murid selama BDR, namun juga pentingnya optimalisasi peran orang tua dalam pelaksanaan BDR.

Adanya kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) menimbulkan kehawatiran yang dirasakan orang tua karena harus mendampingi anak belajar di rumah bersamaan dengan kesibukan yang dialami orang tua baik dalam pekerjaan rumah tangga maupun mencari nafkah. Artikel ini dibuat untuk mengetahui peran orang tua dalam pendidikan anak sekolah dasar di masa pandemi Covid-19, mengetahui kesulitan yang dihadapi orang tua, serta mengetahui cara mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode wawancara terstruktur dengan menyebarkan angket / kuesioner dan kajian pustaka. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh partisipan menyatakan tidak setuju dilakukannya BDR dan berharap pelaksanaan pembelajaran tetap dilakukan di sekolah dengan cara mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah atau memberi panduan pendampingan Belajar Dari Rumah jika pembelajaran tetap dilakukan di rumah.

Baca Juga :  Guru Visioner Dalam Kurikulum 2013

Peran orang tua dalam mendampingi kesuksesan anak selama belajar di rumah menjadi sangat penting. WHO (2020) merilis berbagai panduan bagi orang tua dalam mendampingi anaknya selama pandemi ini berlangsung yang meliputi tips pengasuhan agar lebih positif dan konstuktif dalam mendampingi anak selama beraktivitas di rumah. Orang tua pada awalnya berperan dalam membimbing sikap serta keterampilan yang mendasar, seperti pendidikan agama untuk patuh terhadap aturan, dan untuk pembiasaan yang baik (Nurlaeni & Juniarti, 2017), namun perannya menjadi meluas yaitu sebagai pendamping pendidikan akademik.

Keikutsertaan orang tua dan masyarakat dalam pendidikan siswa di sekolah lebih dibutuhkan secara real dan aplikatif. Tetapi, bagaimanakah peran orang tua di masa pandemi ini? Peran orang tua yang muncul selama pandemi COVID-19 adalah sebagai pembimbing, pendidik, penjaga, pengembang.

Berikut peran yang dapat dilakukan orang tua untuk mendukung pendidikan selama masa pandemi COVID-19:

  1. Menjaga dan Memastikan Anak untuk Menerapkan Hidup Bersih dan Sehat.

Salah satu yang dapat di lakukan orang tua adalah mengingatkan anak nya untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih agar terhindar dari berbagai penyakit dan dengan mengajarkan anak untuk mengikuti protokol kesehatan. Perlakuan orang tua yang selalu memberikan pengertian dan latihan kepada anak tentang kebersihan dan kerapihan, akan dapat menjadikan anak selalu menjaga kebersihan diri. Selain itu, orang tua memberikan kasih sayang kepada anak nya tidak hanya dalam bentuk pendidikan dan kepercayaan, tetapi juga penting untuk selalu mengontrol perkembangan anaknya. Seperti yang kita tahu anak bisa lebih cepat belajar dengan meniru, sehingga penting keteladanan dan pembiasaan yang di berikan oleh pengajarnya, khususnya orang tua.

  1. Menyiapkan fasilitas belajar
Baca Juga :  Problematika Siswa Dalam Pelaksanaan Kelas Online

Orang tua diharapkan mampu menyiapkan fasilitas yang dapat menunjang pembelajaran yang memadai. Fasilitas tersebut akan mendukung kegiatan BDR secara efektif, maka anak akan merasa percaya diri.

  1. Mendampingi Anak dalam Mengerjakan Tugas Sekolah

peran orang tua selama masa BDR ini lebih pada membantu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru di sekolah kepada siswa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan BDR yang diberikan guru lebih pada pemberian tugas seperti yang diungkapkan oleh Nahdi et al. (2020) bahwa kegiatan yang diberikan oleh lembaga sekolah dalam penerapan pembelajaran di rumah salah satunya adalah pemberian tugas atau penugasan.

  1. Pro aktif menghubungi guru

Guru dan orang tua harus bekerja sama memfasilitasi pembelajaran yang dilakukan. Orang tua harus proaktif untuk mencari informasi atau mencari tambahan informasi terkait pembelajaran. Orang tua harus sesering mungkin berbagi atau bertanya tentang perkembangan anak saat mengikuti BDR. Salah satunya, orang tua harus membagi waktu antara pekerjaan dan kegiatan belajar anak. Tak hanya itu saja, pola komunikasi yang santun harus dijaga agar komunikasi dengan guru tetap terjalin dengan baik.

  1. Melakukan Kegiatan Bersama Selama di Rumah

Momen ini memberikan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk mempererat ikatan (bonding) satu dengan lainnya, terdapat beberapa cara agar para orang tua dapat membantu proses pengasuhan dimasa pandemi ini, salah satunya adalah dengan membuat waktu yang berkualitas bersama dengan anak.

  1. Menciptakan Lingkungan yang Nyaman untuk Anak

membuat suasana belajar yang menyenangkan selama di rumah, menumbuhkan budi pekerti, dan prestasi, penting dilakukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak dan mempererat hubungan antara orang tua dan anak, serta memberikan dorongan agar anak percaya diri dan untuk menciptakan lingkungan tidak hanya aman untuk anak, tetapi juga nyaman serta menyenangkan, dan dapat dilakukan dengan cara melakukan kegiatan bersama, seperti bermain, mengerjakan pekerjaan rumah sesuai kemampuannya, mengobrol, dan melakukan hal yang disenangi anak.

  1. Menjalin Komunikasi yang Intens dengan Anak

Menjalin komunikasi yang dilakukan oleh orang tua dan anak menjadi hal penting karena dengan begitu akan mempererat hubungan orang tua dan anak. Melalui komunikasi, maka orangtua akan dapat mengetahui keinginan anak serta orang tua dapat menyampaikan yang diinginkan atau harapan serta dukungan kepada anak.

(*Guru SDN 44 Pontianak Barat)

Most Read

Artikel Terbaru

/