alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Peran Keluarga dan Pendidikan Formal

Oleh: Anastasia Kinsun, S.Pd. *

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tak bisa lepas dari kehidupan manusia. seperti yang telah dijabarkan dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pada pasal 5 ayat 1 disebutkan juga bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Keluarga memiliki peranan yang sangat penting karena keluarga merupakan tempat membangun pondasi belajar anak yang pertama dan utama bagi anak. Bahwa lingkungan keluarga merupakan lingkungan awal bagi seorang anak, segala tingkah laku maupun perkembangan yang muncul pada diri anak akan mencontoh pada kedua orangtuanya.

Selain itu, orangtua sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pendidikan anak di masa datang. Orangtua dalam menjalankan perannya dalam pendidikan, perlu terus-menerus mendorong, membimbing, memotivasi dan memfasilitasi demi tercapainya pendidikan anak yang baik.

Pendidikan dalam keluarga memiliki peran penting untuk pembentukan karakter anak dan kepribadian yang baik. Rumah merupakan kelompok kecil dalam membentuk budi pekerti atau perilaku seseorang. Keharmonisan keluarga sangat menentukan baik buruknya perilaku dan karakter anak. Karena pembentukan karakter anak dimulai dalam keluarga.

Pendidikan atau pembelajaran dengan contoh yang diberikan pada anak  sejak dini sehingga akan menentukan kehidupan anak selanjutnya bahkan sampai dewasa. Anak merupakan masa depan keluarga bahkan bangsa oleh sebab itu perlu dipersiapkan agar kelak menjadi manusia yang berkualitas, sehat, bermoral dan berguna bagi dirinya, keluarga dan bangsanya. Seharusnya perlu dipersiapkan sejak dini agar mereka mendapatkan pola asuh yang benar saat mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Pola asuh yang baik menjadikan anak berkepribadian kuat, tak mudah putus asa, dan tangguh menghadapi tekanan hidup.

Baca Juga :  Peran Tri Sentra Pendidikan untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila

Didikan yang terjadi dalam keluarga menjadi cermin karakter anak dimana dia berada. Termasuk di sekolah dan lingkungan masyarakat.  Oleh karenanya pola didik asah, asuh dan asih seharus nya di lakukan. Dalam memberikan pola pengajaran yang baik untuk anak. Tidak hanya dijalur pendidikan formal saja, asih, asah dan asuh dikenal dengan baik. Sebagai sekolah pertama serta pendidikan pertama kali, keluarga juga harus mampu memberikan Pola Asuh 3A tersebut.

Sebagai orangtua yang baik sudahkah memberikan pola asuh yang demikian terhadap anak. Sering kali orangtua berpikir bahwa sekolah adalah pola asuh terbaik bagi anaknya. Ketahuilah bahwa anak adalah masa depan orangtua, maka pola didik yang kita ajarkan pada anak merupakan juga hasil dari masa depan kita nantinya. Jika kita menempatkan pola didik yang baik maka generasi penerus kita juga akan tercetak dengan baik, namun sebaliknya jika kita mencetak dengan pola didik yang salah maka salah pula masa depan kita.

Orangtua yang baik tentu akan mendidik anaknya dengan penuh ketulusan (asih), hal ini dibuktikan orang tua dengan tulus akan bekerja keras dangan cara yang benar untuk memberikan hal yang terbaik pada anaknya. Ketulusan untuk berbagi waktu, secapek apapun pulang bekerja maka akan memberikan waktu luang untuk anaknya dan ketika anaknya didapati mempunyai masalah maka orangtua akan menjadi pihak pertama untuk mengetahui dan mencoba memberikan solusi terbaik untuk anaknya. Akibat dari ketulusan ini maka si anak merasa percaya pada orang tuanya hingga anak akan selalu berlaku tulus dan jujur pada orangtuanya.

Baca Juga :  Strategi  Membebaskan Pikiran Bagi Penulis Pemula

Dalam pola didik asah, setiap orang tua tentu akan tahu bakat dan kemampuan sang anak, untuk itu peran orang tua harus cermat sehingga anak akan merasa melakukan sesuatu bukan tuntutan orang tua tetapi karena kehendaknya sendiri. Ketika kehendak itu diarahkan dengan benar maka anak akan menemukan hidupnya dan merasa senang tanpa intimidasi dan target dari orang tuanya. Tidak semua orangtua tahu bahwa keinginan anaknya adalah hal yang benar. Masih banyak orangtua yang gemar memaksakan kehendaknya untuk dalih kebahagian sang anak. Jika orangtua tahu cara mendidik anak maka kemampuan dan ketrampilan sang anak harus diasah dengan cara yang benar sehingga anak akan mendapat ketentraman jiwa dan raga.

Dengan pola asuh, memberi motivasi pada anak saat anak terpuruk berawal dari orang tua. Banyak orang tua yang tak punya waktu untuk anaknya dengan dalih sibuk dalam mencari materi demi kebahagiaan anak. Kebahagian sang anak adalah bukan limpahan materi namun keluh kesah yang didengar orang tua serta saat anak ada masalah orang tunya selalu ada untuk anak.

Memberikan motivasi dan waktu luang untuk sekedar mengingatkan PR, jangan terlalu banyak kegiatan dan lain sebagainya. Perhatian dan dorongan moral yang dibutuhkan sang anak, bukan limpahan materi namun orangtua tak pernah bisa ditemui walaupun sekadar makan bersama atau nonton televisi. Sekolah, lingkungan sekitarnya yang utama adalah keluarga sebagai pendidikan pertama dan utama anak dalam menemukan nilai hidup. Pendidikan formal hanya meneruskan dari pola didik dalam keluarga. Jika karakter anak sudah kuat, anak akan melanjutkan pendidikan nya dengan baik dan tepat.

*)Guru di SD Negeri 32 Empiyang Sedua

Oleh: Anastasia Kinsun, S.Pd. *

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tak bisa lepas dari kehidupan manusia. seperti yang telah dijabarkan dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pada pasal 5 ayat 1 disebutkan juga bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Keluarga memiliki peranan yang sangat penting karena keluarga merupakan tempat membangun pondasi belajar anak yang pertama dan utama bagi anak. Bahwa lingkungan keluarga merupakan lingkungan awal bagi seorang anak, segala tingkah laku maupun perkembangan yang muncul pada diri anak akan mencontoh pada kedua orangtuanya.

Selain itu, orangtua sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pendidikan anak di masa datang. Orangtua dalam menjalankan perannya dalam pendidikan, perlu terus-menerus mendorong, membimbing, memotivasi dan memfasilitasi demi tercapainya pendidikan anak yang baik.

Pendidikan dalam keluarga memiliki peran penting untuk pembentukan karakter anak dan kepribadian yang baik. Rumah merupakan kelompok kecil dalam membentuk budi pekerti atau perilaku seseorang. Keharmonisan keluarga sangat menentukan baik buruknya perilaku dan karakter anak. Karena pembentukan karakter anak dimulai dalam keluarga.

Pendidikan atau pembelajaran dengan contoh yang diberikan pada anak  sejak dini sehingga akan menentukan kehidupan anak selanjutnya bahkan sampai dewasa. Anak merupakan masa depan keluarga bahkan bangsa oleh sebab itu perlu dipersiapkan agar kelak menjadi manusia yang berkualitas, sehat, bermoral dan berguna bagi dirinya, keluarga dan bangsanya. Seharusnya perlu dipersiapkan sejak dini agar mereka mendapatkan pola asuh yang benar saat mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Pola asuh yang baik menjadikan anak berkepribadian kuat, tak mudah putus asa, dan tangguh menghadapi tekanan hidup.

Baca Juga :  Ekosistem Sekolah sebagai Mitra Orang Tua

Didikan yang terjadi dalam keluarga menjadi cermin karakter anak dimana dia berada. Termasuk di sekolah dan lingkungan masyarakat.  Oleh karenanya pola didik asah, asuh dan asih seharus nya di lakukan. Dalam memberikan pola pengajaran yang baik untuk anak. Tidak hanya dijalur pendidikan formal saja, asih, asah dan asuh dikenal dengan baik. Sebagai sekolah pertama serta pendidikan pertama kali, keluarga juga harus mampu memberikan Pola Asuh 3A tersebut.

Sebagai orangtua yang baik sudahkah memberikan pola asuh yang demikian terhadap anak. Sering kali orangtua berpikir bahwa sekolah adalah pola asuh terbaik bagi anaknya. Ketahuilah bahwa anak adalah masa depan orangtua, maka pola didik yang kita ajarkan pada anak merupakan juga hasil dari masa depan kita nantinya. Jika kita menempatkan pola didik yang baik maka generasi penerus kita juga akan tercetak dengan baik, namun sebaliknya jika kita mencetak dengan pola didik yang salah maka salah pula masa depan kita.

Orangtua yang baik tentu akan mendidik anaknya dengan penuh ketulusan (asih), hal ini dibuktikan orang tua dengan tulus akan bekerja keras dangan cara yang benar untuk memberikan hal yang terbaik pada anaknya. Ketulusan untuk berbagi waktu, secapek apapun pulang bekerja maka akan memberikan waktu luang untuk anaknya dan ketika anaknya didapati mempunyai masalah maka orangtua akan menjadi pihak pertama untuk mengetahui dan mencoba memberikan solusi terbaik untuk anaknya. Akibat dari ketulusan ini maka si anak merasa percaya pada orang tuanya hingga anak akan selalu berlaku tulus dan jujur pada orangtuanya.

Baca Juga :  Pembelajaran dan Kompetensi Guru

Dalam pola didik asah, setiap orang tua tentu akan tahu bakat dan kemampuan sang anak, untuk itu peran orang tua harus cermat sehingga anak akan merasa melakukan sesuatu bukan tuntutan orang tua tetapi karena kehendaknya sendiri. Ketika kehendak itu diarahkan dengan benar maka anak akan menemukan hidupnya dan merasa senang tanpa intimidasi dan target dari orang tuanya. Tidak semua orangtua tahu bahwa keinginan anaknya adalah hal yang benar. Masih banyak orangtua yang gemar memaksakan kehendaknya untuk dalih kebahagian sang anak. Jika orangtua tahu cara mendidik anak maka kemampuan dan ketrampilan sang anak harus diasah dengan cara yang benar sehingga anak akan mendapat ketentraman jiwa dan raga.

Dengan pola asuh, memberi motivasi pada anak saat anak terpuruk berawal dari orang tua. Banyak orang tua yang tak punya waktu untuk anaknya dengan dalih sibuk dalam mencari materi demi kebahagiaan anak. Kebahagian sang anak adalah bukan limpahan materi namun keluh kesah yang didengar orang tua serta saat anak ada masalah orang tunya selalu ada untuk anak.

Memberikan motivasi dan waktu luang untuk sekedar mengingatkan PR, jangan terlalu banyak kegiatan dan lain sebagainya. Perhatian dan dorongan moral yang dibutuhkan sang anak, bukan limpahan materi namun orangtua tak pernah bisa ditemui walaupun sekadar makan bersama atau nonton televisi. Sekolah, lingkungan sekitarnya yang utama adalah keluarga sebagai pendidikan pertama dan utama anak dalam menemukan nilai hidup. Pendidikan formal hanya meneruskan dari pola didik dalam keluarga. Jika karakter anak sudah kuat, anak akan melanjutkan pendidikan nya dengan baik dan tepat.

*)Guru di SD Negeri 32 Empiyang Sedua

Most Read

Artikel Terbaru

/