30.6 C
Pontianak
Thursday, March 30, 2023

Pendidikan Keluarga dan Pengendalian Diri Siswa di Sekolah

Oleh: Eni Erita, S.Pd. I

KELUARGA memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan kepribadian anak, terutama kedua orangtuanya. Bayi yang baru lahir sangat tergantung dari lingkungan terdekatnya, khususnya orang tua ayah dani bunya.

Ketergantungan tersebut hendaknya dimanfaatkan oleh orang tua untuk menciptakan lingkungan keluarga sebagai lingkungan sosial pertama bagi anak. Melalui pengamatan oleh anak terhadap berbagai perilaku yang ditampilkan secara berulang-ulang dalam keluarga, interaksi antara ayah dan ibu, kakak, dan orang dewasa lainnya, anak akan belajar dan mencoba meniru perilaku-perilaku tersebut dan kemudianakan menjadi sebuah kebiasaan atau kepribadiannya.

Menurut Baumrind ada empat macambentuk pola asuh yang diterapkan oleh masing-masing orang tua, bentuk-bentuk pola asuh itu adalah pola asuh otoritarian, pola asuh otoritatif, pola asuh yang melalaikan dan pola asuh yang memanjakan. Dari keempat macam bentuk pola asuh tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, sehingga dalam penerapannya adakalanya orang tua memberikan pola asuh secara otoritarian, otoritatif, pola asuh yang melalaikan dan pola asuh yang memanjakan karena pada dasarnya dari keempat bentuk pola asuh tersebut saling berkaitan antara satu dan lainnya.

Baca Juga :  Urgensi Penguatan Pendidikan Karakter Pelajar

Keluarga merupakan lembaga pertama dalam kehidupan anak tempat anak belajar dan mengatakan sebagai makhluk sosial. Keluarga adalah suatu ikatan persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak-anak, baik anaknya sendiri atau adopsi, dan tinggal dalam sebuah rumah tangga.

Sejak lahir seorang anak telah memiliki kebutuhan yang harus terpenuhi. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisiologis seperti makan, minum, kebutuhan rasa aman, kebutuhan kasih sayang, kebutuhan dihargai dalam suasana hubungan yang stabil dan menyenangkan.

Dalam kehidupannya anak menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam keluarga, sehingga tahun-tahun awal kehidupannya adalah tanggung jawab dari orang tua. Pengasuhan yang dilakukan orang tua dalam memenuhi kebutuhan dasar anak meliputi kebutuhan gizi, pemeliharaan kesehatan, pemberian kasih sayang dan stimulasi diperlukan untuk pertumbuhan anak. Oleh karena itu, orang tua wajib memantau kesehatan anak secara teratur agar anak dapat tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan ceria. Keluarga adalah lembaga yang utama dan pertama bagi proses awal pendidikan anak-anak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki seorang anak ke arah pengembangan kepribadian diri yang positif dan baik.

Baca Juga :  Manajemen Kelas yang Baik Akan Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar

Orang tua (ayah danibu) memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendidik anak-anak dalam keluarga. Fungsi-fungsi dan peran orang tua tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan fisik anak berupa kebutuhan makan dan minum, pakaian, tempat tinggal tapi juga tanggung jawab orang tua jauh lebih penting dari itu adalah memberi perhatian, bimbingan, arahan, motivasi, dan pendidikan, serta penanaman nilai.

Kemajuan arus teknologi informasi yang meluas turut pula mempengaruhi cara berpikir dan bertindak para orang tua. Perlu pengawasan dan pendidikan baik, orang tua akan memberikan pendidikan pembimbingan pada anak di rumah. Kemudian sekolah sebagai rumah kedua juga memberikan pengawasan agar siswa dapat menempatkan dirinya dengan baik.

Penulis adalah Guru SDN 02 Kedukul, Mukok

Oleh: Eni Erita, S.Pd. I

KELUARGA memiliki peranan yang sangat penting dalam upaya mengembangkan kepribadian anak, terutama kedua orangtuanya. Bayi yang baru lahir sangat tergantung dari lingkungan terdekatnya, khususnya orang tua ayah dani bunya.

Ketergantungan tersebut hendaknya dimanfaatkan oleh orang tua untuk menciptakan lingkungan keluarga sebagai lingkungan sosial pertama bagi anak. Melalui pengamatan oleh anak terhadap berbagai perilaku yang ditampilkan secara berulang-ulang dalam keluarga, interaksi antara ayah dan ibu, kakak, dan orang dewasa lainnya, anak akan belajar dan mencoba meniru perilaku-perilaku tersebut dan kemudianakan menjadi sebuah kebiasaan atau kepribadiannya.

Menurut Baumrind ada empat macambentuk pola asuh yang diterapkan oleh masing-masing orang tua, bentuk-bentuk pola asuh itu adalah pola asuh otoritarian, pola asuh otoritatif, pola asuh yang melalaikan dan pola asuh yang memanjakan. Dari keempat macam bentuk pola asuh tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, sehingga dalam penerapannya adakalanya orang tua memberikan pola asuh secara otoritarian, otoritatif, pola asuh yang melalaikan dan pola asuh yang memanjakan karena pada dasarnya dari keempat bentuk pola asuh tersebut saling berkaitan antara satu dan lainnya.

Baca Juga :  Prinsip Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Keluarga merupakan lembaga pertama dalam kehidupan anak tempat anak belajar dan mengatakan sebagai makhluk sosial. Keluarga adalah suatu ikatan persekutuan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laki-laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak-anak, baik anaknya sendiri atau adopsi, dan tinggal dalam sebuah rumah tangga.

Sejak lahir seorang anak telah memiliki kebutuhan yang harus terpenuhi. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisiologis seperti makan, minum, kebutuhan rasa aman, kebutuhan kasih sayang, kebutuhan dihargai dalam suasana hubungan yang stabil dan menyenangkan.

Dalam kehidupannya anak menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam keluarga, sehingga tahun-tahun awal kehidupannya adalah tanggung jawab dari orang tua. Pengasuhan yang dilakukan orang tua dalam memenuhi kebutuhan dasar anak meliputi kebutuhan gizi, pemeliharaan kesehatan, pemberian kasih sayang dan stimulasi diperlukan untuk pertumbuhan anak. Oleh karena itu, orang tua wajib memantau kesehatan anak secara teratur agar anak dapat tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dan ceria. Keluarga adalah lembaga yang utama dan pertama bagi proses awal pendidikan anak-anak untuk mengembangkan potensi yang dimiliki seorang anak ke arah pengembangan kepribadian diri yang positif dan baik.

Baca Juga :  Kemandirian dan Efektivitas Pengajaran

Orang tua (ayah danibu) memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendidik anak-anak dalam keluarga. Fungsi-fungsi dan peran orang tua tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan fisik anak berupa kebutuhan makan dan minum, pakaian, tempat tinggal tapi juga tanggung jawab orang tua jauh lebih penting dari itu adalah memberi perhatian, bimbingan, arahan, motivasi, dan pendidikan, serta penanaman nilai.

Kemajuan arus teknologi informasi yang meluas turut pula mempengaruhi cara berpikir dan bertindak para orang tua. Perlu pengawasan dan pendidikan baik, orang tua akan memberikan pendidikan pembimbingan pada anak di rumah. Kemudian sekolah sebagai rumah kedua juga memberikan pengawasan agar siswa dapat menempatkan dirinya dengan baik.

Penulis adalah Guru SDN 02 Kedukul, Mukok

Most Read

Artikel Terbaru