alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Zakat, Cegah Ketimpangan dan Kesenjangan Sosial

Oleh: H. Didik Imam Wahyudi, SE. Ak

ISLAM dalam keseluruhan ajarannya melindungi derajat, harkat dan martabat manusia dari segala hal yang merendahkan dan menistakannya. Setiap muslim wajib memperhatikan kepetingan manusia dan masyarakat sekitar sesuai kemampuannya. Rasulullah SAW bersabda “Perumpamaan seorang mukmin terhadap mukmin lainnnya dalam saling mengasihi, saling menyanyangi, saling menyantuni, adalah seperti satu tubuh apabila satu bagian dari tubuh itu menderita sakit, seluruh tubuh merasakannya” (HR Muslim).

Kewajiban menunaikan zakat dan tolong menolong yang diajarkan dalam Islam telah membuka mata dunia tetang kewajiban asasi manusia (human rights obligations) yang harus ditunaikan. Perintah zakat ini selain menumbuhkan etos kerja ummat untuk berupaya memenuhi kebutuhan hidup secara wajar dan dengan cara yang benar sekaligus menumbuhkan semangat tolong menolong antar sesama manusia.

Baca Juga :  Zakat Tepat, Umat Kuat

Sistem zakat mendorong terealisasinya keadilan sosial menjadi kenyataan bukan sekedar filosofi yang abstrak dan utapis. Kewajiban menunaikan zakat mencegah ketimpangan dan kesenjangan sosial yang bertentangan dengan nalar keadilan.

Sekiranya zakat dikelola oleh lembaga yang resmi dan amanah pasti manfaat nya akan lebih optimal terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Sebagaimana ada lembaga Pengelola zakat yaitu Baznas yang di bentuk pemerintah untuk mengumpulkan, menditribusikan dan mendayagunakan zakat sesuai Syariat agama Islam dan UU No 23 Tahun  2011, maka Baznas akan membantu mengurangi kesenjangan antara golongan kaya dan miskin tersebut dengan mendistribusikan dan mendayagunakan zakat kepada mereka yang berhak menerimanya (mustahik), dan ini adalah tindakan konkret Baznas untuk membantu mengurangi kesenjangan tersebut karena kesenjangan adalah penghalang terwujudnya keadilan sosial yang dicita-citakan dalam kehidupan bernegara.

Baca Juga :  Baznas Kalbar Buka Gerai Zakat di Transmart dan Xingmart, Mudahkan Berzakat

Islam mengajarkan bahwa di dalam harta seseorang terdapat hak orang lain. Alloh berfirman dalam Al Qur’an surah Ar Rum ayat 38 : “Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya (demikian pula) kepada orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhoan Alloh dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.

Oleh sebab itu pranata keagamaan seperti Zakat Infaq dan Sedekah dan Dana Sosial keagamaan yang lainnya harus ditangani dengan baik.

Zakat merupakan sarana perjuangan ummat Islam dalam mewujudkan keadilan sosial. Masyarakat yang berkeadilan sosial tidak memberi peluang bagi timbulnya kepincangan dan jarak pemisah antara golongan kaya dan miskin.

(Penulis, Wakil Ketua  BAZNAS Kalbar dan Kepala Cabang Pinbas (Pusat Inkubasi Bisnis Syariah) MUI Provinsi Kalbar)

Oleh: H. Didik Imam Wahyudi, SE. Ak

ISLAM dalam keseluruhan ajarannya melindungi derajat, harkat dan martabat manusia dari segala hal yang merendahkan dan menistakannya. Setiap muslim wajib memperhatikan kepetingan manusia dan masyarakat sekitar sesuai kemampuannya. Rasulullah SAW bersabda “Perumpamaan seorang mukmin terhadap mukmin lainnnya dalam saling mengasihi, saling menyanyangi, saling menyantuni, adalah seperti satu tubuh apabila satu bagian dari tubuh itu menderita sakit, seluruh tubuh merasakannya” (HR Muslim).

Kewajiban menunaikan zakat dan tolong menolong yang diajarkan dalam Islam telah membuka mata dunia tetang kewajiban asasi manusia (human rights obligations) yang harus ditunaikan. Perintah zakat ini selain menumbuhkan etos kerja ummat untuk berupaya memenuhi kebutuhan hidup secara wajar dan dengan cara yang benar sekaligus menumbuhkan semangat tolong menolong antar sesama manusia.

Baca Juga :  Penghitungan Zakat Emas, Perak, Uang ( Logam Mulia & Batu Mulia Lainnya )

Sistem zakat mendorong terealisasinya keadilan sosial menjadi kenyataan bukan sekedar filosofi yang abstrak dan utapis. Kewajiban menunaikan zakat mencegah ketimpangan dan kesenjangan sosial yang bertentangan dengan nalar keadilan.

Sekiranya zakat dikelola oleh lembaga yang resmi dan amanah pasti manfaat nya akan lebih optimal terhadap kesejahteraan masyarakat luas. Sebagaimana ada lembaga Pengelola zakat yaitu Baznas yang di bentuk pemerintah untuk mengumpulkan, menditribusikan dan mendayagunakan zakat sesuai Syariat agama Islam dan UU No 23 Tahun  2011, maka Baznas akan membantu mengurangi kesenjangan antara golongan kaya dan miskin tersebut dengan mendistribusikan dan mendayagunakan zakat kepada mereka yang berhak menerimanya (mustahik), dan ini adalah tindakan konkret Baznas untuk membantu mengurangi kesenjangan tersebut karena kesenjangan adalah penghalang terwujudnya keadilan sosial yang dicita-citakan dalam kehidupan bernegara.

Baca Juga :  Salurkan Dana Zakat ke Fakir Miskin

Islam mengajarkan bahwa di dalam harta seseorang terdapat hak orang lain. Alloh berfirman dalam Al Qur’an surah Ar Rum ayat 38 : “Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya (demikian pula) kepada orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhoan Alloh dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.

Oleh sebab itu pranata keagamaan seperti Zakat Infaq dan Sedekah dan Dana Sosial keagamaan yang lainnya harus ditangani dengan baik.

Zakat merupakan sarana perjuangan ummat Islam dalam mewujudkan keadilan sosial. Masyarakat yang berkeadilan sosial tidak memberi peluang bagi timbulnya kepincangan dan jarak pemisah antara golongan kaya dan miskin.

(Penulis, Wakil Ketua  BAZNAS Kalbar dan Kepala Cabang Pinbas (Pusat Inkubasi Bisnis Syariah) MUI Provinsi Kalbar)

Most Read

Artikel Terbaru

/