alexametrics
29 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Hikmah Puasa

Oleh : Edi Arliansyah

Semoga puasa kita di bulan Ramadan ini menjadikan kita semakin dekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, semakin ikhlas semakin mengikuti petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pada akhirnya kita berharap semoga Allah memasukkan kita menjadi golongan orang-orang yang bertaqwa.

Amalan utama puasa adalah menahan diri untuk tidak makan dan minum pada siang hari padahal makanan itu halal untuk di makan. semoga dengan latihan puasa itu dan dilakukan dengan niat yang ikhlas dan benar, kita berharap bisa menahan diri untuk tidak makan dan minum barang-barang yang diharamkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik zatnya maupun cara mendapatkannya.

Di antara makanan yang diharamkan Allah dan merupakan dosa besar bagi yang melakukannya adalah mencari makan (rezeki) dengan cara melakukan transaksi riba dalam jual beli. adapun sebagian dalilnya adalah : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. “(QS. Al-baqarah: 278)

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat ( dari pengambil riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-baqarah: 279)

Nabi shallallahu ‘alaihi sallam :” Bila kalian melakukan transaksi ribawi, tunduk dengan harta kekayaan (hewan ternak) mengagungkan tanaman dan meninggalkan jihad niscaya Allah timpakan kepada kalian kehinaan yang tidak akan dijauhkan dari kalian hingga kalian kembali kepada syariat Allah (dalam seluruh ospek kehidupan kalian) “. (HR. Abu Daud, dishaihkan oleh Al-Albani).

Baca Juga :  Ramadhan dan Hijrahnya Hati

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Apabila perzinahan dan Riba merajalela di sebuah kampung, sungguh mereka telah mengundang azab untuk menimpa mereka. “ (HR. Al-Hakim. menurut Al-Albani bahwa derajat hadis ini hasan li ghairih).

Dari dalil ini jelas bahwa Allah melarang kita melakukan transaksi riba dan hukuman bagi yang melanggarnya tidak haynya di akhirat saja tetapi juga dirasakan di dunia ini, oleh karena itu tidak akan pernah bahagia orang-orang yang melakukan transaksi riba, coba kita lihat diri kita dan orang-orang yang di sekitar kita yang melakukan transaksi riba ini, bagaimana akhir dari kehidupannya. adapun orang-orang yang termasuk dalam ancaman dari dalil-dalil diatas, disebutkan dengan dalil bahwa ini, nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda adalah :

Baca Juga :  Menjaga Spirit Ramadhan

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.

“Kata beliau, “semuanya sama dalam dosa. “(HR. Muslim, no. 1598). Semoga tulisan ini bermanfaat bagi diri penulis dan pembaca untuk menjadikan kita orang-orang yang dicintai Allah. (*)

Penulis adalah Owner  CV Arly Singkawang dan Sintang.

Oleh : Edi Arliansyah

Semoga puasa kita di bulan Ramadan ini menjadikan kita semakin dekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, semakin ikhlas semakin mengikuti petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pada akhirnya kita berharap semoga Allah memasukkan kita menjadi golongan orang-orang yang bertaqwa.

Amalan utama puasa adalah menahan diri untuk tidak makan dan minum pada siang hari padahal makanan itu halal untuk di makan. semoga dengan latihan puasa itu dan dilakukan dengan niat yang ikhlas dan benar, kita berharap bisa menahan diri untuk tidak makan dan minum barang-barang yang diharamkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik zatnya maupun cara mendapatkannya.

Di antara makanan yang diharamkan Allah dan merupakan dosa besar bagi yang melakukannya adalah mencari makan (rezeki) dengan cara melakukan transaksi riba dalam jual beli. adapun sebagian dalilnya adalah : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. “(QS. Al-baqarah: 278)

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat ( dari pengambil riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-baqarah: 279)

Nabi shallallahu ‘alaihi sallam :” Bila kalian melakukan transaksi ribawi, tunduk dengan harta kekayaan (hewan ternak) mengagungkan tanaman dan meninggalkan jihad niscaya Allah timpakan kepada kalian kehinaan yang tidak akan dijauhkan dari kalian hingga kalian kembali kepada syariat Allah (dalam seluruh ospek kehidupan kalian) “. (HR. Abu Daud, dishaihkan oleh Al-Albani).

Baca Juga :  Meraih Lailatul Qadar

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Apabila perzinahan dan Riba merajalela di sebuah kampung, sungguh mereka telah mengundang azab untuk menimpa mereka. “ (HR. Al-Hakim. menurut Al-Albani bahwa derajat hadis ini hasan li ghairih).

Dari dalil ini jelas bahwa Allah melarang kita melakukan transaksi riba dan hukuman bagi yang melanggarnya tidak haynya di akhirat saja tetapi juga dirasakan di dunia ini, oleh karena itu tidak akan pernah bahagia orang-orang yang melakukan transaksi riba, coba kita lihat diri kita dan orang-orang yang di sekitar kita yang melakukan transaksi riba ini, bagaimana akhir dari kehidupannya. adapun orang-orang yang termasuk dalam ancaman dari dalil-dalil diatas, disebutkan dengan dalil bahwa ini, nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda adalah :

Baca Juga :  Konsumerisme dan Ta’wil Mimpi Nabi Yusuf

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.

“Kata beliau, “semuanya sama dalam dosa. “(HR. Muslim, no. 1598). Semoga tulisan ini bermanfaat bagi diri penulis dan pembaca untuk menjadikan kita orang-orang yang dicintai Allah. (*)

Penulis adalah Owner  CV Arly Singkawang dan Sintang.

Most Read

Artikel Terbaru

/