alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Menteri Kesehatan Inggris Minta Hentikan ‘Pembunuhan Massal’ di Ukraina

LONDON – Dunia harus bertindak menghentikan pembunuhan masal di Ukraina, kata Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid pada Rabu, membandingkan laporan pembunuhan warga sipil oleh pasukan Rusia dengan genosida 1995 Bosnia.

Sejak pasukan Rusia mundur dari kota dan desa di sekitar ibu kota Ukraina, Kiev, pasukan Ukraina menunjukkan kepada wartawan jasad-jasad, yang katanya warga sipil yang dibunuh oleh pasukan Rusia, rumah-rumah yang telah hancur dan mobil-mobil yang terbakar.

“Ini adalah pembunuhan massal dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya di Eropa. Kami belum pernah menyaksikan ini, saya rasa sejak 1995,” katanya kepada BBC.

Pada Juli 1995 pasukan Serbia Bosnia menyerbu “zona aman” PBB di Kota Srebrenica dan membantai kaum pria dalam peristiwa yang secara luas dianggap sebagai kekejaman paling sadis di Eropa sejak Perang Dunia II.

Baca Juga :  Merasakan Ketegangan di Jantung Syria

“Saya tidak mau mengenang genosida lainnya di Eropa beberapa tahun dari sekarang. Kami memilik kekuatan, dunia memiliki kekuatan untuk menghentikan ini, dan dunia harus bertindak,” kata Javid.

Kremlin pada Selasa menyebut tudingan Barat bahwa pasukan Rusia melakukan kejahatan perang dengan mengeksekusi warga sipil di Kota Bucha, Ukraina, adalah “kebohongan yang mengerikan” yang bertujuan memfitnah militer Rusia.

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan bahwa rekaman warga sipil yang tewas di kota Bucha di Ukraina telah “dipesan” oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari rencana untuk menyalahkan Rusia.

“Siapa yang menguasai provokasi? Tentu saja Amerika Serikat dan NATO,” kata juru bicara kementerian Maria Zakharova dalam sebuah wawancara di televisi pemerintah pada Minggu malam.

Zakharova mengatakan kecaman langsung Barat atas gambar warga sipil yang tewas mengindikasikan cerita itu telah menjadi bagian dari rencana untuk menodai reputasi Rusia.

Baca Juga :  Zelenskyy Apresiasi Undangan Jokowi

“Dalam kasus ini, menurut saya fakta bahwa pernyataan ini (tentang Rusia) dibuat pada menit-menit pertama setelah materi ini muncul, tidak diragukan lagi siapa yang ‘memesan’ cerita ini.”

Sebelumnya Reuters melaporkan bahwa wartawannya yang mengunjungi Bucha pada Sabtu melihat mayat-mayat tergeletak di jalan-jalan kota itu, yang berjarak 37km dari ibu kota Kiev.

Sebuah kuburan massal di sebuah gereja masih terbuka, tangan dan kaki korban terlihat menyembul dari tanah liat merah yang ditumpuk di atasnya.

Ukraina pada Minggu menuduh Rusia melakukan “pembantaian” di Bucha, salah satu kota yang direbut kembali oleh tentara Ukraina ketika pasukan Rusia pergi untuk bertempur di wilayah timur. (ant)

LONDON – Dunia harus bertindak menghentikan pembunuhan masal di Ukraina, kata Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid pada Rabu, membandingkan laporan pembunuhan warga sipil oleh pasukan Rusia dengan genosida 1995 Bosnia.

Sejak pasukan Rusia mundur dari kota dan desa di sekitar ibu kota Ukraina, Kiev, pasukan Ukraina menunjukkan kepada wartawan jasad-jasad, yang katanya warga sipil yang dibunuh oleh pasukan Rusia, rumah-rumah yang telah hancur dan mobil-mobil yang terbakar.

“Ini adalah pembunuhan massal dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya di Eropa. Kami belum pernah menyaksikan ini, saya rasa sejak 1995,” katanya kepada BBC.

Pada Juli 1995 pasukan Serbia Bosnia menyerbu “zona aman” PBB di Kota Srebrenica dan membantai kaum pria dalam peristiwa yang secara luas dianggap sebagai kekejaman paling sadis di Eropa sejak Perang Dunia II.

Baca Juga :  Bandel Sering Tak Pakai Masker, Trump dan Melania Positif Covid-19

“Saya tidak mau mengenang genosida lainnya di Eropa beberapa tahun dari sekarang. Kami memilik kekuatan, dunia memiliki kekuatan untuk menghentikan ini, dan dunia harus bertindak,” kata Javid.

Kremlin pada Selasa menyebut tudingan Barat bahwa pasukan Rusia melakukan kejahatan perang dengan mengeksekusi warga sipil di Kota Bucha, Ukraina, adalah “kebohongan yang mengerikan” yang bertujuan memfitnah militer Rusia.

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan bahwa rekaman warga sipil yang tewas di kota Bucha di Ukraina telah “dipesan” oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari rencana untuk menyalahkan Rusia.

“Siapa yang menguasai provokasi? Tentu saja Amerika Serikat dan NATO,” kata juru bicara kementerian Maria Zakharova dalam sebuah wawancara di televisi pemerintah pada Minggu malam.

Zakharova mengatakan kecaman langsung Barat atas gambar warga sipil yang tewas mengindikasikan cerita itu telah menjadi bagian dari rencana untuk menodai reputasi Rusia.

Baca Juga :  Ukraina Berhasil Pertahankan Kiev-Kharkiv

“Dalam kasus ini, menurut saya fakta bahwa pernyataan ini (tentang Rusia) dibuat pada menit-menit pertama setelah materi ini muncul, tidak diragukan lagi siapa yang ‘memesan’ cerita ini.”

Sebelumnya Reuters melaporkan bahwa wartawannya yang mengunjungi Bucha pada Sabtu melihat mayat-mayat tergeletak di jalan-jalan kota itu, yang berjarak 37km dari ibu kota Kiev.

Sebuah kuburan massal di sebuah gereja masih terbuka, tangan dan kaki korban terlihat menyembul dari tanah liat merah yang ditumpuk di atasnya.

Ukraina pada Minggu menuduh Rusia melakukan “pembantaian” di Bucha, salah satu kota yang direbut kembali oleh tentara Ukraina ketika pasukan Rusia pergi untuk bertempur di wilayah timur. (ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/