23.9 C
Pontianak
Thursday, December 1, 2022

Membanggakan, Madu Hutan Nanga Lauk Dipamerkan di Turki

Beberapa wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu memang terkenal sebagai penghasil madu hutan terbaik, yang sudah berlangsung cukup lama dan masih terjaga sampai saat ini. Salah satunya madu hutan dari Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir.

BAHKAN madu Hutan dari Desa Nanga Lauk tersebut ikut dipamerkan dalam Mustakil Sanayici ve Isadamlari Dernegi (MUSIAD) Expo 2022 di Istanbul, Turki, 2 – 7 November 2022. Kegiatan tersebut merupakan pameran dagang Business Trade Mission terbesar Turki dan Eropa yang diselenggarakan setiap dua tahun.

Specialist Program Conservation PRCF Indonesia, Erik Munandar mengungkapkan, sebagai pendamping, pihaknya tentu sangat senang dengan ikut dipamerkannya produk madu hutan dari Nanga Lauk tersebut.

“Secara tidak langsung madu Nanga Lauk sudah go internasional,” ungkap Erik.

Lebih lanjut Erik mengungkapkan, ada dua produk andalan dari Kalimantan Barat yang ikut dipamerkan yakni madu hutan dari Nanga Lauk Kabupaten Kapuas Hulu dan Kopi Liberika dari Kayong Utara.

Saat pameran itu, tidak hanya produk dari Kalbar saja, ada juga produk hasil hutan bukan kayu dari kelompok perhutanan sosial lain seperti gula aren, minyak atsiri, dan tidak ketinggalan kopi agroforestry. Saat di Turki, semua mengatasnamakan produk Indonesia.

Baca Juga :  Rusia Terus Gempur Ukraina, Ibu Kota Kiev Bisa Jatuh dalam Hitungan Hari

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sebagai koordinator delegasi ini ikut membawa perwakilan dari petani KUPS, Hariska. Hariska sendiri adalah Ketua LPHD Lauk Bersatu. Kemudian, ada Gusti Iwan Darmawan dari Kopi Jalanan (Kojal) memamerkan produk Kopi Liberika dari petani perhutanan sosial di Kayong Utara.

Hariska, ketua LPHD Lauk Bersatu menambahkan, dengan mengikuti event pameran internasional ini, pihaknya berharap madu hutan dari Nanga Lauk bisa diterima pasar.

“Berharap ada pembeli atau buyer dari luar negeri. Apabila ada buyer dari luar negeri tentu sangat menguntungkan bagi LPHD dan KUPS Madu yang selama ini dibina oleh PRCF Indonesia,” ungkap Hariska.

Pada hari pertama, diungkapkan Hariska, booth Kementerian LHK yang ditata dengan unik, telah dikunjungi banyak pengunjung dari berbagai negara.

Baca Juga :  Asa Warga Kampung Semangit Berdikari dengan Ekonomi Hijau

Para pengunjung antusias dengan produk kopi, madu, kerajinan tangan, dan kain tenun. Mereka juga dijamu dengan seduhan Kopi Liberika Kayong Utara dengan alat bamboo drip yang membuat rasa kopi menjadi unik dan enak.

Delegasi MUSIAD seluruh negara, perwakilan negara, dan beberapa Kamar Dagang dari berbagai negara. Mereka antusias berkunjung ke booth Indonesia. Bahkan kata Hariska, beberapa pengunjung turut menunjukkan ketertarikan untuk bekerja sama dan tertarik membeli madu dalam jumlah besar. Keinginan mereka ini akan ditindaklanjuti pada pertemuan IHSIAD Business Forum pada 7 November 2022.

“Hal ini akan ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara KUPS yang hadir dengan pelaku usaha di Turki,” jelasnya.

Kementerian LHK berharap melalui partisipasi dalam event besar ini, dapat meningkatkan konektivitas pasar bagi produk-produk HHBK kelompok usaha perhutanan sosial, menciptakan peluang bertemu dan bekerjasama dengan para pebisnis dan offtaker internasional untuk memperoleh pelanggan potensial, importir, maupun mitra dagang baru. (dRe)

Beberapa wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu memang terkenal sebagai penghasil madu hutan terbaik, yang sudah berlangsung cukup lama dan masih terjaga sampai saat ini. Salah satunya madu hutan dari Desa Nanga Lauk Kecamatan Embaloh Hilir.

BAHKAN madu Hutan dari Desa Nanga Lauk tersebut ikut dipamerkan dalam Mustakil Sanayici ve Isadamlari Dernegi (MUSIAD) Expo 2022 di Istanbul, Turki, 2 – 7 November 2022. Kegiatan tersebut merupakan pameran dagang Business Trade Mission terbesar Turki dan Eropa yang diselenggarakan setiap dua tahun.

Specialist Program Conservation PRCF Indonesia, Erik Munandar mengungkapkan, sebagai pendamping, pihaknya tentu sangat senang dengan ikut dipamerkannya produk madu hutan dari Nanga Lauk tersebut.

“Secara tidak langsung madu Nanga Lauk sudah go internasional,” ungkap Erik.

Lebih lanjut Erik mengungkapkan, ada dua produk andalan dari Kalimantan Barat yang ikut dipamerkan yakni madu hutan dari Nanga Lauk Kabupaten Kapuas Hulu dan Kopi Liberika dari Kayong Utara.

Saat pameran itu, tidak hanya produk dari Kalbar saja, ada juga produk hasil hutan bukan kayu dari kelompok perhutanan sosial lain seperti gula aren, minyak atsiri, dan tidak ketinggalan kopi agroforestry. Saat di Turki, semua mengatasnamakan produk Indonesia.

Baca Juga :  Jemaah Mulai Alami Dehidrasi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sebagai koordinator delegasi ini ikut membawa perwakilan dari petani KUPS, Hariska. Hariska sendiri adalah Ketua LPHD Lauk Bersatu. Kemudian, ada Gusti Iwan Darmawan dari Kopi Jalanan (Kojal) memamerkan produk Kopi Liberika dari petani perhutanan sosial di Kayong Utara.

Hariska, ketua LPHD Lauk Bersatu menambahkan, dengan mengikuti event pameran internasional ini, pihaknya berharap madu hutan dari Nanga Lauk bisa diterima pasar.

“Berharap ada pembeli atau buyer dari luar negeri. Apabila ada buyer dari luar negeri tentu sangat menguntungkan bagi LPHD dan KUPS Madu yang selama ini dibina oleh PRCF Indonesia,” ungkap Hariska.

Pada hari pertama, diungkapkan Hariska, booth Kementerian LHK yang ditata dengan unik, telah dikunjungi banyak pengunjung dari berbagai negara.

Baca Juga :  Banjir Landa Bangladesh dan India

Para pengunjung antusias dengan produk kopi, madu, kerajinan tangan, dan kain tenun. Mereka juga dijamu dengan seduhan Kopi Liberika Kayong Utara dengan alat bamboo drip yang membuat rasa kopi menjadi unik dan enak.

Delegasi MUSIAD seluruh negara, perwakilan negara, dan beberapa Kamar Dagang dari berbagai negara. Mereka antusias berkunjung ke booth Indonesia. Bahkan kata Hariska, beberapa pengunjung turut menunjukkan ketertarikan untuk bekerja sama dan tertarik membeli madu dalam jumlah besar. Keinginan mereka ini akan ditindaklanjuti pada pertemuan IHSIAD Business Forum pada 7 November 2022.

“Hal ini akan ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara KUPS yang hadir dengan pelaku usaha di Turki,” jelasnya.

Kementerian LHK berharap melalui partisipasi dalam event besar ini, dapat meningkatkan konektivitas pasar bagi produk-produk HHBK kelompok usaha perhutanan sosial, menciptakan peluang bertemu dan bekerjasama dengan para pebisnis dan offtaker internasional untuk memperoleh pelanggan potensial, importir, maupun mitra dagang baru. (dRe)

Most Read

Artikel Terbaru

/