alexametrics
26.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Rusia Disebut Tembaki Masjid

PASUKAN Rusia disebut menembaki sebuah masjid di kota pelabuhan Mariupol di Ukraina selatan. Di lokasi itu terdapat lebih dari 80 orang dewasa dan anak-anak termasuk warga negara Turki yang mengungsi.  Demikian diungkapkan Kementerian Luar Negeri Ukraina, Sabtu (12/3).

Ukraina menuding Rusia menghadang warga meninggalkan Mariupol. Di kota itu, blokade membuat ratusan ribu orang terjebak.  Sementara itu, Rusia menyalahkan Ukraina, yang dianggap gagal mengevakuasi orang-orang.

“Masjid Sultan Suleiman dan istrinya Roxolana (Hurrem Sultan) di Mariupol ditembaki para penyerbu dari Rusia,” kata kementerian luar negeri Ukraina di Twitter.

“Sebanyak 80 lebih orang dewasa dan anak-anak, termasuk warga Turki, berlindung dari penembakan yang terjadi di sana,” ujar kemlu.  Pernyataan kemlu tidak menyebutkan apakah ada korban tewas ataupun luka dalam serangan di masjid itu. Di lain pihak, Moskow membantah telah mengincar daerah-daerah tempat warga sipil dalam operasi militernya.

Baca Juga :  Tentara Ukraina di Mariupol Belum Menyerah

PASUKAN Rusia disebut menembaki sebuah masjid di kota pelabuhan Mariupol di Ukraina selatan. Di lokasi itu terdapat lebih dari 80 orang dewasa dan anak-anak termasuk warga negara Turki yang mengungsi.  Demikian diungkapkan Kementerian Luar Negeri Ukraina, Sabtu (12/3).

Ukraina menuding Rusia menghadang warga meninggalkan Mariupol. Di kota itu, blokade membuat ratusan ribu orang terjebak.  Sementara itu, Rusia menyalahkan Ukraina, yang dianggap gagal mengevakuasi orang-orang.

“Masjid Sultan Suleiman dan istrinya Roxolana (Hurrem Sultan) di Mariupol ditembaki para penyerbu dari Rusia,” kata kementerian luar negeri Ukraina di Twitter.

“Sebanyak 80 lebih orang dewasa dan anak-anak, termasuk warga Turki, berlindung dari penembakan yang terjadi di sana,” ujar kemlu.  Pernyataan kemlu tidak menyebutkan apakah ada korban tewas ataupun luka dalam serangan di masjid itu. Di lain pihak, Moskow membantah telah mengincar daerah-daerah tempat warga sipil dalam operasi militernya.

Baca Juga :  Donor Darah 18.000 Orang untuk Stabilitas Suplai Darah di Korea Selatan

Most Read

Artikel Terbaru

/