alexametrics
27.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Rajapaksa Mengaku sudah Maksimal Atasi Krisis Sri Lanka

KOLOMBO – Presiden Sri Lanka yang melarikan diri, Gotabaya Rajapaksa, mengaku telah melakukan “semua langkah yang mungkin” untuk mencegah krisis ekonomi yang menimpa negara pulau tersebut. Pekan lalu Rajapaksa kabur dari Sri Lanka di tengah gelombang protes anti pemerintah. Dia terbang ke Maladewa dan kemudian ke Singapura.

Dia telah mengirimkan surat pengunduran diri ke parlemen dan disetujui pada Jumat. Parlemen Sri Lanka bertemu pada Sabtu untuk memulai proses pemilihan presiden baru. Dhammika Dasanayake, sekretaris jenderal parlemen, secara formal membacakan surat pengunduran diri Rajapaksa, yang isi lengkapnya belum diungkapkan kepada publik.

Dalam suratnya, Rajapaksa mengatakan krisis keuangan Sri Lanka berakar dari salah urus ekonomi selama bertahun-tahun sebelum dia menjabat sebagai presiden.
Selain itu, pandemi Covid-19 secara drastis telah mengurangi kunjungan wisatawan dan devisa dari pekerja di luar negeri, katanya.

Baca Juga :  Dipertemukan setelah Terpisah 3 Tahun

“Adalah keyakinan pribadi saya bahwa saya telah mengambil semua langkah yang mungkin untuk mengatasi krisis ini, termasuk mengundang anggota parlemen membentuk pemerintahan bersatu atau (dari) semua partai,” kata Rajapaksa dalam suratnya.

Parlemen akan bertemu lagi pada Selasa untuk menerima pencalonan presiden. Pemungutan suara akan dilakukan pada Rabu. Perdana menteri enam kali, Ranil Wickremesinghe, sekutu klan Rajapaksa yang menjadi wakil tunggal partainya di parlemen, telah dilantik menjadi presiden sementara sampai presiden baru terpilih.

Wickremesinghe, yang juga dituntut mundur oleh demonstran, diajukan sebagai calon presiden partai berkuasa pada Jumat. Pencalonannya mendorong kemungkinan huru-hara berlanjut jika dia terpilih sebagai presiden.

Calon presiden kubu oposisi adalah Sajith Premadasa, sedangkan anggota senior parlemen dari partai berkuasa Dullas Alahapperuma berpotensi menjadi kuda hitam. Lebih dari 100 polisi dan aparat keamanan bersenjata senapan bersiaga di jalan-jalan sekitar parlemen pada Sabtu, menjaga barikade dan meriam air untuk mencegah kerusuhan.

Baca Juga :  Berkalung Botol Air Zamzam, Disemprotkan Kalau Panas, Diminum Kalau Haus

Iring-iringan mobil tentara berpatroli di sekitar gedung parlemen, meskipun tidak ada tanda-tanda kemunculan demonstran. Protes-protes jalanan atas keruntuhan ekonomi Sri Lanka telah berlangsung berbulan-bulan sebelum memuncak pada 9 Juli.

Antrean bahan bakar selama berhari-hari telah menjadi pemandangan umum di negara pulau berpenduduk 22 juta jiwa itu. Cadangan devisa Sri Lanka nyaris habis dan inflasi mencapai 54,6 persen bulan lalu.

Sri Lanka pada Sabtu menerima tiga pengiriman bahan bakar, kata Menteri Energi Kanchana Wijesekera, gelombang pertama dari beberapa pengiriman selama tiga pekan ke depan.
“Pembayaran sudah selesai untuk ketiga (pengiriman itu),” kata sang menteri di Twitter.(ant)

KOLOMBO – Presiden Sri Lanka yang melarikan diri, Gotabaya Rajapaksa, mengaku telah melakukan “semua langkah yang mungkin” untuk mencegah krisis ekonomi yang menimpa negara pulau tersebut. Pekan lalu Rajapaksa kabur dari Sri Lanka di tengah gelombang protes anti pemerintah. Dia terbang ke Maladewa dan kemudian ke Singapura.

Dia telah mengirimkan surat pengunduran diri ke parlemen dan disetujui pada Jumat. Parlemen Sri Lanka bertemu pada Sabtu untuk memulai proses pemilihan presiden baru. Dhammika Dasanayake, sekretaris jenderal parlemen, secara formal membacakan surat pengunduran diri Rajapaksa, yang isi lengkapnya belum diungkapkan kepada publik.

Dalam suratnya, Rajapaksa mengatakan krisis keuangan Sri Lanka berakar dari salah urus ekonomi selama bertahun-tahun sebelum dia menjabat sebagai presiden.
Selain itu, pandemi Covid-19 secara drastis telah mengurangi kunjungan wisatawan dan devisa dari pekerja di luar negeri, katanya.

Baca Juga :  Victory Perdana Musim ini

“Adalah keyakinan pribadi saya bahwa saya telah mengambil semua langkah yang mungkin untuk mengatasi krisis ini, termasuk mengundang anggota parlemen membentuk pemerintahan bersatu atau (dari) semua partai,” kata Rajapaksa dalam suratnya.

Parlemen akan bertemu lagi pada Selasa untuk menerima pencalonan presiden. Pemungutan suara akan dilakukan pada Rabu. Perdana menteri enam kali, Ranil Wickremesinghe, sekutu klan Rajapaksa yang menjadi wakil tunggal partainya di parlemen, telah dilantik menjadi presiden sementara sampai presiden baru terpilih.

Wickremesinghe, yang juga dituntut mundur oleh demonstran, diajukan sebagai calon presiden partai berkuasa pada Jumat. Pencalonannya mendorong kemungkinan huru-hara berlanjut jika dia terpilih sebagai presiden.

Calon presiden kubu oposisi adalah Sajith Premadasa, sedangkan anggota senior parlemen dari partai berkuasa Dullas Alahapperuma berpotensi menjadi kuda hitam. Lebih dari 100 polisi dan aparat keamanan bersenjata senapan bersiaga di jalan-jalan sekitar parlemen pada Sabtu, menjaga barikade dan meriam air untuk mencegah kerusuhan.

Baca Juga :  Kisah Heroik Bocah Ukraina yang Mengungsi Sendirian

Iring-iringan mobil tentara berpatroli di sekitar gedung parlemen, meskipun tidak ada tanda-tanda kemunculan demonstran. Protes-protes jalanan atas keruntuhan ekonomi Sri Lanka telah berlangsung berbulan-bulan sebelum memuncak pada 9 Juli.

Antrean bahan bakar selama berhari-hari telah menjadi pemandangan umum di negara pulau berpenduduk 22 juta jiwa itu. Cadangan devisa Sri Lanka nyaris habis dan inflasi mencapai 54,6 persen bulan lalu.

Sri Lanka pada Sabtu menerima tiga pengiriman bahan bakar, kata Menteri Energi Kanchana Wijesekera, gelombang pertama dari beberapa pengiriman selama tiga pekan ke depan.
“Pembayaran sudah selesai untuk ketiga (pengiriman itu),” kata sang menteri di Twitter.(ant)

Most Read

Deklarasi Hari Kopi Kayong Utara

TMMD Terhalang Cuaca Ekstrem

Ibu Rumah Tangga Rentan Terpapar HIV/AIDS

PDAM Butuh IPA dan intake

Artikel Terbaru

/