alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Selamat Tinggal Donald Trump, Joe Biden Dilantik Sebagai Presiden AS

WASHINGTON DC – Joe Biden dan Kamala Harris segera bekerja di Gedung Putih menggantikan Donald Trump-Mike Pence usai dilantik pada Rabu (20/1) waktu AS. Biden dan tim transisi Wapres Kamala Harris mengumumkan bahwa agenda hari pertama mereka akan cukup padat.

Inagurasi berlangsung meriah meski tidak ada pesta besar-besaran seperti tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah artis papan Negeri Paman Sam hadir dalam acara pelantikan di Washington DC, AS  yang dikemas dalam acara televisi bertajuk Celebrating America itu. Para pendukung Biden tidak diperbolehkan hadir, mengingat pandemic Covid-19 masih menghantui.

Menurut situs bideninaugural.org, acara itu disiarkan sejumlah kanal televisi. Seperti ABC, CBS, CNN, NBC, dan MSNBC, serta ditayangkan live di YouTube dan media sosial.

Pelantikan presiden AS kali ini berbeda dari biasanya. Selain karena pandemi korona yang tidak memungkinkan kerumunan massa, insiden penyerbuan Gedung Capitol membuat pengamanan di sekitar lokasi pelantikan sangat ketat. Meski demikian, para bintang pop meramaikan acara ini. Salah satunya ikon pop Lady Gaga menyanyikan lagu kebangsaan AS, The Star Spangled Banner.

Sementara itu, Donald Trump dalam pidato perpisahan yang dirilis pada Selasa (19/1), berdoa untuk pemerintahan baru presiden terpilih Joe Biden. Namun, Trump menolak untuk menyebut nama penggantinya dalam pidatonya tersebut.

Baca Juga :  Sarawak Tuan Rumah PATA ATCM 2020

“Minggu ini, kami meresmikan pemerintahan baru dan berdoa untuk keberhasilannya dalam menjaga keamanan dan kemakmuran Amerika,” kata Trump.

“Kami menyampaikan harapan terbaik kami, dan kami juga ingin mereka beruntung,” imbuh Trump.

Trump telah menolak untuk menawarkan konsesi penuh kepada Biden, yang memenangkan pemilihan umum pada 3 November 2020 dengan 306 suara dari suara elektoral dibandingkan dengan Trump yang mendapatkan suara 232. Trump berkampanye dengan janji untuk “Membuat Amerika Hebat Lagi” tetapi meninggalkan AS dengan hampir 400.000 orang meninggal karena Covid-19, ekonomi yang berjuang dari pandemi, dan hubungan tegang dengan sekutu utama AS.

“Bahaya terbesar yang kita hadapi adalah hilangnya kepercayaan diri kita sendiri, hilangnya kepercayaan pada kebesaran nasional kita,” kata Trump. “Amerika bukanlah bangsa berjiwa pemalu yang perlu dilindungi dan dilindungi dari orang-orang yang tidak kita setujui,” sebutnya.

Trump telah bersembunyi di Gedung Putih selama minggu-minggu terakhir masa jabatannya. Dia terguncang setelah kerusuhan oleh para pendukungnya di Capitol yang menewaskan lima orang, termasuk seorang petugas Kepolisian Capitol.

Dalam pidato yang direkam, Trump berusaha menyoroti dirinya selama menjabat sebagai presiden AS yang dia banggakan. “Kami melakukan apa yang ingin kami lakukan di sini, dan lebih banyak lagi. Saya menjalani pertempuran yang sulit, pertarungan yang paling sulit, pilihan yang paling sulit karena itulah yang Anda pilih untuk saya lakukan,” ucapnya.

Baca Juga :  Tubuhnya Akan Tinggal di Museum Nasional

Trump mencatat kesepakatan perdamaian Timur Tengah yang ditengahi oleh pemerintahannya dan memuji agenda kebijakan luar negerinya. “Kami merevitalisasi aliansi kami dan mengumpulkan negara-negara di dunia untuk melawan Tiongkok tidak seperti sebelumnya. Saya sangat bangga menjadi presiden pertama dalam beberapa dekade yang tidak memulai perang baru,” bebernya.

“Semua orang Amerika ngeri dengan serangan di Capitol. Kekerasan politik adalah serangan terhadap segala sesuatu yang kami hargai sebagai orang Amerika. Itu tidak pernah bisa ditolerir,” katanya.

“Sekarang, saat saya bersiap untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan baru, saya ingin Anda tahu bahwa gerakan yang kami mulai baru saja dimulai,” kata Trump.

“Saya pergi dari tempat yang megah ini dengan hati yang setia dan gembira serta semangat optimistis, dan keyakinan tertinggi bahwa yang terbaik masih akan datang untuk negara kita dan untuk anak-anak kita,” ujar Trump. (jp)

WASHINGTON DC – Joe Biden dan Kamala Harris segera bekerja di Gedung Putih menggantikan Donald Trump-Mike Pence usai dilantik pada Rabu (20/1) waktu AS. Biden dan tim transisi Wapres Kamala Harris mengumumkan bahwa agenda hari pertama mereka akan cukup padat.

Inagurasi berlangsung meriah meski tidak ada pesta besar-besaran seperti tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah artis papan Negeri Paman Sam hadir dalam acara pelantikan di Washington DC, AS  yang dikemas dalam acara televisi bertajuk Celebrating America itu. Para pendukung Biden tidak diperbolehkan hadir, mengingat pandemic Covid-19 masih menghantui.

Menurut situs bideninaugural.org, acara itu disiarkan sejumlah kanal televisi. Seperti ABC, CBS, CNN, NBC, dan MSNBC, serta ditayangkan live di YouTube dan media sosial.

Pelantikan presiden AS kali ini berbeda dari biasanya. Selain karena pandemi korona yang tidak memungkinkan kerumunan massa, insiden penyerbuan Gedung Capitol membuat pengamanan di sekitar lokasi pelantikan sangat ketat. Meski demikian, para bintang pop meramaikan acara ini. Salah satunya ikon pop Lady Gaga menyanyikan lagu kebangsaan AS, The Star Spangled Banner.

Sementara itu, Donald Trump dalam pidato perpisahan yang dirilis pada Selasa (19/1), berdoa untuk pemerintahan baru presiden terpilih Joe Biden. Namun, Trump menolak untuk menyebut nama penggantinya dalam pidatonya tersebut.

Baca Juga :  Tubuhnya Akan Tinggal di Museum Nasional

“Minggu ini, kami meresmikan pemerintahan baru dan berdoa untuk keberhasilannya dalam menjaga keamanan dan kemakmuran Amerika,” kata Trump.

“Kami menyampaikan harapan terbaik kami, dan kami juga ingin mereka beruntung,” imbuh Trump.

Trump telah menolak untuk menawarkan konsesi penuh kepada Biden, yang memenangkan pemilihan umum pada 3 November 2020 dengan 306 suara dari suara elektoral dibandingkan dengan Trump yang mendapatkan suara 232. Trump berkampanye dengan janji untuk “Membuat Amerika Hebat Lagi” tetapi meninggalkan AS dengan hampir 400.000 orang meninggal karena Covid-19, ekonomi yang berjuang dari pandemi, dan hubungan tegang dengan sekutu utama AS.

“Bahaya terbesar yang kita hadapi adalah hilangnya kepercayaan diri kita sendiri, hilangnya kepercayaan pada kebesaran nasional kita,” kata Trump. “Amerika bukanlah bangsa berjiwa pemalu yang perlu dilindungi dan dilindungi dari orang-orang yang tidak kita setujui,” sebutnya.

Trump telah bersembunyi di Gedung Putih selama minggu-minggu terakhir masa jabatannya. Dia terguncang setelah kerusuhan oleh para pendukungnya di Capitol yang menewaskan lima orang, termasuk seorang petugas Kepolisian Capitol.

Dalam pidato yang direkam, Trump berusaha menyoroti dirinya selama menjabat sebagai presiden AS yang dia banggakan. “Kami melakukan apa yang ingin kami lakukan di sini, dan lebih banyak lagi. Saya menjalani pertempuran yang sulit, pertarungan yang paling sulit, pilihan yang paling sulit karena itulah yang Anda pilih untuk saya lakukan,” ucapnya.

Baca Juga :  Jamaah Haji Positif Covid-19 Langsung Diisolasi

Trump mencatat kesepakatan perdamaian Timur Tengah yang ditengahi oleh pemerintahannya dan memuji agenda kebijakan luar negerinya. “Kami merevitalisasi aliansi kami dan mengumpulkan negara-negara di dunia untuk melawan Tiongkok tidak seperti sebelumnya. Saya sangat bangga menjadi presiden pertama dalam beberapa dekade yang tidak memulai perang baru,” bebernya.

“Semua orang Amerika ngeri dengan serangan di Capitol. Kekerasan politik adalah serangan terhadap segala sesuatu yang kami hargai sebagai orang Amerika. Itu tidak pernah bisa ditolerir,” katanya.

“Sekarang, saat saya bersiap untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan baru, saya ingin Anda tahu bahwa gerakan yang kami mulai baru saja dimulai,” kata Trump.

“Saya pergi dari tempat yang megah ini dengan hati yang setia dan gembira serta semangat optimistis, dan keyakinan tertinggi bahwa yang terbaik masih akan datang untuk negara kita dan untuk anak-anak kita,” ujar Trump. (jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/