alexametrics
24.4 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Lima Jam Mengundurkan Diri, Mahathir Dilantik Kembali

KUALA LUMPUR- Yang di-Pertuan Agong XVI Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah melantik kembali Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri. Hal ini dilakukan untuk mengisi kekosongan pimpinan pemerintahan di Malaysia.

Mahathir dilantik sebagai Perdana Menteri Interim, yaitu sebagai pemimpin sementara di Malaysia sambil menunggu pelantikan Perdana Menteri yang baru. Hal ini dilakukan berdasar undang-undang dan aturan yang termaktub didalam Perlembagaan

Persekutuan yang berlaku di Malaysia. Pernyataan ini diumumkan oleh Mohd Zuki bin Ali selaku Ketua Setiausaha Negara dalam siaran pers kepada media pukul enam sore waktu Malaysia.

Lima jam sebelumnya diberitakan bahwa Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (24/2) pukul satu siang waktu Malaysia.

Baca Juga :  351 Warga Sipil Ukraina Tewas

Mahathir yang terpilih menjadi Perdana Menteri untuk kedua kalinya pada 2018 lalu mengatakan telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Keputusan Mahathir itu bakal membuka jalan adanya koalisi beberapa partai utama bagi pembentukan pemerintahan baru. Mahathir juga menyampaikan bahwa dia telah memberitahukan putusannya itu kepada Yang di-Pertuan Agong pada Senin (24/2) pukul satu siang waktu Kuala Lumpur.

Seperti diketahui, partai Mahathir yakni Parti Pribumi Bersatu Malaysia, juga telah keluar dari koalisi pemerintah yang berkuasa, Pakatan Harapan (Aliansi Harapan). Hal ini seperti dikatakan Presiden Partai, Muhyiddin Yassin.

Keputusan Mahathir terkait dengan situasi politik yang memanas di Malaysia. Pada Minggu (23/2) malam waktu Malaysia, partai Mahathir berencana untuk membentuk pemerintahan baru tanpa campur tangan Anwar Ibrahim.

Baca Juga :  Jemaah Mulai Alami Dehidrasi

Ini jelas merusak kesepakatan yang sudah ada bahwa Pakatan Harapan setuju Anwar Ibrahim akan menggantikan Mahathir pada Mei 2020 mendatang. Namun, dengan adanya rencana membentuk koalisi baru tanpa campur tangan Anwar Ibrahim, jelas menjadi hal yang aneh. (ndo/jp)

KUALA LUMPUR- Yang di-Pertuan Agong XVI Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah melantik kembali Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri. Hal ini dilakukan untuk mengisi kekosongan pimpinan pemerintahan di Malaysia.

Mahathir dilantik sebagai Perdana Menteri Interim, yaitu sebagai pemimpin sementara di Malaysia sambil menunggu pelantikan Perdana Menteri yang baru. Hal ini dilakukan berdasar undang-undang dan aturan yang termaktub didalam Perlembagaan

Persekutuan yang berlaku di Malaysia. Pernyataan ini diumumkan oleh Mohd Zuki bin Ali selaku Ketua Setiausaha Negara dalam siaran pers kepada media pukul enam sore waktu Malaysia.

Lima jam sebelumnya diberitakan bahwa Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (24/2) pukul satu siang waktu Malaysia.

Baca Juga :  351 Warga Sipil Ukraina Tewas

Mahathir yang terpilih menjadi Perdana Menteri untuk kedua kalinya pada 2018 lalu mengatakan telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Keputusan Mahathir itu bakal membuka jalan adanya koalisi beberapa partai utama bagi pembentukan pemerintahan baru. Mahathir juga menyampaikan bahwa dia telah memberitahukan putusannya itu kepada Yang di-Pertuan Agong pada Senin (24/2) pukul satu siang waktu Kuala Lumpur.

Seperti diketahui, partai Mahathir yakni Parti Pribumi Bersatu Malaysia, juga telah keluar dari koalisi pemerintah yang berkuasa, Pakatan Harapan (Aliansi Harapan). Hal ini seperti dikatakan Presiden Partai, Muhyiddin Yassin.

Keputusan Mahathir terkait dengan situasi politik yang memanas di Malaysia. Pada Minggu (23/2) malam waktu Malaysia, partai Mahathir berencana untuk membentuk pemerintahan baru tanpa campur tangan Anwar Ibrahim.

Baca Juga :  80 WNI dari Wilayah Perang Ukraina Berhasil Pulang ke Indonesia

Ini jelas merusak kesepakatan yang sudah ada bahwa Pakatan Harapan setuju Anwar Ibrahim akan menggantikan Mahathir pada Mei 2020 mendatang. Namun, dengan adanya rencana membentuk koalisi baru tanpa campur tangan Anwar Ibrahim, jelas menjadi hal yang aneh. (ndo/jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/