alexametrics
23.2 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Sedikit Lagi, Paru-Paru Kita Lenyap

Kebakaran Hutan Amazon yang Bikin Dunia Resah

Hutan Amazon punya banyak gelar. Namun, yang paling terkenal adalah paru-paru dunia. Kini hutan yang menjadi harapan warga seluruh dunia untuk memperlambat perubahan iklim itu berada di pintu ajal.

———–

PRESIDEN Brasil Jair Bolsonaro baru saja menyatakan cintanya untuk hutan Amazon, Jumat (23/8). Dia mengeluarkan perintah agar tentara negara segera turun tangan dan membantu pemadaman kebakaran.

”Perlindungan hutan tentu saja tugas kami (pemerintah, Red). Kami akan melawan deforestasi dan penjahat yang membahayakan Amazon,” ungkap dia seperti dikutip Associated Press.

Pernyataan tersebut hanya mengundang cibiran dari lokal maupun internasional. Di kota-kota besar Brasil, yakni Rio de Janeiro, Sao Paulo, dan Brasilia, warga masih sibuk memukul panci dan perkakas lain dari rumah masing-masing.

Di Amerika Latin, itu simbol bahwa rakyat tak puas dengan sikap pemerintah.

Kantor diplomatik Brasil di berbagai penjuru dunia juga disambangi aktivis pencinta lingkungan. Tampaknya, mereka belum puas dengan jawaban pemimpin Negeri Samba itu. ”Brasil sudah berubah dari panutan konservasi hutan menjadi bulan-bulanan internasional,” kata Robert Muggah, direktur penelitian Igarape Institute, kepada Agence France-Presse.

Hati publik kadung membeku. Pernyataan prohutan tak pernah keluar dari Bolsonaro sejak dirinya menjabat presiden. Justru dia meminta pebisnis untuk memanfaatkan Amazon sebagai lapak mereka. Entah agrikultur, peternakan, atau pertambangan.

Baca Juga :  Sarawak Tambah 11 Pasien Positif, Total 20 Orang

Hingga sehari sebelum pernyataan cintanya (22/8), sikap politikus yang populer lantaran ditikam saat berkampanye tahun lalu itu tak berubah. Dia menentang kritik Presiden Prancis Emmanuel Macron. Baru setelah Macron dan negara Eropa lain mengancam dengan sanksi ekonomi, Bolsonaro tak lagi bergeming.

”Kebakaran hutan terjadi di seluruh dunia. Ini tak bisa jadi dasar sanksi internasional,” imbuh Bolsonaro.
Jelas saja Bolsonaro takut. Yang mengangkat karir politiknya selama ini merupakan kaum konservatif dan para pengusaha. Karena itu pula, kebijakannya cenderung tak ramah lingkungan.
Masalahnya, sikapnya terlalu keras sehingga memancing kemarahan negara-negara lain. Alhasil, banyak pengusaha

Brasil yang mengaku resah, khawatir ekspor mereka terhambat. Bolsonaro pun langsung dijewer basis dukungannya.
”Tidak mudah melawan kebakaran di Amazon. Tapi, kami akan berusaha sekuat tenaga,” ungkap pria 64 tahun itu.

Bikin Gelap Negeri

Memang hutan Amazon bukan sepenuhnya milik Brasil. Bentangan hutan tersebut sampai ke Bolivia, Paraguay, dan beberapa negara lain. Namun, 60 persen kawasan alam itu milik pemerintahan Bolsonaro.

Pekan ini kebakaran hutan terus meningkat. Sao Paulo sempat dibuat gelap oleh asap dari kebakaran tersebut. Para ilmuwan pun memberikan peringatan tentang kemungkinan lenyapnya ekosistem itu jika penanggulangan tak segera dilakukan.

Baca Juga :  Gunakan Formula Bios dan Foam 44 untuk Tangani Karhutla

”Tingkat deforestasi saat ini bisa jadi berujung kerusakan hutan masif dan menurunnya biodiversitas di sana,” ujar Thomas Lovejoy, pakar lingkungan hidup dari George Mason University.

Lovejoy memaparkan, Amazon tak boleh kehilangan 20–25 persen luasnya. Jika lebih dari itu, setengah dari hutan tropis tersebut bisa berubah menjadi sabana. Apa bahayanya? Kapasitas produksi oksigen dan perangkap karbon dioksida pasti berkurang jauh.

Gelar paru-paru dunia bukan sekadar formalitas. Pohon-pohon di Amazon menyerap 2 miliar ton karbon dioksida setiap tahun. Amazon juga berkontribusi sebesar 20 persen terhadap produksi oksigen global.

”Sekarang api yang membakar hutan Amazon jsutru melepaskan karbon dioksida yang tersimpan di pohon-pohon tersebut. Bumi pun menjadi semakin hangat dan kering,” ujar Doug Morton, ilmuwan NASA.

LSM HAM Amnesty International pun menuntut pemerintah Brasil bertanggung jawab. Menurut mereka, pemerintah telah menyokong pembantaian lingkungan dan manusia. Mereka mengaku punya bukti invasi lahan dan pembakaran hutan dekat habitat pribumi di Negara Bagian Rondonia.

”Daripada menyebar kebohongan, kami sarankan pemerintah Brasil mengatasi masalah yang ada,” ujar Sekjen Amnesty Kumi Naidoo. Kebohongan yang dimaksud Naidoo adalah tudingan Bolsonaro bahwa LSM merupakan aktor pembakaran hutan di Brasil. (*/c11/dos)

Kebakaran Hutan Amazon yang Bikin Dunia Resah

Hutan Amazon punya banyak gelar. Namun, yang paling terkenal adalah paru-paru dunia. Kini hutan yang menjadi harapan warga seluruh dunia untuk memperlambat perubahan iklim itu berada di pintu ajal.

———–

PRESIDEN Brasil Jair Bolsonaro baru saja menyatakan cintanya untuk hutan Amazon, Jumat (23/8). Dia mengeluarkan perintah agar tentara negara segera turun tangan dan membantu pemadaman kebakaran.

”Perlindungan hutan tentu saja tugas kami (pemerintah, Red). Kami akan melawan deforestasi dan penjahat yang membahayakan Amazon,” ungkap dia seperti dikutip Associated Press.

Pernyataan tersebut hanya mengundang cibiran dari lokal maupun internasional. Di kota-kota besar Brasil, yakni Rio de Janeiro, Sao Paulo, dan Brasilia, warga masih sibuk memukul panci dan perkakas lain dari rumah masing-masing.

Di Amerika Latin, itu simbol bahwa rakyat tak puas dengan sikap pemerintah.

Kantor diplomatik Brasil di berbagai penjuru dunia juga disambangi aktivis pencinta lingkungan. Tampaknya, mereka belum puas dengan jawaban pemimpin Negeri Samba itu. ”Brasil sudah berubah dari panutan konservasi hutan menjadi bulan-bulanan internasional,” kata Robert Muggah, direktur penelitian Igarape Institute, kepada Agence France-Presse.

Hati publik kadung membeku. Pernyataan prohutan tak pernah keluar dari Bolsonaro sejak dirinya menjabat presiden. Justru dia meminta pebisnis untuk memanfaatkan Amazon sebagai lapak mereka. Entah agrikultur, peternakan, atau pertambangan.

Baca Juga :  Laporan Kim Jong Un Meninggal Sempat Beredar di Media Tiongkok

Hingga sehari sebelum pernyataan cintanya (22/8), sikap politikus yang populer lantaran ditikam saat berkampanye tahun lalu itu tak berubah. Dia menentang kritik Presiden Prancis Emmanuel Macron. Baru setelah Macron dan negara Eropa lain mengancam dengan sanksi ekonomi, Bolsonaro tak lagi bergeming.

”Kebakaran hutan terjadi di seluruh dunia. Ini tak bisa jadi dasar sanksi internasional,” imbuh Bolsonaro.
Jelas saja Bolsonaro takut. Yang mengangkat karir politiknya selama ini merupakan kaum konservatif dan para pengusaha. Karena itu pula, kebijakannya cenderung tak ramah lingkungan.
Masalahnya, sikapnya terlalu keras sehingga memancing kemarahan negara-negara lain. Alhasil, banyak pengusaha

Brasil yang mengaku resah, khawatir ekspor mereka terhambat. Bolsonaro pun langsung dijewer basis dukungannya.
”Tidak mudah melawan kebakaran di Amazon. Tapi, kami akan berusaha sekuat tenaga,” ungkap pria 64 tahun itu.

Bikin Gelap Negeri

Memang hutan Amazon bukan sepenuhnya milik Brasil. Bentangan hutan tersebut sampai ke Bolivia, Paraguay, dan beberapa negara lain. Namun, 60 persen kawasan alam itu milik pemerintahan Bolsonaro.

Pekan ini kebakaran hutan terus meningkat. Sao Paulo sempat dibuat gelap oleh asap dari kebakaran tersebut. Para ilmuwan pun memberikan peringatan tentang kemungkinan lenyapnya ekosistem itu jika penanggulangan tak segera dilakukan.

Baca Juga :  Negosiasi Kontrak Hamilton Tertunda

”Tingkat deforestasi saat ini bisa jadi berujung kerusakan hutan masif dan menurunnya biodiversitas di sana,” ujar Thomas Lovejoy, pakar lingkungan hidup dari George Mason University.

Lovejoy memaparkan, Amazon tak boleh kehilangan 20–25 persen luasnya. Jika lebih dari itu, setengah dari hutan tropis tersebut bisa berubah menjadi sabana. Apa bahayanya? Kapasitas produksi oksigen dan perangkap karbon dioksida pasti berkurang jauh.

Gelar paru-paru dunia bukan sekadar formalitas. Pohon-pohon di Amazon menyerap 2 miliar ton karbon dioksida setiap tahun. Amazon juga berkontribusi sebesar 20 persen terhadap produksi oksigen global.

”Sekarang api yang membakar hutan Amazon jsutru melepaskan karbon dioksida yang tersimpan di pohon-pohon tersebut. Bumi pun menjadi semakin hangat dan kering,” ujar Doug Morton, ilmuwan NASA.

LSM HAM Amnesty International pun menuntut pemerintah Brasil bertanggung jawab. Menurut mereka, pemerintah telah menyokong pembantaian lingkungan dan manusia. Mereka mengaku punya bukti invasi lahan dan pembakaran hutan dekat habitat pribumi di Negara Bagian Rondonia.

”Daripada menyebar kebohongan, kami sarankan pemerintah Brasil mengatasi masalah yang ada,” ujar Sekjen Amnesty Kumi Naidoo. Kebohongan yang dimaksud Naidoo adalah tudingan Bolsonaro bahwa LSM merupakan aktor pembakaran hutan di Brasil. (*/c11/dos)

Most Read

Artikel Terbaru

/