alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Mahathir Usulkan Pemerintah Tanpa Kubu

KUALA LUMPUR – Bola panas politik Malaysia sudah bergulir. Raja Malaysia mulai mewawancara satu persatu anggota parlemen untuk mencari perdana menteri yang baru. Sedangkan, Mahathir Mohamad juga mulai bergerak untuk mencari sekutu.

Ahmad Fadil Shamsuddin, jubir Istana Kerajaan Malaysia, mengatakan bahwa Yang Dipertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menggelar sesi wawancara dengan 221 mulai kemarin sore (25/2). Setiap legislator diberikan waktu dua sampai tiga menit untuk menyampaikan sikap mereka soal masa depan pemerintah Malaysia.

Sesi hari pertama bakal mengundang 90 wakil rakyat. Sisanya bakal dilanjutkan hari ini (26/2). ”Semua anggota parlemen sudah dibertahu mengenai jadwal wawancara kerajaan sejak Senin (24/2),” ujar Ahmad kepada Channel News Asia.

Di hari yang sama, Mahathir dikabarkan ikut menggelar pertemuan sendiri. Hampir semua pemimpin partai politik diundang ke Perdana Putra. Antara lain, Ketua Gabungan Parti Sarawak (GPS) Datuk Patinggi Abang Johari Abang Openg; Ketua Bersatu Tan Sri Muhyiddin Yassin; Ketua PKR Anwar Ibrahim; Sekjen DAP Lim Guan Eng; Ketua PAS Datuk Seri Hadi Awang; dan Ketua Amanah Mohamad Sabu.

Rumornya, Mahathir menawarkan proposal yang baru. Yakni, koalisi pemerintahan tanpa kubu. Dia mengusulkan agar semua partai bisa bersatu dalam satu aliansi besar. Itu artinya dia bersedia merangkul UMNO yang pernah dikalahkan pada pemilu 2018.

”Tanpa ada kandidat lain, Mahathir jadi unggulan untuk membentuk pemerintahan. Rencananya adalah membentuk pemerintahan tanpa partisan,” ujar salah satu sumber internal yang dikutip oleh The Star.

Baca Juga :  Kematian Akibat Infeksi Covid-19 di Seluruh Dunia Tembus 1,6 Juta Jiwa

Sampai saat ini, kedua kubu di parlemen masih belum sepakat terkait langkah selanjutnya pasca pengunduran diri Mahathir. Pakatan Harapan bersikukuh untuk bertahan. Direktur Komunikasi Amanah Khalid Abdul Samad mengatakan aliansi tersebut masih kuat meski baru ditinggal 37 legislator dari Bersatu dan faksi PKR. ”Saat ini, masih cukup,” ungkapnya saat ditanya media menurut
Saat ini, Pakatan masih didukung 112 legislator dari tiga partai besar. Itu artinya mereka masih memegang mayoritas dari total 221 anggota parlemen. Namun, sampai saat ini mereka masih belum menyebut kandidat perdana menteri mereka. ”Keputusannya akan diumumkan besok (26/2),” ucap Wakil Ketua Amanah Datuk Seri Salahuddin Ayub.

Pakatan Harapan, terutama PKR, sudah mendesak agar Mahathir menepati janjinya. Yakni, menyerahkan kursi perdana menteri kepada Ketua PKR Anwar Ibrahim. Mahathir sempat memberi sinyal bakal menepati janjinya usai KTT APEC November depan. Namun, pengunduran diri Mahathir Senin lalu (24/2) memupuskan harapan Anwar.

”Janji tersebut sudah tak valid lagi. Karena Pakatan Harapan bukan lagi pemerintah,” ujar Kadir Jasin, penasihat Mahathir, kepada Agence France-Presse.

Sementara itu, beberapa partai oposisi pemerintah menyatakan keinginan kuat untuk membubarkan parlemen. Sekjen UMNO Tan Sri Annuar Musa mengatakan mereka sudah menyampaikan keinginan tersebut ke Raja Malaysia. Dia mengatakan bahwa UMNO jelas menolak konsep pemerintah tanpa partisan yang rumornya sedang digarap oleh Mahathir.

Baca Juga :  Perdamaian Institusional Hindari Ancaman Konflik Global

”Pemerintah tanpa kubu akan bertentangan dengan kepentingan partai. Karena itu, kami meminta raja untuk membiarkan rakyat mengambil keputusan,” jelasnya.

Sikap tersebut juga sepertinya disetujui oleh beberapa LSM dan aktivis. Dalam unjuk rasa di Dataran Merdeka, mereka memprotes strategi politik yang licik untuk menjatuhkan pemerintah. Menurut mereka, beberapa oknum menggunakan cara kotor untuk mendapatkan keinginan mereka.

Kunci dari semua keributan ini adalah Mahathir. Meski sudah membuat keputusan mengejutkan, kepala negara tertua di dunia itu masih belum memberi pernyataan apapun ke publik. Beberapa pakar mengatakan bahwa strategi pria berusia 94 tahun itu membuat Anwar dan PKR kehilangan kekuatan.
Professor James Chin, Direktur Asia Institute dari University of Tasmania, mengatakan bahwa langkah Mahathir membuktikan bahwa Anwar sejak awal tak pernah ada dalam daftar penggantinya.

Menurutnya, janji tersebut dibuat untuk memperoleh dukungan PKR dalam pemilu. ”Saat itu, prioritas utama mereka adalah menyingkirkan Najib (Razak, Red),” ungkapnya.

Anwar punya sejarah yang rumit dengan Mahathir. Berawal sebagai salah satu murid terbaik Mahathir, seuami dari Presiden Malaysia Wan Azizah Wan Ismail menjadi musuh karena cekcok kebijakan penangan krisis moneter 1998. Saat itu, Mahathir langsung mendepak Anwar dari kursi Wakil Perdana Menteri. Menurut Chin, sejak itu Mahathir sudah menilai bahwa Anwar tak cocok menjadi pemimpin Malaysia.

”Selama Matathir memimpin, dia pasti akan menyerahkan kekuasaan ke orang lain,” paparnya. (bil)

KUALA LUMPUR – Bola panas politik Malaysia sudah bergulir. Raja Malaysia mulai mewawancara satu persatu anggota parlemen untuk mencari perdana menteri yang baru. Sedangkan, Mahathir Mohamad juga mulai bergerak untuk mencari sekutu.

Ahmad Fadil Shamsuddin, jubir Istana Kerajaan Malaysia, mengatakan bahwa Yang Dipertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menggelar sesi wawancara dengan 221 mulai kemarin sore (25/2). Setiap legislator diberikan waktu dua sampai tiga menit untuk menyampaikan sikap mereka soal masa depan pemerintah Malaysia.

Sesi hari pertama bakal mengundang 90 wakil rakyat. Sisanya bakal dilanjutkan hari ini (26/2). ”Semua anggota parlemen sudah dibertahu mengenai jadwal wawancara kerajaan sejak Senin (24/2),” ujar Ahmad kepada Channel News Asia.

Di hari yang sama, Mahathir dikabarkan ikut menggelar pertemuan sendiri. Hampir semua pemimpin partai politik diundang ke Perdana Putra. Antara lain, Ketua Gabungan Parti Sarawak (GPS) Datuk Patinggi Abang Johari Abang Openg; Ketua Bersatu Tan Sri Muhyiddin Yassin; Ketua PKR Anwar Ibrahim; Sekjen DAP Lim Guan Eng; Ketua PAS Datuk Seri Hadi Awang; dan Ketua Amanah Mohamad Sabu.

Rumornya, Mahathir menawarkan proposal yang baru. Yakni, koalisi pemerintahan tanpa kubu. Dia mengusulkan agar semua partai bisa bersatu dalam satu aliansi besar. Itu artinya dia bersedia merangkul UMNO yang pernah dikalahkan pada pemilu 2018.

”Tanpa ada kandidat lain, Mahathir jadi unggulan untuk membentuk pemerintahan. Rencananya adalah membentuk pemerintahan tanpa partisan,” ujar salah satu sumber internal yang dikutip oleh The Star.

Baca Juga :  Presiden Brasil: Saya Negatif!

Sampai saat ini, kedua kubu di parlemen masih belum sepakat terkait langkah selanjutnya pasca pengunduran diri Mahathir. Pakatan Harapan bersikukuh untuk bertahan. Direktur Komunikasi Amanah Khalid Abdul Samad mengatakan aliansi tersebut masih kuat meski baru ditinggal 37 legislator dari Bersatu dan faksi PKR. ”Saat ini, masih cukup,” ungkapnya saat ditanya media menurut
Saat ini, Pakatan masih didukung 112 legislator dari tiga partai besar. Itu artinya mereka masih memegang mayoritas dari total 221 anggota parlemen. Namun, sampai saat ini mereka masih belum menyebut kandidat perdana menteri mereka. ”Keputusannya akan diumumkan besok (26/2),” ucap Wakil Ketua Amanah Datuk Seri Salahuddin Ayub.

Pakatan Harapan, terutama PKR, sudah mendesak agar Mahathir menepati janjinya. Yakni, menyerahkan kursi perdana menteri kepada Ketua PKR Anwar Ibrahim. Mahathir sempat memberi sinyal bakal menepati janjinya usai KTT APEC November depan. Namun, pengunduran diri Mahathir Senin lalu (24/2) memupuskan harapan Anwar.

”Janji tersebut sudah tak valid lagi. Karena Pakatan Harapan bukan lagi pemerintah,” ujar Kadir Jasin, penasihat Mahathir, kepada Agence France-Presse.

Sementara itu, beberapa partai oposisi pemerintah menyatakan keinginan kuat untuk membubarkan parlemen. Sekjen UMNO Tan Sri Annuar Musa mengatakan mereka sudah menyampaikan keinginan tersebut ke Raja Malaysia. Dia mengatakan bahwa UMNO jelas menolak konsep pemerintah tanpa partisan yang rumornya sedang digarap oleh Mahathir.

Baca Juga :  Duterte Umumkan Lockdown Manila

”Pemerintah tanpa kubu akan bertentangan dengan kepentingan partai. Karena itu, kami meminta raja untuk membiarkan rakyat mengambil keputusan,” jelasnya.

Sikap tersebut juga sepertinya disetujui oleh beberapa LSM dan aktivis. Dalam unjuk rasa di Dataran Merdeka, mereka memprotes strategi politik yang licik untuk menjatuhkan pemerintah. Menurut mereka, beberapa oknum menggunakan cara kotor untuk mendapatkan keinginan mereka.

Kunci dari semua keributan ini adalah Mahathir. Meski sudah membuat keputusan mengejutkan, kepala negara tertua di dunia itu masih belum memberi pernyataan apapun ke publik. Beberapa pakar mengatakan bahwa strategi pria berusia 94 tahun itu membuat Anwar dan PKR kehilangan kekuatan.
Professor James Chin, Direktur Asia Institute dari University of Tasmania, mengatakan bahwa langkah Mahathir membuktikan bahwa Anwar sejak awal tak pernah ada dalam daftar penggantinya.

Menurutnya, janji tersebut dibuat untuk memperoleh dukungan PKR dalam pemilu. ”Saat itu, prioritas utama mereka adalah menyingkirkan Najib (Razak, Red),” ungkapnya.

Anwar punya sejarah yang rumit dengan Mahathir. Berawal sebagai salah satu murid terbaik Mahathir, seuami dari Presiden Malaysia Wan Azizah Wan Ismail menjadi musuh karena cekcok kebijakan penangan krisis moneter 1998. Saat itu, Mahathir langsung mendepak Anwar dari kursi Wakil Perdana Menteri. Menurut Chin, sejak itu Mahathir sudah menilai bahwa Anwar tak cocok menjadi pemimpin Malaysia.

”Selama Matathir memimpin, dia pasti akan menyerahkan kekuasaan ke orang lain,” paparnya. (bil)

Most Read

Artikel Terbaru

/