Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Robot Humanoid Atlas Masuki Pabrik Hyundai, Kolaborasi Boston Dynamics dan Google DeepMind

H

 

Atlas / Boston Dynamic
Atlas / Boston Dynamic

PONTIANAK POST - Robot humanoid Atlas siap dipekerjakan di pabrik otomotif milik Hyundai. Robot buatan Boston Dynamics itu diharapkan mampu mengoperasikan sistem fisik di lingkungan industri seiring telah dintegrasikannya kecerdasan buatan Gemini dalam sistem kendalinya.


Advertisement

Atlas bekerja di pabrik Hyundai merupakan tahap awal proyek kolaborasi Boston Dynamic dan Google DeepMind yang diumumkan dalam Consumer Electronics Show 2026 di Las Vegas, AS, Senin (5/1) waktu setempat. Atlas akan ditempatkan di Hyundai Motor Group Metaplant America, Savannah, Georgia. Tugas awalnya adalah pengurutan suku cadang (parts sequencing).

 ”Nilai sesungguhnya ke depan adalah ketika robot mampu memahami konteks lingkungannya dan menggunakan tangan untuk menangani berbagai objek,” kata Robert Playter, CEO Boston Dynamics, kepada Weird.

Atlas sejatinya bukan pemain baru dalam dunia robotik. Boston Dynamics telah mengembangkan robot humanoid itu selama puluhan tahun, dengan reputasi global atas kemampuan fisiknya yang ekstrem. Mulai dari berlari hingga melakukan manuver akrobatik.

Advertisement

Namun, seperti humanoid lain, Atlas selama ini masih bergantung pada pemrograman terbatas dan belum memiliki kecerdasan adaptif setara manusia.

Di sinilah Gemini mengambil peran kunci. Model AI multimodal yang dikembangkan Google DeepMind itu dirancang untuk menggabungkan pemrosesan visual, bahasa, dan penalaran dalam satu sistem terpadu. Pendekatan tersebut memungkinkan robot mengambil keputusan berbasis situasi nyata, bukan sekadar mengikuti perintah statis yang telah diprogram.

Carolina Parada, direktur senior robotik Google DeepMind, menegaskan bahwa fokus perusahaannya adalah membangun kecerdasan buatan yang bersifat umum. ”Sektor otomotif hanya titik awal sebelum ke aplikasi lain,” kata Parada.

Advertisement

Langkah Google ini juga harus dibaca dalam konteks persaingan global. Sejumlah raksasa teknologi seperti Tesla, OpenAI, dan berbagai perusahaan rintisan di AS tengah mengembangkan robot humanoid masing-masing. Di sisi lain, ratusan perusahaan di Tiongkok juga berlomba menjadikan robot humanoid sebagai medan kompetisi teknologi global berikutnya. (din/dns)

Advertisement

Artikel Terkait

Sebentar Lagi Kita Hanya Kerja Tiga Hari Saja dalam Sepekan

Sebentar Lagi Kita Hanya Kerja Tiga Hari Saja dalam Sepekan

Kerja tiga hari sepekan berpotensi terwujud berkat AI, tetapi riset terbaru menunjukkan kenaikan produktivitas belum otomatis meningkatkan u

Jangan Asal Tanya! Ini Trik Jitu Gunakan AI untuk Belajar dan Bekerja

Jangan Asal Tanya! Ini Trik Jitu Gunakan AI untuk Belajar dan Bekerja

Sering pakai AI buat nugas atau kerja? Ketahui rahasia menggunakan kecerdasan buatan dengan tepat agar hasil maksimal dan tak keliru.

Hoaks Makin Sulit Dikenali, Diskominfo Sintang Ingatkan Warga Perkuat Cek Fakta di Era AI

Hoaks Makin Sulit Dikenali, Diskominfo Sintang Ingatkan Warga Perkuat Cek Fakta di Era AI

Diskominfo Sintang mengingatkan warga soal hoaks berbasis AI yang makin sulit dikenali dan mengajak masyarakat memperkuat cek fakta.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer