Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Netanyahu Sempat Rahasiakan Kanker Prostat: Tak Ingin Jadi Bahan Propaganda Iran

U
Penulis: Uray Ronald❯
Benjamin Netanyahu. (ANTARA)
Benjamin Netanyahu. (ANTARA)

Advertisement

 

PONTIANAK POST – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengaku sengaja menunda pengumuman diagnosis kanker prostat stadium awal miliknya. 

Hal ini dilakukan demi mencegah Iran menggunakan isu kesehatannya sebagai bahan propaganda di tengah perang.

Advertisement

Pemimpin berusia 76 tahun ini menyatakan bahwa kondisinya saat ini dalam "keadaan fisik yang luar biasa". Ia memastikan masalah medis tersebut kini sudah tuntas ditangani.

“Pengobatan telah menghapus masalah tersebut tanpa meninggalkan bekas,” tulis Netanyahu melalui akun X pribadinya.

Tumor Dinyatakan Hilang

Advertisement

Sekitar dua setengah bulan lalu, tim dokter di Rumah Sakit Hadassah Yerusalem menemukan dan mengobati tumor kecil milik Netanyahu menggunakan terapi radiasi.

Aharon Popovtser, Direktur Unit Onkologi RS Hadassah, memberikan kabar baik terkait hasil tes tersebut.

"Berdasarkan temuan tes ini, penyakit tersebut telah hilang," tegasnya dikutip NDTV.

Netanyahu meminta publikasi rekam medisnya ditunda selama dua bulan agar tidak dirilis saat puncak perang.

Advertisement

Artikel Terkait

Operasi Ganti Pemerintahan Netanyahu, AS Dikabarkan Jalin Kontak dengan Oposisi Israel

Operasi Ganti Pemerintahan Netanyahu, AS Dikabarkan Jalin Kontak dengan Oposisi Israel

AS dilaporkan mulai menjalin komunikasi dengan tokoh oposisi Israel sebagai antisipasi kemungkinan perubahan pemerintahan.

Protes Anti-Netanyahu Meluas di Israel, Tuntut sang Perdana Menteri Mundur

Protes Anti-Netanyahu Meluas di Israel, Tuntut sang Perdana Menteri Mundur

Protes anti-Netanyahu meluas di Israel, keluarga korban perang dan warga menuntut perubahan kebijakan demi masa depan yang lebih aman.

Mantan PM Sebut Kesepakatan AS-Iran Bisa Dianggap Pengkhianatan oleh Israel

Mantan PM Sebut Kesepakatan AS-Iran Bisa Dianggap Pengkhianatan oleh Israel

Kesepakatan AS-Iran berpotensi memicu ketegangan politik di Israel, sementara peluang perdamaian Lebanon kembali mengemuka.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer