Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

480 Hektare Disulap Jadi Sawah di Kapuas Hulu, CSR Ditargetkan Selesai Akhir 2025

Taufik As • Minggu, 7 Desember 2025 | 13:55 WIB

Lokasi cetak sawah rakyat (CSR) di salah satu desa sasaran di Kapuas Hulu.
Lokasi cetak sawah rakyat (CSR) di salah satu desa sasaran di Kapuas Hulu.

PONTIANAK POST — Sebanyak 480 hektare lahan di empat kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu ditetapkan sebagai lokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dari pemerintah pusat. Program ini langsung dikerjakan oleh Kodim 1206/Psb.

Empat kecamatan tersebut meliputi Desa Sukamaju di Kecamatan Putussibau Selatan seluas 200 hektare, Desa Nanga Lot di Kecamatan Seberuang 100 hektare, Jongkong Hulu di Kecamatan Suhaid 150 hektare, dan Desa Benuis di Kecamatan Selimbau 30 hektare.

Pembukaan lahan terus berjalan dan saat ini masih dalam tahap pengerjaan oleh Kodim 1206/Psb.

Desa Sukamaju menjadi salah satu lokasi utama CSR. Anggaran untuk pembukaan lahan di desa ini mencapai Rp6,6 miliar untuk 200 hektare.

Kepala Desa Sukamaju, Hasbi, mengaku bersyukur desanya terpilih menjadi sasaran program CSR.

“Kami sangat berterima kasih. Program ini sesuai dengan potensi yang ada. Di Desa Sukamaju ada lahan persawahan sekitar 360 hektare. Yang sudah dibuka baru 200 hektare,” ujarnya.

Menurut Hasbi, masyarakat Desa Sukamaju sangat antusias. Pembukaan lahan ini membuka lapangan pekerjaan dan menghadirkan harapan baru bagi kesejahteraan warga.

“Kami berharap Desa Sukamaju bisa menjadi lumbung pangan Kapuas Hulu,” katanya.

Hasbi menjelaskan, kontrak dari Dinas Pertanian menyebutkan pembukaan lahan direncanakan selesai pada Maret 2026.

Namun Dandim dan Pangdam XII/Tanjungpura menargetkan selesai lebih cepat, yakni 22 Desember 2025.

Ia berharap pembukaan lahan dilakukan sesuai Surat Perintah Kerja (SPK) Kementerian Pertanian. Lahan harus benar-benar siap tanam, bebas dari akar, tunggul, dan batang kayu, sehingga alat mesin pertanian (alsintan) dapat bekerja maksimal.

“Setelah siap, lahan akan dikelola Brigade Pangan. Mereka juga yang akan merekrut tenaga kerja,” jelasnya.

Hasbi berharap program CSR berjalan sesuai rencana. Ia tidak ingin terjadi kegagalan seperti program serupa beberapa tahun lalu.

“Dulu pernah ada program cetak sawah. Tapi dikerjakan manual sehingga tidak maksimal. Ada banyak faktor penyebabnya,” ungkapnya.

Meski begitu, ia tetap optimistis. Lahan CSR kali ini dibuka dalam satu hamparan sehingga memudahkan proses pengelolaan dan pemanfaatan alsintan.

“Dengan begitu, bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian bisa digunakan optimal,” ucapnya.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu terus mendampingi program ini.

“Cetak sawah bukan berarti program langsung selesai. Masih banyak yang harus dikerjakan, seperti pengairan, kesuburan tanah, dan hal teknis lainnya,” kata Hasbi.

Sementara itu, Panus, Kepala Desa Benuis di Kecamatan Selimbau, membenarkan bahwa desanya juga menjadi lokasi CSR.

“Di Desa Benuis ada 30 hektare lahan yang dibuka. Saat ini masih proses,” ujarnya.

Panus sangat mendukung program cetak sawah rakyat. Menurutnya, program ini penting untuk ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Ia berkomitmen memfasilitasi, menggerakkan warga, dan berkolaborasi dengan pemerintah pusat serta daerah agar program berjalan sukses.

“Kami berharap program CSR ini sesuai dengan rencana pemerintah pusat,” pungkasnya.(fik)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Kapuas Hulu #cetak sawah #lahan #kodim #CSR #putussibau