Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Ajak SETARA Ikuti Peningkatan Kapasitas Petani Kopi, Cara Gemawan Dukung Petani Lokal Menuju Pasar Global

A'an • Selasa, 3 Oktober 2023 | 13:35 WIB
FOTO BERSAMA: Kelompok perempuan dampingan Lembaga Gemawan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas petani kopi di Desa Telaga Arum.
FOTO BERSAMA: Kelompok perempuan dampingan Lembaga Gemawan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas petani kopi di Desa Telaga Arum.

 

SEPONTI – Sebanyak 20 ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok perempuan Serikat Perempuan Kabupaten Kayong Utara (SETARA), merupakan kelompok perempuan dampingan Lembaga Gemawan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas petani kopi. Kegiatan ini sepanjang 29 – 30 September di Desa Telaga Arum, Kecamatan Seponti.

Kegiatan sendiri melibatkan perwakilan kelompok dari enam desa di dua kecamatan berbeda, yakni Teluk Batang dan Seponti. Untuk Kecamatan Teluk Batang, diwakilkan oleh kelompok Perempuan Embun Padi, Desa Banyu Abang dan Kelompok Perempuan Usaha Baru, Desa Masbangun. Sedangkan dari Kecamatan Seponti, diwakilkan oleh Kelompok Perempuan Anggrek Desa Wonorejo, Kelompok Perempuan Delima Desa Podorukun, Kelompok Perempuan Sumber Rezeki Desa Seponti Jaya dan Kelompok Perempuan Dahlia Jaya, Desa Telaga Arum.

Saat ini, mayoritas desa dampingan Gemawan di enam desa tersebut sebagian besar masih melestarikan tanaman kopi, baik itu jenis Liberika, Robusta maupun Exelco.

Adapun tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan petani perempuan khususnya pada budidaya tanaman kopi. Mulai dari penggalian kisah sejarah kopi, aspek budidaya, panen, pasca panen, hingga pengolahan kopi seperti roasting kopi, cara penyeduhan kopi ala barista, branding produk, hingga analisis potensi pasar, sehingga diharapkan petani-petani kopi lokal, bisa bersaing di pasar global.

Dartin, salah seorang peserta pelatihan mengungkapkan, dalam dua hari mengikuti proses pelatihan ia mengakui pengetahuan akan kopi menjadi bertambah.

"Selama ini kita masih menerapkan cara-cara lama yang kita yakini sudah benar, namun ternyata apa yang kita lakukan ini masih terdapat beberapa kekeliruan, sehingga melalui pelatihan ini maka terbukalah wawasan kita bahwa ternyata kopi ini harus diterapkan melalui perlakuan tertentu," ujarnya

Disebutkan Dartin, misalnya saja cara panen dan pengolahan biji kopi, meski terasa rumit, karena harus memilah kopi, seperti grade A, B dan seterusnya.

"Tapi saya yakin, melalui proses ini lah kita bisa menghasilkan biji kopi yang berkualitas, sesuai dengan standar yang diinginkan pasar saat ini," terangnya yang sudah membudidayakan kopi sejak tahun 1997.

Indahsyah yang juga mengikuti kegiatan pelatihan tersebut mengungkapan pelatihan kopi ini telah memberinya pengetahuan baru tentang penyangraian kopi.

"Saya baru tahu cara menyangrai kopi itu ternyata ada beberapa tingkatan, seperti low, medium, to dark dan dark, dan ternyata dari jenis-jenis ini bisa menghasilkan beragam cita rasa yang berbeda, selama ini ikan kita hanya goreng menggoreng saja, bahkan sampai gosong," ucapnya sambil tersenyum.

Ditambahkan oleh Ketua Kelompok Perempuan Usaha Baru Desa Masbangun Sartini, terpenting juga bagi dirinya adalah mengetahui proses pengolahan kopi untuk menghasilkan biji kopi berkualitas.

"Untuk menghasilkan biji kopi berkualitas yang diterima pasar dengan harga yang katanya juga fantastis ini terbilang memang cukup rumit, dan kesemuanya ini harus disiapkan sejak awal proses pemilihan bibit, pemeliharaan, panen, dan pascapanennya,” ungkapnya.

Diakuinya, yang terpenting bagaimana mereka bisa memperoleh pengetahuan baru dengan mengelola kopi dengan benar. Bahkan, mereka bisa menghindari dari mitos yang mengatakan minum kopi bisa perut kembung, atau tidak cocok untuk mereka yang mengidap penyakit maag.

Usai kegiatan pelatihan yang dipandu oleh Dede Purwansyah, founder CV. Pesona Kalbar Hijau, selaku narasumber berlangsung, fasilitator mengajak kepada para peserta untuk menyusun RTL guna membangun komitmen bersama untuk terus berupaya melestarikan kopi local. Salah satunya, diungkapkan dia, dengan perluasan lahan dan juga membentuk sebuah unit usaha, guna menampung dan memasarkan produk petani dengan membentuk koperasi. (dan)

Editor : A'an
#petani lokal #kayong utara #Gemawan #pasar global #setara