alexametrics
29 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Sita 250 Ton Rotan Sulawesi

Segera Dilelang KPKNL Singkawang

PEMANGKAT—Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Barat Edward UP Nainggolan melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Sintete (28/10).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau aset sitaan Bea dan Cukai yang berada di gudang penyimpanan Pelabuhan Sintete, sebagai bentuk sinergi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Hal ini sejalan dengan tugas DJKN selaku pengelola barang milik negara (BMN), melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan, pemanfaatan, dan pemindahtangan aset.

Kepala KPPBC Sintete Denny Prasetyanto, memberikan penjelasan bahwa terdapat 250 ton rotan Sulawesi  berada di gudang penyimpanan Pelabuhan Sintete yang merupakan hasil tindakan pencegahan illegal eksport. Rotan tersebut merupakan hasil tangkapan tim patroli Bea dan Cukai Kepulauan Riau di perairan laut Natuna yang dititipkan di Pelabuhan Sintete.

Baca Juga :  Evaluasi Kinerja BMN dan Standar Barang Standar Kebutuhan (SBSK) di Sintang

Agar barang sitaan berupa rotan tersebut tidak mengalami penurunan nilai maka Kantor Bea dan Cukai Sintete akan segera melelang rotan tersebut melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singkawang.

Edward Nainggolan, selaku Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Barat memberikan apresiasi kepada Kepala Kantor Bea dan Cukai Sintete beserta jajarannya yang telah  melakukan pengamanan dan proses percepatan lelang sitaan rotan dan mengharapkan sinergi yang baik antara DJKN dan DJBC dalam hal pengelolaan Barang Sitaan Bea dan Cukai.

Edward mengharapkan agar segera terwujud Standar Operasional Prosedur (SOP) antara DJKN dan Bea dan Cukai Kalimantan Barat dalam hal penindakan barang sitaan/tegahan, jika Bea dan Cukai melakukan penindakan/penangkapan barang ilegal agar menghubungi KPKNL setempat untuk langsung terlibat penanganan aset dan meminimalisasi kerugian negara karena penyusutan nilai. (r/*)

Baca Juga :  Optimalisasi Pemanfaatan PLBN Aruk

Segera Dilelang KPKNL Singkawang

PEMANGKAT—Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kalimantan Barat Edward UP Nainggolan melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Sintete (28/10).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau aset sitaan Bea dan Cukai yang berada di gudang penyimpanan Pelabuhan Sintete, sebagai bentuk sinergi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Hal ini sejalan dengan tugas DJKN selaku pengelola barang milik negara (BMN), melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan, pemanfaatan, dan pemindahtangan aset.

Kepala KPPBC Sintete Denny Prasetyanto, memberikan penjelasan bahwa terdapat 250 ton rotan Sulawesi  berada di gudang penyimpanan Pelabuhan Sintete yang merupakan hasil tindakan pencegahan illegal eksport. Rotan tersebut merupakan hasil tangkapan tim patroli Bea dan Cukai Kepulauan Riau di perairan laut Natuna yang dititipkan di Pelabuhan Sintete.

Baca Juga :  IAIN Pontianak Lelang Satu Paket Sepeda Motor Dinas

Agar barang sitaan berupa rotan tersebut tidak mengalami penurunan nilai maka Kantor Bea dan Cukai Sintete akan segera melelang rotan tersebut melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singkawang.

Edward Nainggolan, selaku Kepala Kanwil DJKN Kalimantan Barat memberikan apresiasi kepada Kepala Kantor Bea dan Cukai Sintete beserta jajarannya yang telah  melakukan pengamanan dan proses percepatan lelang sitaan rotan dan mengharapkan sinergi yang baik antara DJKN dan DJBC dalam hal pengelolaan Barang Sitaan Bea dan Cukai.

Edward mengharapkan agar segera terwujud Standar Operasional Prosedur (SOP) antara DJKN dan Bea dan Cukai Kalimantan Barat dalam hal penindakan barang sitaan/tegahan, jika Bea dan Cukai melakukan penindakan/penangkapan barang ilegal agar menghubungi KPKNL setempat untuk langsung terlibat penanganan aset dan meminimalisasi kerugian negara karena penyusutan nilai. (r/*)

Baca Juga :  Sidang Kasus Pidana Perpajakan

Most Read

Artikel Terbaru

/