alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Tax Goes To Campus, Ajak Generasi Muda Sadar Pajak

PONTIANAK—Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat Farid Bachtiar memberikan kuliah umum dalam kegiatan Tax Goes To Campus kepada mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika di Aula Universitas Bina Sarana Informatika Pontianak, Selasa (7/1).
Materi yang diusung Farid bertema “Era Disruptif : Tantangan Administrasi Perpajakan”. Ia menjelaskan bahwa era disruptif adalah masa dimana bermunculan banyak sekali inovasi yang tidak terlihat dan tidak disadari oleh masyarakat sehingga mengganggu atau bahkan menghancurkan sistem yang sudah ada.

Dia menjelaskan, dengan adanya era disruptif mengakibatkan perubahan pola ekonomi yang juga berdampak pada administrasi perpajakan di Indonesia seperti, pertama memperbanyak layanan administrasi melalui otomasi elektronik (e-filing, e-Form, e-SPT, e-Faktur). Kedua memperkuat layanan konsultasi via 3C (outreach program) yaitu click, call dan counter. Berikutnya penyederhanaan proses bisnis yaitu sentralisasi perekaman SPT kertas, dan yang keempat adalah peningkatan kapasitas pengolahan data mining menggunakan teknologi big data (ILAP, AEOI), serta sinergitas data via KSWP (Konfirmasi Status Wajib Pajak).

Baca Juga :  Kemenkeu Berbagi di Masa Pandemi

Peserta Tax Goes To Campus nampak antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari pertanyaan yang diajukan para mahasiswa pada saat sesi tanya jawab.

Tita salah satu mahasiswa menanyakan tentang upaya DJP dalam menghadapi era disruptif. “Menyiapkan infrastruktur IT untuk mendukung layanan seperti e-filing. Tahun 2016 DJP melaunching e-Filing sehingga wajib pajak tidak perlu lagi datang ke kantor pajak untuk melaporkan SPT nya. Wajib pajak bisa melaporkan via kanal elektronik di manapun wajib pajak berada asal ada akses internet,” ujar Farid menggapi pertanyaan tersebut.

“Apa yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam membantu pemerintah dalam menjawab tantangan administrasi perpajakan di era disruptif?” tanya Hanafi peserta lainnya.

Baca Juga :  Kantor Bea Cukai Entikong Musnahkan Rokok dan Minol Ilegal

Farid menjawab, “Dengan membayar SPP di Universitas itu membantu perpajakan, karena pada nantinya Universitas akan membayar pajak ke Pemerintah (DJP).”

Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Kalimantan Barat Vadri Usman berharap dengan adanya kegiatan ini maka pada saat generasi muda sudah berkarya dan mempunyai penghasilan diharapkan akan sadar pajak. (r/*)

PONTIANAK—Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Barat Farid Bachtiar memberikan kuliah umum dalam kegiatan Tax Goes To Campus kepada mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika di Aula Universitas Bina Sarana Informatika Pontianak, Selasa (7/1).
Materi yang diusung Farid bertema “Era Disruptif : Tantangan Administrasi Perpajakan”. Ia menjelaskan bahwa era disruptif adalah masa dimana bermunculan banyak sekali inovasi yang tidak terlihat dan tidak disadari oleh masyarakat sehingga mengganggu atau bahkan menghancurkan sistem yang sudah ada.

Dia menjelaskan, dengan adanya era disruptif mengakibatkan perubahan pola ekonomi yang juga berdampak pada administrasi perpajakan di Indonesia seperti, pertama memperbanyak layanan administrasi melalui otomasi elektronik (e-filing, e-Form, e-SPT, e-Faktur). Kedua memperkuat layanan konsultasi via 3C (outreach program) yaitu click, call dan counter. Berikutnya penyederhanaan proses bisnis yaitu sentralisasi perekaman SPT kertas, dan yang keempat adalah peningkatan kapasitas pengolahan data mining menggunakan teknologi big data (ILAP, AEOI), serta sinergitas data via KSWP (Konfirmasi Status Wajib Pajak).

Baca Juga :  Kemenkeu Berbagi di Masa Pandemi

Peserta Tax Goes To Campus nampak antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat dari pertanyaan yang diajukan para mahasiswa pada saat sesi tanya jawab.

Tita salah satu mahasiswa menanyakan tentang upaya DJP dalam menghadapi era disruptif. “Menyiapkan infrastruktur IT untuk mendukung layanan seperti e-filing. Tahun 2016 DJP melaunching e-Filing sehingga wajib pajak tidak perlu lagi datang ke kantor pajak untuk melaporkan SPT nya. Wajib pajak bisa melaporkan via kanal elektronik di manapun wajib pajak berada asal ada akses internet,” ujar Farid menggapi pertanyaan tersebut.

“Apa yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam membantu pemerintah dalam menjawab tantangan administrasi perpajakan di era disruptif?” tanya Hanafi peserta lainnya.

Baca Juga :  Bea Cukai Kalbar Terbitkan PLB Bahan Pokok

Farid menjawab, “Dengan membayar SPP di Universitas itu membantu perpajakan, karena pada nantinya Universitas akan membayar pajak ke Pemerintah (DJP).”

Kepala Bidang P2Humas Kanwil DJP Kalimantan Barat Vadri Usman berharap dengan adanya kegiatan ini maka pada saat generasi muda sudah berkarya dan mempunyai penghasilan diharapkan akan sadar pajak. (r/*)

Most Read

Artikel Terbaru

/