alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Mengenal Astaxhantin, Kandungan Antioksidan di Musim Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 membuat semua orang panik dan cemas karena penularannya begitu masif di dunia dan banyak menimbulkan korban jiwa. Untuk itu, tubuh memerlukan perlindungan dari berbagai vitamin dan antioksidan untuk memperkuat imun tubuh.

Dokter Spesialis Alergi-imunologi, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, KAI mengatakan semua orang umumnya mengonsumsi bermacam-macam untuk mencegah termasuk suplemen. Menurutnya, suplemen apapun yang diminum, paling tepat jika mengandung antioksidan.

“Terpenting pada kondisi seperti ini adalah antioksidan. Ini penting sekali, karena proses di dalam tubuh, seperti makanan dan segala macam, akan terbentuk oksidan-oksidan,” katanya dalam konferensi pers virtual.

Antioksidan terdapat dalam vitamin A, C, dan E. Astaxhantin adah salah satu jenis antioksidan yang baik untuk tubuh.

“Astaxanthin misalnya. Ini bisa dijadikan suplementasi untuk kecukupan antioksidan dalam tubuh kita,” ujarnya.

Iris mengatakan, bukan hanya pada saat Covid-19 saja, tubuh dalam kehidupan sehari-hari pun butuh antioksidan. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan, cara kerja antioksidan adalah menetralisir molekul radikal bebas di dalam tubuh. Artinya, antioksidan adalah suatu substansi yang dapat menetralisir atau menghancurkan radikal bebas (zat-zat yang dapat menimbulkan racun di dalam tubuh). Dengan antioksidan, radikal bebas dapat ditangkal. Sehingga tubuh kita juga dapat menangkal peradangan, antara lain radang sendi.

“Kalau kita tidak yakin dengan kecukupan mengonsumsi buah dan sayur, kita bisa menambahnya dengan mengonsumsi suplemen. Contohnya, suplemen yang mengandung Astaxhantin yang memang sangat khas mengandung antioksidan. Namun, bagi orang yang sudah yakin dengan konsumsi buah dan sayur, ya tidak apa-apa,” lanjut Iris.

Baca Juga :  Seratus Paket Sembako Dari Alumni Diberikan Buat Guru dan Pensiunan SMA 7

Astaxhantin sebetulnya ada di dalam tumbuh-tumbuhan seperti buah-buahan dan hewan tertentu, yang bisa dikonsumsi untuk memperoleh antioksidan. Sayangnya, konsumsi sayur dan buah sehari-hari sering tidak cukup. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 400 gram per hari. Sedangkan rata-rata orang Indonesia hanya konsumsi 173 gram perhari (data BPS 2016).

 

Manfaat Antioksidan

Antioksidan di dalam tubuh bisa membuat orang lebih fit, lebih bergairah, lebih bersemangat, tidak lemah dan lesu, dan sebagainya. Bahkan, antioksidan juga bagus untuk kulit.

Antioksidan sangat penting untuk menangkal radikal bebas yang terbentuk dari racun seperti dari asap rokok dan asap kendaraan bermotor.

Sebaliknya, bila kekurangan antioksidan, daya tahan tubuh akan menurun. Seperti diketahui, vitamin C juga mempengaruhi sistem imun. Artinya, tanpa vitamin, tubuh tidak bisa membentuk sistem imun yang baik. Oleh karena itu, vitamin itu sangat dibutuhkan untuk mempertahankan sistem imun.

VP Research & Development SOHO Global Health DR. Raphael Aswin Susilowidodo, M.Si, menjelaskan berbagai manfaat antioksidan dalam Asthin karena tiap orang membutuhkan antioksidan. “Makanya ada vitamin C untuk anak-anak yang mengandung antioksidan. Sebab, tujuan dari antioksidan adalah menetralisir radikal bebas,” katanya.

Baca Juga :  Pasang Tempat Cuci Tangan di Pasar dan Rumah Ibadah

Tentunya bisa digunakan sebagai terapi suportif yang berfungsi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bahan aktif natural Astaxanthin yang berasal dari mikroalga spesies Haemustococcus pluvalis adalah sebagai salah satu senyawa golongan karotenoid, astaxanthin memiliki potensi antioksidan yang sangat kuat.

Potensi antioksidan Astaxanthin adalah 6000x lebih kuat bila dibandingkan dengan vitamin C, 500x lebih kuat bila dibandingkan dengan vitamin E, 550x lebih kuat bila dibandingkan dengan EGCG (kandungan pada teh hijau), 800x lebih kuat bila dibandingkan dengan Coenzyme Q10 & 75x lebih kuat bila dibandingkan dengan asam α-lipoat menurut penelitian tahun 2016 dan 2018.

Potensi antioksidan dapat didefinisikan sebagai kemampuan suatu zat/senyaw/molekul untuk menetralkan radikal bebas. Antioksidan diperlukan tubuh guna melindungi berbagai molekul seperti protein dan lipid, hingga ke tingkat selular dan organ dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Keunikan struktur Astaxanthin dan juga potensi antioksidan-nya yang besar memungkinkan astaxanthin mampu melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif. Selain meningkatkan daya tahan tubuh.

Terkait Covid-19, Astaxanthin dapat memainkan peran utama dalam regulasi respon imun, penurunan regulasi komponen proinflamasi dan mempertahankan stres oksidasi, menghasilkan pengurangan badai sitokin. Astaxanthin juga dapat memberikan dukungan untuk pasien dengan ALI (Acute Lung Injury)/ARDS (Acute respiratory distress syndrome) dan yang terkait komplikasi.

Editor : Banu Adikara/Jawa Pos

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Pandemi Covid-19 membuat semua orang panik dan cemas karena penularannya begitu masif di dunia dan banyak menimbulkan korban jiwa. Untuk itu, tubuh memerlukan perlindungan dari berbagai vitamin dan antioksidan untuk memperkuat imun tubuh.

Dokter Spesialis Alergi-imunologi, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, KAI mengatakan semua orang umumnya mengonsumsi bermacam-macam untuk mencegah termasuk suplemen. Menurutnya, suplemen apapun yang diminum, paling tepat jika mengandung antioksidan.

“Terpenting pada kondisi seperti ini adalah antioksidan. Ini penting sekali, karena proses di dalam tubuh, seperti makanan dan segala macam, akan terbentuk oksidan-oksidan,” katanya dalam konferensi pers virtual.

Antioksidan terdapat dalam vitamin A, C, dan E. Astaxhantin adah salah satu jenis antioksidan yang baik untuk tubuh.

“Astaxanthin misalnya. Ini bisa dijadikan suplementasi untuk kecukupan antioksidan dalam tubuh kita,” ujarnya.

Iris mengatakan, bukan hanya pada saat Covid-19 saja, tubuh dalam kehidupan sehari-hari pun butuh antioksidan. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan, cara kerja antioksidan adalah menetralisir molekul radikal bebas di dalam tubuh. Artinya, antioksidan adalah suatu substansi yang dapat menetralisir atau menghancurkan radikal bebas (zat-zat yang dapat menimbulkan racun di dalam tubuh). Dengan antioksidan, radikal bebas dapat ditangkal. Sehingga tubuh kita juga dapat menangkal peradangan, antara lain radang sendi.

“Kalau kita tidak yakin dengan kecukupan mengonsumsi buah dan sayur, kita bisa menambahnya dengan mengonsumsi suplemen. Contohnya, suplemen yang mengandung Astaxhantin yang memang sangat khas mengandung antioksidan. Namun, bagi orang yang sudah yakin dengan konsumsi buah dan sayur, ya tidak apa-apa,” lanjut Iris.

Baca Juga :  Air Rebusan Serai Berikan 7 Khasiat Kesehatan Ini

Astaxhantin sebetulnya ada di dalam tumbuh-tumbuhan seperti buah-buahan dan hewan tertentu, yang bisa dikonsumsi untuk memperoleh antioksidan. Sayangnya, konsumsi sayur dan buah sehari-hari sering tidak cukup. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 400 gram per hari. Sedangkan rata-rata orang Indonesia hanya konsumsi 173 gram perhari (data BPS 2016).

 

Manfaat Antioksidan

Antioksidan di dalam tubuh bisa membuat orang lebih fit, lebih bergairah, lebih bersemangat, tidak lemah dan lesu, dan sebagainya. Bahkan, antioksidan juga bagus untuk kulit.

Antioksidan sangat penting untuk menangkal radikal bebas yang terbentuk dari racun seperti dari asap rokok dan asap kendaraan bermotor.

Sebaliknya, bila kekurangan antioksidan, daya tahan tubuh akan menurun. Seperti diketahui, vitamin C juga mempengaruhi sistem imun. Artinya, tanpa vitamin, tubuh tidak bisa membentuk sistem imun yang baik. Oleh karena itu, vitamin itu sangat dibutuhkan untuk mempertahankan sistem imun.

VP Research & Development SOHO Global Health DR. Raphael Aswin Susilowidodo, M.Si, menjelaskan berbagai manfaat antioksidan dalam Asthin karena tiap orang membutuhkan antioksidan. “Makanya ada vitamin C untuk anak-anak yang mengandung antioksidan. Sebab, tujuan dari antioksidan adalah menetralisir radikal bebas,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Mempawah Tembus Seribu Kasus

Tentunya bisa digunakan sebagai terapi suportif yang berfungsi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bahan aktif natural Astaxanthin yang berasal dari mikroalga spesies Haemustococcus pluvalis adalah sebagai salah satu senyawa golongan karotenoid, astaxanthin memiliki potensi antioksidan yang sangat kuat.

Potensi antioksidan Astaxanthin adalah 6000x lebih kuat bila dibandingkan dengan vitamin C, 500x lebih kuat bila dibandingkan dengan vitamin E, 550x lebih kuat bila dibandingkan dengan EGCG (kandungan pada teh hijau), 800x lebih kuat bila dibandingkan dengan Coenzyme Q10 & 75x lebih kuat bila dibandingkan dengan asam α-lipoat menurut penelitian tahun 2016 dan 2018.

Potensi antioksidan dapat didefinisikan sebagai kemampuan suatu zat/senyaw/molekul untuk menetralkan radikal bebas. Antioksidan diperlukan tubuh guna melindungi berbagai molekul seperti protein dan lipid, hingga ke tingkat selular dan organ dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Keunikan struktur Astaxanthin dan juga potensi antioksidan-nya yang besar memungkinkan astaxanthin mampu melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif. Selain meningkatkan daya tahan tubuh.

Terkait Covid-19, Astaxanthin dapat memainkan peran utama dalam regulasi respon imun, penurunan regulasi komponen proinflamasi dan mempertahankan stres oksidasi, menghasilkan pengurangan badai sitokin. Astaxanthin juga dapat memberikan dukungan untuk pasien dengan ALI (Acute Lung Injury)/ARDS (Acute respiratory distress syndrome) dan yang terkait komplikasi.

Editor : Banu Adikara/Jawa Pos

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Most Read

Artikel Terbaru

/