alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Amankah Hewan Peliharaan Aman dari Covid-19?

Akhir-akhir ini sempat beredar kabar di masyarakat soal penularan virus Corona (Covid-19) melalui binatang peliharaan. Benarkah hal tersebut bisa terjadi?

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia cabang Kalimantan Barat (Kalbar) drh Nur Hidayatullah menjelaskan sebenarnya ada perbedaan jenis virus corona antara hewan dan manuasia. Seperti virus corona pada anjing yang menyerang saluran pencernaan dan pada kucing yang meyebabkan feline intratonitis.

“Jadi perutnya itu kembang isinya berupa cairan. Nah yang di satu lagi di manusia beta corona virus itu ada tiga merscovi, sars-cov 1 dan sars-cov 2, nah sars corona virus 2 inilah yang disebut Covid-19,” ungkapnya kepada awak media, Senin (6/4).

Ada perbedaan jenis virus corona antara di hewan dengan manusia. Alfa corona virus di hewan dan beta corona virus di manusia.

Baca Juga :  PLN Siapkan Tiga Fase Jalankan Prosedur Kerja New Normal

Pada intinya menurut dia sementara ini jenis virus corona yang menyerang hewan tidak bisa menyerang manusia dan begitu pula sebaliknya. Meski demikian sampai saat ini hal itu masih diperdalam oleh para ahli.

“Di Hongkong sudah ada empat anjing yang kena Covid-19 itu bisa jadi tertular dari manuasia, tapi ini belum pasti masih dalam penelitian,” ujarnya.

Selain itu juga tidak ada hubungannya, karena anjing yang terserang Covid-19 di Hongkong tidak memiliki tuan atau pemelihara yang juga positif Covid-19. Ditambah anjing yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala apapun atau baik-baik saja.

“Masyarakat saya kira tidak perlu risau dengan peliharaannya, yang pasti kita rajin mencuci tangan. Kalaupun yang disebut bisa tertular ya mungkin dari manusia yang tertular Covid-19 kemudian bersin dropletnya itu ada di tubuh kucing atau anjing kemudian dipegang oleh manusia lain itu mungkin bisa,” terangnya.

Baca Juga :  Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Seimbang

Hal seperti itu disebut dengan media penularan. Sementara untuk penularan langsung dari manusia ke hewan atau sebaliknya dinyatakan belum ada.

“Jadi sekali lagi masyarakat jaga kebersihan, habis pegang hewan cuci tangan dengan sabun dan kandang-kandangnya harus rajin dibersihkan,” pungkasnya.(bar)

Akhir-akhir ini sempat beredar kabar di masyarakat soal penularan virus Corona (Covid-19) melalui binatang peliharaan. Benarkah hal tersebut bisa terjadi?

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia cabang Kalimantan Barat (Kalbar) drh Nur Hidayatullah menjelaskan sebenarnya ada perbedaan jenis virus corona antara hewan dan manuasia. Seperti virus corona pada anjing yang menyerang saluran pencernaan dan pada kucing yang meyebabkan feline intratonitis.

“Jadi perutnya itu kembang isinya berupa cairan. Nah yang di satu lagi di manusia beta corona virus itu ada tiga merscovi, sars-cov 1 dan sars-cov 2, nah sars corona virus 2 inilah yang disebut Covid-19,” ungkapnya kepada awak media, Senin (6/4).

Ada perbedaan jenis virus corona antara di hewan dengan manusia. Alfa corona virus di hewan dan beta corona virus di manusia.

Baca Juga :  Kondisi Terkini Covid19 di Kalbar; Kasus Konfirmasi Masih 10 Orang

Pada intinya menurut dia sementara ini jenis virus corona yang menyerang hewan tidak bisa menyerang manusia dan begitu pula sebaliknya. Meski demikian sampai saat ini hal itu masih diperdalam oleh para ahli.

“Di Hongkong sudah ada empat anjing yang kena Covid-19 itu bisa jadi tertular dari manuasia, tapi ini belum pasti masih dalam penelitian,” ujarnya.

Selain itu juga tidak ada hubungannya, karena anjing yang terserang Covid-19 di Hongkong tidak memiliki tuan atau pemelihara yang juga positif Covid-19. Ditambah anjing yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala apapun atau baik-baik saja.

“Masyarakat saya kira tidak perlu risau dengan peliharaannya, yang pasti kita rajin mencuci tangan. Kalaupun yang disebut bisa tertular ya mungkin dari manusia yang tertular Covid-19 kemudian bersin dropletnya itu ada di tubuh kucing atau anjing kemudian dipegang oleh manusia lain itu mungkin bisa,” terangnya.

Baca Juga :  Warga Kecewa BBM Tidak Turun, Malah BPJS Kes Dinaikan

Hal seperti itu disebut dengan media penularan. Sementara untuk penularan langsung dari manusia ke hewan atau sebaliknya dinyatakan belum ada.

“Jadi sekali lagi masyarakat jaga kebersihan, habis pegang hewan cuci tangan dengan sabun dan kandang-kandangnya harus rajin dibersihkan,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/