alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Pentingnya Mengontrol Gula, Garam, dan Lemak

Asupan gula, garam, dan lemak (GGL) yang berlebih akan memperbesar peluang timbulnya penyakit kronis, seperti stroke, jantung, dan diabetes. Penyakit degeneratif tersebut erat kaitannya dengan gaya hidup, sehingga penting untuk memperhatikan asupan GGL perlu untuk dikontrol.

Oleh : Siti Sulbiyah

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang membuat kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan terkait keadaannya yang terus menurun seiring waktu. Menurut Moch Aldis Ruslialdi SKM CNWC, Certified Nutrition and Wellness Consultant Nutrifood, ada empat penyakit degeneratif yang paling banyak diderita oleh orang Indonesia.

“Stroke, jantung, hipertensi dan diabetes, merupakan penyakit yang paling banyak di Indonesia. Penyakit ini sangat  berhubungan dengan gaya hidup, khususnya pola makan,” kata dia, saat kegiatan webinar Nutriclass, beberapa waktu yang lalu.

Seseorang yang mengalami kondisi seperti ini, jauh sebelum itu, akan mendapati tanda-tanda yang dialami oleh tubuhnya. Tanda-tanda atau gejala-gejala inilah yang kemudian disebut sebagai sindrom metabolik. Kondisi ini meliputi hipertensi, kadar gula darah tinggi, dislipidemia, dan obesitas. Berbahaya karena merupakan penyebab dari penyakit-penyakit degeneratif tersebut.

Baca Juga :  Limbah Medis Meningkat Tajam Selama Pandemi

Setidaknya ada lima tanda seseorang berada pada kondisi sindrom metabolik. Kelima kondisi tersebut, antara lain, tekanan darah tinggi, perut buncit, kolesterol baik yang rendah, trigliserida dalam darah tinggi, serta glukosa atau gula darah tinggi.

“Kalau kita punya tiga tanda tersebut, berarti kita sudah mengalami gangguan sindrom metabolik. Artinya, dalam tiga hingga empat tahun ke depan, sangat besar potensi kita menderita penyakit-penyakit degeneratif tersebut,” kata dia.

Kondisi tersebut tidak hanya melanda mereka yang lanjut usia, tetapi yang berusia produktif. Pencegahan pun harus dimulai sejak dini. Gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko penyakit-penyakit tersebut. Salah satu gaya hidup sehat adalah melalui pola makan, yang erat kaitannya dengan asupan gula, garam dan lemak. Asupan yang mengandung GGL, sangat mudah ditemui pada makanan-makanan sehari-hari.

“Secara umum, makanan kita sehari-hari itu terlalu tinggi karbohidrat, sehingga nutrisinya tidak seimbang. Pola cemilan kita juga cenderung tinggi gula, garam, dan lemak,” kata dia.

Baca Juga :  Uji Laboratorium, Virus Korona Belah Diri dan Serang Sel Otot Jantung

Menurutnya, kunci dari makanan yang sehat adalah mengacu pada pedoman gizi seimbang, yakni sepertiga makanan pokok, sepertiga sayuran, sementara sepertiga sisanya, masing-masing pada lauk-pauk dan buah-buahan. Kontrol terhadap asupan GGL setiap harinya juga tak kalah penting.

“Anjuran konsumsi GGL harian per orang adalah, gula 50 gram atau 4 sendok makan gula, garam 5 gram setara satu sendok teh, serta lemak 67 gram setara 5 sendok makan minyak,” tutur dia.

Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh supaya asupan GGL dapat dikontrol adalah dengan cara meminum dua gelas air putih sebelum makan siang, sehingga dapat mengurangi porsi makan siang. Seseorang juga dapat memilih membeli makanan dengan porsi yang lebih kecil. Selain itu, upaya yang dapat ditempuh adalah dengan menghindari diri dari makan sambil melakukan aktivitas lain seperti nonton televisi, yang membuka peluang seseorang untuk terus menerus mengkonsumsi cemilan dalam jumlah banyak.**

Asupan gula, garam, dan lemak (GGL) yang berlebih akan memperbesar peluang timbulnya penyakit kronis, seperti stroke, jantung, dan diabetes. Penyakit degeneratif tersebut erat kaitannya dengan gaya hidup, sehingga penting untuk memperhatikan asupan GGL perlu untuk dikontrol.

Oleh : Siti Sulbiyah

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang membuat kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan terkait keadaannya yang terus menurun seiring waktu. Menurut Moch Aldis Ruslialdi SKM CNWC, Certified Nutrition and Wellness Consultant Nutrifood, ada empat penyakit degeneratif yang paling banyak diderita oleh orang Indonesia.

“Stroke, jantung, hipertensi dan diabetes, merupakan penyakit yang paling banyak di Indonesia. Penyakit ini sangat  berhubungan dengan gaya hidup, khususnya pola makan,” kata dia, saat kegiatan webinar Nutriclass, beberapa waktu yang lalu.

Seseorang yang mengalami kondisi seperti ini, jauh sebelum itu, akan mendapati tanda-tanda yang dialami oleh tubuhnya. Tanda-tanda atau gejala-gejala inilah yang kemudian disebut sebagai sindrom metabolik. Kondisi ini meliputi hipertensi, kadar gula darah tinggi, dislipidemia, dan obesitas. Berbahaya karena merupakan penyebab dari penyakit-penyakit degeneratif tersebut.

Baca Juga :  Sektor Kesehatan dan Permintaan Domestik Membaik, Inflasi Indonesia Terkendali

Setidaknya ada lima tanda seseorang berada pada kondisi sindrom metabolik. Kelima kondisi tersebut, antara lain, tekanan darah tinggi, perut buncit, kolesterol baik yang rendah, trigliserida dalam darah tinggi, serta glukosa atau gula darah tinggi.

“Kalau kita punya tiga tanda tersebut, berarti kita sudah mengalami gangguan sindrom metabolik. Artinya, dalam tiga hingga empat tahun ke depan, sangat besar potensi kita menderita penyakit-penyakit degeneratif tersebut,” kata dia.

Kondisi tersebut tidak hanya melanda mereka yang lanjut usia, tetapi yang berusia produktif. Pencegahan pun harus dimulai sejak dini. Gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko penyakit-penyakit tersebut. Salah satu gaya hidup sehat adalah melalui pola makan, yang erat kaitannya dengan asupan gula, garam dan lemak. Asupan yang mengandung GGL, sangat mudah ditemui pada makanan-makanan sehari-hari.

“Secara umum, makanan kita sehari-hari itu terlalu tinggi karbohidrat, sehingga nutrisinya tidak seimbang. Pola cemilan kita juga cenderung tinggi gula, garam, dan lemak,” kata dia.

Baca Juga :  Manfaat Kayu Manis, Daun Sambiloto, dan Pare Untuk Diabetes

Menurutnya, kunci dari makanan yang sehat adalah mengacu pada pedoman gizi seimbang, yakni sepertiga makanan pokok, sepertiga sayuran, sementara sepertiga sisanya, masing-masing pada lauk-pauk dan buah-buahan. Kontrol terhadap asupan GGL setiap harinya juga tak kalah penting.

“Anjuran konsumsi GGL harian per orang adalah, gula 50 gram atau 4 sendok makan gula, garam 5 gram setara satu sendok teh, serta lemak 67 gram setara 5 sendok makan minyak,” tutur dia.

Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh supaya asupan GGL dapat dikontrol adalah dengan cara meminum dua gelas air putih sebelum makan siang, sehingga dapat mengurangi porsi makan siang. Seseorang juga dapat memilih membeli makanan dengan porsi yang lebih kecil. Selain itu, upaya yang dapat ditempuh adalah dengan menghindari diri dari makan sambil melakukan aktivitas lain seperti nonton televisi, yang membuka peluang seseorang untuk terus menerus mengkonsumsi cemilan dalam jumlah banyak.**

Most Read

Artikel Terbaru

/