alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Ibu Hamil Mendapat Pengetahuan Tentang Pijat Perineum

PONTIANAK – Dosen Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Pontianak belum lama ini melakukan pengabdian masyarakat di Puskesmas Kakap Kabupaten Kubu Raya. Dalam kegiatan itu, ibu hamil diberikan pengetahuan tentang pijat perineum dan senam hamil derajat robekan perineum pada primigravida.

“Tujuan kegiatan ini buat mengurangi robekan perineum, baik sejak kehamilan maupun saat persalinan. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan melakukan pijat perinium yang dilakukan dengan benar,” ujar pelaksana kegiatan Wahyu Astuti.

Peserta di kegiatan ada 20 orang, yaitu ibu hamil dan kader. Dikegiatan ini dibuka Kepala Puskesmas Kakap, Rusliah Marni dengan pelaksananya Wahyu Astuti, Rohuna dan Taufik Hidayat.

Ia menjelaskan robekan perineum biasanya terjadi sewaktu kepala janin dilahirkan dan kadang-kadang pada wanita melahirkan dilakukan episiotomi jika perineum kaku. Oleh karenanya perlu dilakukan pelatihan dan pengajaran melakukan pijat perimium yang baik.

Dalam kegiatan ini pihaknya juga membekali  buku saku yang berisi informasi tentang pijat perineum. Buku Saku tentang pijat perinium  berisikan informasi tentang pengertian pijat perinium kegunaan fungsi manfaat pijat perinium, cara melakukan pijat perinium tanda dan gejala stunting, buku saku cuci tangan senam hamil dan pijat perinium  yang disusun oleh Wahyu astuti, Rohuna  dan Taufik hidayat serta penyampaiannya dibantu oleh  para bidan puskesmas kakap yang sebelumnya telah di berikan pelatihan terlebih dahulu.

Baca Juga :  Bukan Demam dan Sesak, Peneliti Inggris Sebut Gejala Covid-19 Berubah

Diharap buku saku ini bisa berfungsi buat menambah pengetahuan dan pemahaman ibu hamil, bidan dan kader. Sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

Manfaat yang didapat dari pemberian Buku Saku untuk menambah pengetahuan Ibu Hamil dan kader tentang cara pijat perenium  yang benar. Kemudian memberikan pembelajaran tentang pijat perinium serta manfaatnya untuk mengurangi robekan pada perinium.

Lebih dalam ia melanjutkan berdasarkan penelitian Beckmann (2013) di Australia, Antenatal Perineal Massage for Reducing Perineal Trauma, Cochrane Database of Systematic Reviews, menyatakan insidensi trauma yang membutuhkan penjahitan terdapat penurunan 9 persen (RR=0,91, 95 persen CI 0,36-0,96). Penurunan signifikan terjadi pada wanita yang belum pernah  melahirkan pervaginam sebelumnya (95 persen CI 0,74-0,96). Wanita yang melakukan pijat perineum rata-rata 1,5 kali perminggu mengalami penurunan 16 persen.

Baca Juga :  Menkes Terbitkan Edaran Vaksinasi Booster

Ia melanjutkan solusi permasalahan yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah kewajiban berupa peningkatan pemahaman ibu hamil tentang hipertensi dalam kehamilan melalui “Penyuluhan Kesehatan tentang Pijat Perineum Dan Senam Hamil  Terhadap Derajat Robekan Perineum Pada Primigravida Di Wilayah Puskesmas Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat”.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu tugas dari Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh Dosen setiap tahunnya. Dipilihnya Puskesmas Kakap sebagai tempat pelaksanaan karena merupakan Wilayah Binaan dari Poltekkes Pontianak.

Sebagai wilayah binaan, Poltekkes Pontianak ikut berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ada diwilayah tersebut.(iza)

PONTIANAK – Dosen Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Pontianak belum lama ini melakukan pengabdian masyarakat di Puskesmas Kakap Kabupaten Kubu Raya. Dalam kegiatan itu, ibu hamil diberikan pengetahuan tentang pijat perineum dan senam hamil derajat robekan perineum pada primigravida.

“Tujuan kegiatan ini buat mengurangi robekan perineum, baik sejak kehamilan maupun saat persalinan. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan melakukan pijat perinium yang dilakukan dengan benar,” ujar pelaksana kegiatan Wahyu Astuti.

Peserta di kegiatan ada 20 orang, yaitu ibu hamil dan kader. Dikegiatan ini dibuka Kepala Puskesmas Kakap, Rusliah Marni dengan pelaksananya Wahyu Astuti, Rohuna dan Taufik Hidayat.

Ia menjelaskan robekan perineum biasanya terjadi sewaktu kepala janin dilahirkan dan kadang-kadang pada wanita melahirkan dilakukan episiotomi jika perineum kaku. Oleh karenanya perlu dilakukan pelatihan dan pengajaran melakukan pijat perimium yang baik.

Dalam kegiatan ini pihaknya juga membekali  buku saku yang berisi informasi tentang pijat perineum. Buku Saku tentang pijat perinium  berisikan informasi tentang pengertian pijat perinium kegunaan fungsi manfaat pijat perinium, cara melakukan pijat perinium tanda dan gejala stunting, buku saku cuci tangan senam hamil dan pijat perinium  yang disusun oleh Wahyu astuti, Rohuna  dan Taufik hidayat serta penyampaiannya dibantu oleh  para bidan puskesmas kakap yang sebelumnya telah di berikan pelatihan terlebih dahulu.

Baca Juga :  Bukan Demam dan Sesak, Peneliti Inggris Sebut Gejala Covid-19 Berubah

Diharap buku saku ini bisa berfungsi buat menambah pengetahuan dan pemahaman ibu hamil, bidan dan kader. Sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

Manfaat yang didapat dari pemberian Buku Saku untuk menambah pengetahuan Ibu Hamil dan kader tentang cara pijat perenium  yang benar. Kemudian memberikan pembelajaran tentang pijat perinium serta manfaatnya untuk mengurangi robekan pada perinium.

Lebih dalam ia melanjutkan berdasarkan penelitian Beckmann (2013) di Australia, Antenatal Perineal Massage for Reducing Perineal Trauma, Cochrane Database of Systematic Reviews, menyatakan insidensi trauma yang membutuhkan penjahitan terdapat penurunan 9 persen (RR=0,91, 95 persen CI 0,36-0,96). Penurunan signifikan terjadi pada wanita yang belum pernah  melahirkan pervaginam sebelumnya (95 persen CI 0,74-0,96). Wanita yang melakukan pijat perineum rata-rata 1,5 kali perminggu mengalami penurunan 16 persen.

Baca Juga :  Muncul Bukti Covid-19 Menular lewat Udara

Ia melanjutkan solusi permasalahan yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah kewajiban berupa peningkatan pemahaman ibu hamil tentang hipertensi dalam kehamilan melalui “Penyuluhan Kesehatan tentang Pijat Perineum Dan Senam Hamil  Terhadap Derajat Robekan Perineum Pada Primigravida Di Wilayah Puskesmas Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat”.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu tugas dari Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh Dosen setiap tahunnya. Dipilihnya Puskesmas Kakap sebagai tempat pelaksanaan karena merupakan Wilayah Binaan dari Poltekkes Pontianak.

Sebagai wilayah binaan, Poltekkes Pontianak ikut berperan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ada diwilayah tersebut.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/