alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Awas Gejala Pneumonia Pada Lansia, Dokter Ungkap 3 Cara Mencegahnya

Sejak pandemi Covid-19, masyarakat semakin menyadari agar paru-parunya tetap sehat. Dalam rangka Hari Pneumonia Sedunia, masyarakat diminta waspada atas penyakit menular yang menyerang paru-paru,  terutama pada lansia.

Sebab, semakin tua usia, semakin tinggi angka kematiannya jika terkena pneumonia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, prevalensi pneumonia terus meningkat. Oleh sebab itu, Indonesia Ramah Lansia (IRL) melihat pentingnya pengetahuan tentang pneumonia dan pencegahannya bagi masyarakat lansia di Indonesia.

“Kami memaknai Hari Pneumonia Sedunia untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyakit Pneumonia serta tentang pentingnya pencegahan dan merawatnya, dengan memberikan solusi, edukasi dan pendekatan yang tersedia terhadap penyakit ini, dalam hal ini, kami fokus pada masyarakat lanjut usia, untuk menjaga paru-paru yang sehat dan melindungi mereka dari pneumonia,” kata Direktur Kampanye Pneumonia dari Indonesia Ramah Lansia Dwi Endah, dalam keterangan tertulis, Jumat (12/11).

Melihat jumlah prevalensi pneumonia pada masyarakat lansia yang meningkat, Indonesia Ramah Lansia membekali masyarakat lansia Indonesia dengan pencegahan terhadap penyakit pneumonia. Salah satunya edukasi tentang terapi pernafasan, terapi batuk, nafas dalam, hingga pelatihan caregiving keluarga terhadap lansia dengan pneumonia.

Baca Juga :  Kilang Cilacap Berisi Pertalite Terbakar, Warga Sekitar Dievakuasi

Apa itu pneumonia?

Dokter Spesialis Paru, DR. dr. Erlina Burhan, MSc., SpP(K), menjelaskan pneumonia adalah penyakit radang paru-paru, yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Salah satu penyebab pneumonia adalah bakteri Streptococcus pneumonia atau lazim disebut pneumokokus, yang dapat menyebabkan infeksi pada jaringan otak, infeksi paru-paru dan bakteri dalam darah.

“Bakteri ini juga merupakan penyebab osteomyelitis atau infeksi tulang, peritonitis atau infeksi lapisan bagian dalam dinding perut dan endocarditis atau infeksi lapisan bagian dalam jantung,” katanya.

Mengapa lansia rentan?

Lebih lanjut dr. Erlina menjelaskan sistem kekebalan mengalami transformasi mendalam seiring bertambahnya usia dan respon imunologis yang sangat bergantung pada usia. Perubahan yang terjadi pada manusia setelah usia 50 tahun perlu mendapat perhatian khusus karena dampak klinisnya.

“Konsekuensi yang paling terlihat dari usia lanjut adalah berkurangnya efektivitas sistem kekebalan tubuh,” jelasnya.

Untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam mencegah terkena pneumonia, dr. Erlina menerangkan beberapa tipsnya. Apa saja?

1. Hidup Bersih dan Sehat

Pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat, tidak merokok, makan makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan, tidak minum alkohol, cukup tidur atau istirahat.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Bisa Mengalami Pembekuan Darah di Jantung

2. Sering Cuci Tangan

Mengambil langkah untuk mencegah infeksi, seperti sering mencuci tangan, masak jenis daging sampai matang, hindari stress.

3. Vaksinasi

Vaksinasi pneumonia kini juga sudah tersedia di Indonesia.

“Dengan penerapan pola hidup bersih sehat dan melakukan vaksinasi pneumonia, kami berharap masyarakat lansia di Indonesia dapat menikmati kualitas hidup yang baik,” katanya.

Menurut penelitian, vaksin pneumonia pada orang lanjut usia memberikan manfaat seperti lebih sedikit rawat inap karena pneumonia, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter dan penghematan biaya perawatan medis secara langsung.

Selain itu, terdapat keuntungan kesehatan termasuk penurunan morbiditas, mortalitas, nyeri, dan penderitaan penyakit pneumonia, meningkatkan kualitas hidup seperti produktivitas dan pendapatan yang diperoleh ketika orang dewasa yang diimunisasi yang dilindungi dari penyakit pneumonia dapat bekerja dan menghasilkan lebih baik serta mengurangi ketidakpastian dan kecemasan yang menyertainya, yang jika tidak, akan membebani orang yang menghindari risiko, misalnya, nilai ketenangan pikiran.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah/Jawa Pos

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Sejak pandemi Covid-19, masyarakat semakin menyadari agar paru-parunya tetap sehat. Dalam rangka Hari Pneumonia Sedunia, masyarakat diminta waspada atas penyakit menular yang menyerang paru-paru,  terutama pada lansia.

Sebab, semakin tua usia, semakin tinggi angka kematiannya jika terkena pneumonia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, prevalensi pneumonia terus meningkat. Oleh sebab itu, Indonesia Ramah Lansia (IRL) melihat pentingnya pengetahuan tentang pneumonia dan pencegahannya bagi masyarakat lansia di Indonesia.

“Kami memaknai Hari Pneumonia Sedunia untuk meningkatkan pengetahuan tentang penyakit Pneumonia serta tentang pentingnya pencegahan dan merawatnya, dengan memberikan solusi, edukasi dan pendekatan yang tersedia terhadap penyakit ini, dalam hal ini, kami fokus pada masyarakat lanjut usia, untuk menjaga paru-paru yang sehat dan melindungi mereka dari pneumonia,” kata Direktur Kampanye Pneumonia dari Indonesia Ramah Lansia Dwi Endah, dalam keterangan tertulis, Jumat (12/11).

Melihat jumlah prevalensi pneumonia pada masyarakat lansia yang meningkat, Indonesia Ramah Lansia membekali masyarakat lansia Indonesia dengan pencegahan terhadap penyakit pneumonia. Salah satunya edukasi tentang terapi pernafasan, terapi batuk, nafas dalam, hingga pelatihan caregiving keluarga terhadap lansia dengan pneumonia.

Baca Juga :  Apresiasi Kinerja Luar Biasa PLN Amankan Listrik

Apa itu pneumonia?

Dokter Spesialis Paru, DR. dr. Erlina Burhan, MSc., SpP(K), menjelaskan pneumonia adalah penyakit radang paru-paru, yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Salah satu penyebab pneumonia adalah bakteri Streptococcus pneumonia atau lazim disebut pneumokokus, yang dapat menyebabkan infeksi pada jaringan otak, infeksi paru-paru dan bakteri dalam darah.

“Bakteri ini juga merupakan penyebab osteomyelitis atau infeksi tulang, peritonitis atau infeksi lapisan bagian dalam dinding perut dan endocarditis atau infeksi lapisan bagian dalam jantung,” katanya.

Mengapa lansia rentan?

Lebih lanjut dr. Erlina menjelaskan sistem kekebalan mengalami transformasi mendalam seiring bertambahnya usia dan respon imunologis yang sangat bergantung pada usia. Perubahan yang terjadi pada manusia setelah usia 50 tahun perlu mendapat perhatian khusus karena dampak klinisnya.

“Konsekuensi yang paling terlihat dari usia lanjut adalah berkurangnya efektivitas sistem kekebalan tubuh,” jelasnya.

Untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam mencegah terkena pneumonia, dr. Erlina menerangkan beberapa tipsnya. Apa saja?

1. Hidup Bersih dan Sehat

Pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat, tidak merokok, makan makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan, tidak minum alkohol, cukup tidur atau istirahat.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Bisa Mengalami Pembekuan Darah di Jantung

2. Sering Cuci Tangan

Mengambil langkah untuk mencegah infeksi, seperti sering mencuci tangan, masak jenis daging sampai matang, hindari stress.

3. Vaksinasi

Vaksinasi pneumonia kini juga sudah tersedia di Indonesia.

“Dengan penerapan pola hidup bersih sehat dan melakukan vaksinasi pneumonia, kami berharap masyarakat lansia di Indonesia dapat menikmati kualitas hidup yang baik,” katanya.

Menurut penelitian, vaksin pneumonia pada orang lanjut usia memberikan manfaat seperti lebih sedikit rawat inap karena pneumonia, mengurangi jumlah kunjungan ke dokter dan penghematan biaya perawatan medis secara langsung.

Selain itu, terdapat keuntungan kesehatan termasuk penurunan morbiditas, mortalitas, nyeri, dan penderitaan penyakit pneumonia, meningkatkan kualitas hidup seperti produktivitas dan pendapatan yang diperoleh ketika orang dewasa yang diimunisasi yang dilindungi dari penyakit pneumonia dapat bekerja dan menghasilkan lebih baik serta mengurangi ketidakpastian dan kecemasan yang menyertainya, yang jika tidak, akan membebani orang yang menghindari risiko, misalnya, nilai ketenangan pikiran.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah/Jawa Pos

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Most Read

Artikel Terbaru

/