alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Vaksin Covid-19 Yang Didukung Bill Gates Segera Masuk Tahap Pengujian

 Dunia berperang melawan pandemi virus korona baru atau Covid-19 saat ini. Karenanya, seluruh ahli medis, ilmuwan di bidang obat-obatan di seluruh dunia kini sedang berjuang mengembangkan vaksin Covid-19.

Salah satunya, Inovio Pharmaceuticals di bawah Investigational New Drug program diketahui telah mengirimkan permohonan pengujain vaksin ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Inovio berencana  menyuntikkan subjek uji sukarela pertama dengan kandidat vaksin DNA INO-4800 yang telah dikembangkannya, mengikuti hasil yang menjanjikan dari studi praklinis yang dilakukan pada hewan.

Kandidat vaksin DNA Inovio bekerja dengan menyuntikkan plasmid yang direkayasa secara khusus (struktur genetik kecil dan independen) ke pasien sehingga sel-sel mereka dapat menghasilkan antibodi yang diinginkan dan bertarget untuk melawan infeksi tertentu. Vaksin DNA, meskipun tersedia dan disetujui untuk berbagai infeksi hewan dalam kedokteran hewan, belum disetujui untuk digunakan manusia.

Baca Juga :  Dampak Virus Covid-19, Sosialisasi Manfaatkan IT dan E Learning

Pekerjaan Inovio tidak dimulai dari awal. Perusahaan sebelumnya menyelesaikan studi Fase 1 untuk kandidat vaksin DNA untuk Middle East Respiratory Syndrome (MERS), di mana ia menunjukkan hasil yang menjanjikan dan tingkat tinggi antibodi yang diproduksi yang bertahan untuk periode waktu yang panjang.

Inovio telah mampu meningkatkan dengan cepat, mengembangkan dan memproduksi ‘ribuan dosis’ INO-4800 hanya dalam beberapa minggu singkat untuk mendukung uji coba Fase 1 dan Fase 2. Perusahaan telah melakukannya sebagian berkat dukungan dari Yayasan Bill dan Melinda Gates, serta pendanaan dari organisasi nirlaba dan organisasi lainnya, demikian dikutip JawaPos.com dari TechCrunch, Minggu (12/4).

Jika uji klinis berhasil, Inovio mengatakan akan dapat memiliki hingga satu juta dosis vaksin siap pada akhir tahun ini, untuk digunakan baik dalam uji coba tambahan dan untuk potensi penggunaan darurat yang menunggu otorisasi.

Baca Juga :  Rusaknya Lapisan Terluar Gigi

Uji coba Inovio akan dilakukan terhadap 40 sukarelawan orang dewasa sehat yang dipilih melalui pemutaran film yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Perelman Philadelphia di Universitas Pennsylvania. Ini akan berlangsung beberapa minggu ke depan, dan perusahaan mengharapkan data di sekitar tanggapan kekebalan dari subjek uji, serta info yang berkaitan dengan keselamatan pengobatan untuk manusia, akan tersedia pada akhir musim panas ini.

Izin atau persetujuan luas untuk penggunaan kemungkinan bisa dilakukan antara 12 bulan hingga 18 bulan ke depan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin/Jawa Pos

Reporter : Rian Alfianto

 Dunia berperang melawan pandemi virus korona baru atau Covid-19 saat ini. Karenanya, seluruh ahli medis, ilmuwan di bidang obat-obatan di seluruh dunia kini sedang berjuang mengembangkan vaksin Covid-19.

Salah satunya, Inovio Pharmaceuticals di bawah Investigational New Drug program diketahui telah mengirimkan permohonan pengujain vaksin ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Inovio berencana  menyuntikkan subjek uji sukarela pertama dengan kandidat vaksin DNA INO-4800 yang telah dikembangkannya, mengikuti hasil yang menjanjikan dari studi praklinis yang dilakukan pada hewan.

Kandidat vaksin DNA Inovio bekerja dengan menyuntikkan plasmid yang direkayasa secara khusus (struktur genetik kecil dan independen) ke pasien sehingga sel-sel mereka dapat menghasilkan antibodi yang diinginkan dan bertarget untuk melawan infeksi tertentu. Vaksin DNA, meskipun tersedia dan disetujui untuk berbagai infeksi hewan dalam kedokteran hewan, belum disetujui untuk digunakan manusia.

Baca Juga :  Patuh Pakai Masker, Risiko Penularan Covid-19 Hanya Tersisa 1 Persen

Pekerjaan Inovio tidak dimulai dari awal. Perusahaan sebelumnya menyelesaikan studi Fase 1 untuk kandidat vaksin DNA untuk Middle East Respiratory Syndrome (MERS), di mana ia menunjukkan hasil yang menjanjikan dan tingkat tinggi antibodi yang diproduksi yang bertahan untuk periode waktu yang panjang.

Inovio telah mampu meningkatkan dengan cepat, mengembangkan dan memproduksi ‘ribuan dosis’ INO-4800 hanya dalam beberapa minggu singkat untuk mendukung uji coba Fase 1 dan Fase 2. Perusahaan telah melakukannya sebagian berkat dukungan dari Yayasan Bill dan Melinda Gates, serta pendanaan dari organisasi nirlaba dan organisasi lainnya, demikian dikutip JawaPos.com dari TechCrunch, Minggu (12/4).

Jika uji klinis berhasil, Inovio mengatakan akan dapat memiliki hingga satu juta dosis vaksin siap pada akhir tahun ini, untuk digunakan baik dalam uji coba tambahan dan untuk potensi penggunaan darurat yang menunggu otorisasi.

Baca Juga :  38 Perwira Polres Sekadau Non Reaktif

Uji coba Inovio akan dilakukan terhadap 40 sukarelawan orang dewasa sehat yang dipilih melalui pemutaran film yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Perelman Philadelphia di Universitas Pennsylvania. Ini akan berlangsung beberapa minggu ke depan, dan perusahaan mengharapkan data di sekitar tanggapan kekebalan dari subjek uji, serta info yang berkaitan dengan keselamatan pengobatan untuk manusia, akan tersedia pada akhir musim panas ini.

Izin atau persetujuan luas untuk penggunaan kemungkinan bisa dilakukan antara 12 bulan hingga 18 bulan ke depan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin/Jawa Pos

Reporter : Rian Alfianto

Most Read

Artikel Terbaru

/