alexametrics
24 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Manfaat Jalan Kaki untuk Ibu Hamil

PADA usia kehamilan, ibu hamil mungkin tidak disarankan melakukan aktivitas terlalu berat. Walaupun demikian, menggerakkan tubuh juga sangat disarankan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Berikut beberapa manfaat dari jalan kaki bagi ibu hamil:

(1) Mengurangi Risiko Keguguran. Berjalan kaki di pagi hari, atau di lingkungan yang terhindar dari polusi udara. Oksigen yang dihirup akan dialirkan menuju plasenta bayi, sehingga mendukung pertumbuhan janin dan juga berguna untuk memperkuat rahim. Jalan kaki di kehamilan trimester akhir bisa dilakukan kapan saja, tidak harus di pagi hari. Yang terpenting ibu merasa senang dan nyaman saat melakukannya. Berjalan kaki juga bisa meningkatkan sirkulasi aliran darah secara keseluruhan dan menguatkan otot-otot yang digunakan selama kehamilan.

(2) Meningkatkan Stamina. Berjalan kaki secara rutin setiap hari membantu melatih otot tubuh menjadi lebih rileks dan elastis, sehingga ibu tidak mudah lelah dan tetap aktif dalam segala suasana saat masa kehamilan.

(3) Melancarkan Proses Persalinan. Saat jalan kaki, seluruh otot panggul dan rahim akan menjadi lebih rileks, kondisi ini akan sangat membantu membuka jalan lahir, sehingga memungkinkan Ibu melahirkan secara normal dan pemulihan pasca persalinan juga menjadi lebih cepat.

Baca Juga :  IAFT UPB Gandeng PERKOPINDO dan Polda Kalbar Lakukan Vaksinasi Gratis

Rutin Periksa Kesehatan

Pasca persalinan, kondisi kesehatan ibu dan bayi semasa nifas pun sebaiknya rutin dilakukan pemeriksaan. Masa nifas adalah masa yang dihitung setelah hari pertama seorang ibu melahirkan hingga 6 minggu atau sekitar 42 hari. Ini menjadi tahapan kritis bagi kesehatan fisik dan mental sang ibu. Karena ibu akan mengalami berbagai perubahan fisik dan mental ketika mengandung bayi dan mengalami stres ketika melahirkan. Ibu juga memperoleh tekanan tambahan, karena harus merawat bayinya yang baru lahir.

Tujuan dari konsultasi ini untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi secara fisik maupun mental, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk jika terjadi komplikasi pada ibu ataupun bayi, pemberian wawasan perawatan kesehatan diri dan pelayanan KB.

Ibu dan bayi sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan minimal 4 kali selama masa nifas dalam 42 hari ke bidan atau dokter ahli. Germas ini sangat penting meski umumnya Ibu merasa baik-baik saja dan tidak menunjukkan tanda kelelahan secara mental atau depresi. Apabila kondisi tidak diketahui, kemungkinan besar akan semakin memburuk dan berakibat fatal sampai berujung maut.

Baca Juga :  3 Jurus Jaga Imun Tubuh Sambut Ramadan Saat Pandemi Covid-19

Untuk pemeriksaan kesehatan ibu semasa nifas terbagi menjadi beberapa tahapan. Pertama, pada 6 jam – 3 hari sesudah melahirkan. Kedua, pada hari ke 4 sampai 28 hari sesudah melahirkan. Dan ketiga, pada hari ke 29 – 42 hari sesudah melahirkan.

Pemeriksaan yang dilakukan dimulai dari wawancara kondisi ibu nifas secara umum, mengukur tekanan darah, suhu tubuh, pernapasan, dan nadi, memeriksa lokhia dan perdarahan, kondisi jalan lahir dan tanda infeksi, payudara, kontraksi rahim, memberikan Vitamin A, konseling, pelayanan kontrasepsi dan pemberian nasihat.

Sedangkan untuk bayi, dilakukan pemeriksaan dengan penilaian APGAR, pencarian kelainan Kongenital, pemeriksaan cairan amnion, tali pusat, plasenta, menimbang berat badan serta membandingkannya dengan masa gestasi, pemeriksaan mulut, anus, garis tengah tubuh dan jenis kelamin.

Jadi, segera lakukan pemeriksaan kesehatan untuk Ibu dan bayi semasa nifas dengan rutin dan tepat waktu. Dan jangan lupa untuk membawa buku KIA nya. (*)

Tulisan ini disampaikan oleh:

Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019

 

PADA usia kehamilan, ibu hamil mungkin tidak disarankan melakukan aktivitas terlalu berat. Walaupun demikian, menggerakkan tubuh juga sangat disarankan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Berikut beberapa manfaat dari jalan kaki bagi ibu hamil:

(1) Mengurangi Risiko Keguguran. Berjalan kaki di pagi hari, atau di lingkungan yang terhindar dari polusi udara. Oksigen yang dihirup akan dialirkan menuju plasenta bayi, sehingga mendukung pertumbuhan janin dan juga berguna untuk memperkuat rahim. Jalan kaki di kehamilan trimester akhir bisa dilakukan kapan saja, tidak harus di pagi hari. Yang terpenting ibu merasa senang dan nyaman saat melakukannya. Berjalan kaki juga bisa meningkatkan sirkulasi aliran darah secara keseluruhan dan menguatkan otot-otot yang digunakan selama kehamilan.

(2) Meningkatkan Stamina. Berjalan kaki secara rutin setiap hari membantu melatih otot tubuh menjadi lebih rileks dan elastis, sehingga ibu tidak mudah lelah dan tetap aktif dalam segala suasana saat masa kehamilan.

(3) Melancarkan Proses Persalinan. Saat jalan kaki, seluruh otot panggul dan rahim akan menjadi lebih rileks, kondisi ini akan sangat membantu membuka jalan lahir, sehingga memungkinkan Ibu melahirkan secara normal dan pemulihan pasca persalinan juga menjadi lebih cepat.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Akui Mengalami Gejala Baru Yakni Gangguan pada Kulit

Rutin Periksa Kesehatan

Pasca persalinan, kondisi kesehatan ibu dan bayi semasa nifas pun sebaiknya rutin dilakukan pemeriksaan. Masa nifas adalah masa yang dihitung setelah hari pertama seorang ibu melahirkan hingga 6 minggu atau sekitar 42 hari. Ini menjadi tahapan kritis bagi kesehatan fisik dan mental sang ibu. Karena ibu akan mengalami berbagai perubahan fisik dan mental ketika mengandung bayi dan mengalami stres ketika melahirkan. Ibu juga memperoleh tekanan tambahan, karena harus merawat bayinya yang baru lahir.

Tujuan dari konsultasi ini untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi secara fisik maupun mental, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk jika terjadi komplikasi pada ibu ataupun bayi, pemberian wawasan perawatan kesehatan diri dan pelayanan KB.

Ibu dan bayi sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan minimal 4 kali selama masa nifas dalam 42 hari ke bidan atau dokter ahli. Germas ini sangat penting meski umumnya Ibu merasa baik-baik saja dan tidak menunjukkan tanda kelelahan secara mental atau depresi. Apabila kondisi tidak diketahui, kemungkinan besar akan semakin memburuk dan berakibat fatal sampai berujung maut.

Baca Juga :  3 Jurus Jaga Imun Tubuh Sambut Ramadan Saat Pandemi Covid-19

Untuk pemeriksaan kesehatan ibu semasa nifas terbagi menjadi beberapa tahapan. Pertama, pada 6 jam – 3 hari sesudah melahirkan. Kedua, pada hari ke 4 sampai 28 hari sesudah melahirkan. Dan ketiga, pada hari ke 29 – 42 hari sesudah melahirkan.

Pemeriksaan yang dilakukan dimulai dari wawancara kondisi ibu nifas secara umum, mengukur tekanan darah, suhu tubuh, pernapasan, dan nadi, memeriksa lokhia dan perdarahan, kondisi jalan lahir dan tanda infeksi, payudara, kontraksi rahim, memberikan Vitamin A, konseling, pelayanan kontrasepsi dan pemberian nasihat.

Sedangkan untuk bayi, dilakukan pemeriksaan dengan penilaian APGAR, pencarian kelainan Kongenital, pemeriksaan cairan amnion, tali pusat, plasenta, menimbang berat badan serta membandingkannya dengan masa gestasi, pemeriksaan mulut, anus, garis tengah tubuh dan jenis kelamin.

Jadi, segera lakukan pemeriksaan kesehatan untuk Ibu dan bayi semasa nifas dengan rutin dan tepat waktu. Dan jangan lupa untuk membawa buku KIA nya. (*)

Tulisan ini disampaikan oleh:

Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019

 

Most Read

Artikel Terbaru

/