alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Persoalan Berat Badan Ibu Hamil Salah Satu Pemicu Stunting

PONTIANAK – Permasalahan berat badan ibu selama hamil menjadi salah satu penyebab kejadian stunting pada anak maupun permasalahan kesehatan lainnya.

Dasar itu membuat Dosen Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Pontianak membuat kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengabmas), bertema Peningkatan Kapasistas Bidan dalam Pelaksanaan Pemantauan dan Edukasi tentang Berat Badan Berdasarkan Status IMT Prahamil di Kabupaten Mempawah belum lama ini.

Ketua pelaksana Pengabmas, Rini Sulistiawati menuturkan belum lama ini ia bersama dua dosen yaitu Dini Fitri Damayanti dan Dessy Hidayati Fajrin dari Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Pontianak melakukan giat di Puskesmas Jungkat, Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah.

Dikegiatan itu, para peserta diberi Peningkatan Kapasitas Bidan dalam Pelaksanaan Pemantauan dan Edukasi tentang Berat Badan Berdasarkan Status IMT Prahamil.

“Harapan kami bidan memahami dan mampu menentukan tindakan yang tepat dalam pemantauan dan edukasi tentang berat badan berdasarkan status IMT prahamil,” ujarnya.

Permasalahan berat badan ibu selama hamil menjadi salah satu penyebab kejadian stunting pada anak maupun permasalahan kesehatan lainnya. Terpenuhinya nutrisi yang baik bagi janin selama dalam kandungan dapat dilihat melalui status nutrisi ibu yang ditunjukkan dengan peningkatan berat badan selama kehamilan.

Pengukuran yang terbaik dalam pemantauan kenaikan berat badan ibu hamil adalah berdasar Indeks Massa Tubuh (IMT) prahamil. IMT merupakan pengukuran lemak tubuh berdasarkan berat badan dan tinggi badan.

Baca Juga :  Polisi di Landak Ikuti Program Penurunan Berat Badan

Rekomendasi kategori kenaikan berat badan selama hamil dikeluarkan oleh WHO, berdasar IMT prahamil yang meliputi kurus (underweight), normal, gemuk (overweight) dan sangat gemuk (obese).

Berdasarkan data Riskesdas 2018, proporsi status gizi berdasar IMT yang tidak normal pada perempuan dewasa di Kalimantan Barat (kurus, gemuk dan obesitas) sebesar 46,7 persen meliputi kategori kurus sebesar 8,4 persen, gemuk sebesar 15,0 persen, dan  obesitas sebesar 23,3 persen.

Kenaikan berat badan setiap wanita hamil harus diukur dan dipantau secara rutin serta dicatat dalam grafik IMT prahamil pada Buku KIA untuk mendeteksi resiko serta memantau tumbuh kembang janin secara mudah dan cepat.

Penilaian IMT dapat membantu tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan klinis yang tepat dan intervensi edukasi tentang diet serta aktivitas fisik yang sebaiknya dilakukan ibu hamil.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi berdasarkan status IMT prahamil efektif terhadap kesesuaian peningkatan berat badan ibu hamil sehingga perlu intervensi peningkatan pengetahuan bidan dengan menerapkan edukasi yang spesifik berdasarkan status IMT prahamil dalam upaya meningkatkan berat badan ibu hamil yang ideal.

Baca Juga :  5 Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh untuk Cegah Virus dan Penyakit

Pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk sosialisasi dengan sasaran adalah bidan di wilayah kerja Puskesmas Jungkat Kabupaten Mempawah. Target luaran dari pengabdian kepada masyarakat adalah peningkatan pengetahuan dalam memahami dan mampu menentukan tindakan yang tepat dalam pemantauan dan edukasi mengenai berat badan berdasarkan status IMT prahamil di Puskesmas Jungkat Kabupaten Mempawah.

Selanjutnya kegiatan paparan tentang Berat Badan Berdasarkan Status IMT Prahamil. Materi yang dsampaikan meliputi latar belakang kegiatan, prosedur edukasi berdasarkan status IMT prahamil, panduan menghitung IMT, panduan mengukur tinggi badan, panduan mengukur berat badan, grafik peningkatan berat badan hamil berdasarkan IMT prahamil, distribusi kenaikan berat badan ibu hamil, panduan edukasi, prinsip umum diet makanan ibu hamil, tabel porsi makan dan minum ibu hamil untuk kebutuhan sehari, serta edukasi diet dan aktivitas fisik berdasarkan status IMT prahamil.

“Selanjutnya untuk evaluasi kegiatan ini dilakukan analisis perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi dan evaluasi pelaksanaan pengisian grafik IMT prahamil di Buku KIA ibu hamil,” tandasnya.(iza)

PONTIANAK – Permasalahan berat badan ibu selama hamil menjadi salah satu penyebab kejadian stunting pada anak maupun permasalahan kesehatan lainnya.

Dasar itu membuat Dosen Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Pontianak membuat kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengabmas), bertema Peningkatan Kapasistas Bidan dalam Pelaksanaan Pemantauan dan Edukasi tentang Berat Badan Berdasarkan Status IMT Prahamil di Kabupaten Mempawah belum lama ini.

Ketua pelaksana Pengabmas, Rini Sulistiawati menuturkan belum lama ini ia bersama dua dosen yaitu Dini Fitri Damayanti dan Dessy Hidayati Fajrin dari Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Pontianak melakukan giat di Puskesmas Jungkat, Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah.

Dikegiatan itu, para peserta diberi Peningkatan Kapasitas Bidan dalam Pelaksanaan Pemantauan dan Edukasi tentang Berat Badan Berdasarkan Status IMT Prahamil.

“Harapan kami bidan memahami dan mampu menentukan tindakan yang tepat dalam pemantauan dan edukasi tentang berat badan berdasarkan status IMT prahamil,” ujarnya.

Permasalahan berat badan ibu selama hamil menjadi salah satu penyebab kejadian stunting pada anak maupun permasalahan kesehatan lainnya. Terpenuhinya nutrisi yang baik bagi janin selama dalam kandungan dapat dilihat melalui status nutrisi ibu yang ditunjukkan dengan peningkatan berat badan selama kehamilan.

Pengukuran yang terbaik dalam pemantauan kenaikan berat badan ibu hamil adalah berdasar Indeks Massa Tubuh (IMT) prahamil. IMT merupakan pengukuran lemak tubuh berdasarkan berat badan dan tinggi badan.

Baca Juga :  Evakuasi Ibu Hamil Di tengah Kepungan Banjir

Rekomendasi kategori kenaikan berat badan selama hamil dikeluarkan oleh WHO, berdasar IMT prahamil yang meliputi kurus (underweight), normal, gemuk (overweight) dan sangat gemuk (obese).

Berdasarkan data Riskesdas 2018, proporsi status gizi berdasar IMT yang tidak normal pada perempuan dewasa di Kalimantan Barat (kurus, gemuk dan obesitas) sebesar 46,7 persen meliputi kategori kurus sebesar 8,4 persen, gemuk sebesar 15,0 persen, dan  obesitas sebesar 23,3 persen.

Kenaikan berat badan setiap wanita hamil harus diukur dan dipantau secara rutin serta dicatat dalam grafik IMT prahamil pada Buku KIA untuk mendeteksi resiko serta memantau tumbuh kembang janin secara mudah dan cepat.

Penilaian IMT dapat membantu tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan klinis yang tepat dan intervensi edukasi tentang diet serta aktivitas fisik yang sebaiknya dilakukan ibu hamil.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi berdasarkan status IMT prahamil efektif terhadap kesesuaian peningkatan berat badan ibu hamil sehingga perlu intervensi peningkatan pengetahuan bidan dengan menerapkan edukasi yang spesifik berdasarkan status IMT prahamil dalam upaya meningkatkan berat badan ibu hamil yang ideal.

Baca Juga :  Pantau Kesehatan Ibu Hamil

Pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk sosialisasi dengan sasaran adalah bidan di wilayah kerja Puskesmas Jungkat Kabupaten Mempawah. Target luaran dari pengabdian kepada masyarakat adalah peningkatan pengetahuan dalam memahami dan mampu menentukan tindakan yang tepat dalam pemantauan dan edukasi mengenai berat badan berdasarkan status IMT prahamil di Puskesmas Jungkat Kabupaten Mempawah.

Selanjutnya kegiatan paparan tentang Berat Badan Berdasarkan Status IMT Prahamil. Materi yang dsampaikan meliputi latar belakang kegiatan, prosedur edukasi berdasarkan status IMT prahamil, panduan menghitung IMT, panduan mengukur tinggi badan, panduan mengukur berat badan, grafik peningkatan berat badan hamil berdasarkan IMT prahamil, distribusi kenaikan berat badan ibu hamil, panduan edukasi, prinsip umum diet makanan ibu hamil, tabel porsi makan dan minum ibu hamil untuk kebutuhan sehari, serta edukasi diet dan aktivitas fisik berdasarkan status IMT prahamil.

“Selanjutnya untuk evaluasi kegiatan ini dilakukan analisis perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi dan evaluasi pelaksanaan pengisian grafik IMT prahamil di Buku KIA ibu hamil,” tandasnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/