alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Pemkot Surabaya Siapkan Poli Nuklir untuk Pengobatan

Fasilitas kedokteran nuklir yang akan dibangun di Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada dijamin punya keamanan tinggi bagi lingkungan sekitar. Bahkan, kabar bahwa akan dibangun reaktor nuklir ditepis Pemkot Surabaya. Yang dibangun di ruang bawah tanah itu adalah cyclotron yang menghasilkan radioaktif dalam jumlah yang kecil.

Pembangunan fasilitas kedokteran nuklir itu masuk salah satu rencana strategis tahun depan. Pemkot sudah menganggarkan Rp 30 miliar untuk pembangunan gedung tersebut Untuk peralatan dan obat-obatan serta perlengkapan lain, dianggarkan sekitar Rp 69 miliar. Fasilitas tersebut direncanakan bisa beroperasi tahun depan.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita mengungkapkan, teknologi nuklir yang dipakai dalam dunia kedokteran tersebut sudah aman dan teruji. Jangan dibayangkan nuklir itu seseram bom nuklir atau reaktor nuklir besar yang bocor dan berbahaya bagi lingkungan. Kedokteran nuklir dalam kesehatan digunakan untuk mendiagnosis penyakit dan melakukan terapi kepada pasien. ”Untuk bangunan, kita juga didampingi ITS, ITB, Batan, dan Bapeten sehingga bangunan itu aman. Tidak ada reaktor nuklir. Sangat minimal radiasinya. Ini bisa diminum, disuntik, dihirup,” ujar pejabat yang akrab disapa Feni itu.

Baca Juga :  Cegah Stroke, Ketahui Cara Tepat Mengecek Tekanan Darah di Rumah

Pemkot akan mendirikan gedung tiga lantai. Tiap lantai seluas 800 meter persegi. Bakal ada ruang bawah tanah yang digunakan untuk fasilitas cyclotron.

Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Iman Krestian Maharhandono mengungkapkan bahwa untuk bentuk bangunan tidak ada spesifikasi khusus. Bahkan, material bangunan tak jauh berbeda dengan bangunan-bangunan lain.

”Bangunannya sederhana saja. Tiga lantai. Cuma, harus steril, tak boleh terkontaminasi dengan dunia luar. Jadi terkarantina,” ungkap Iman. Lantai basement atau bawah tanah juga tidak terlalu besar. Dalamnya sama dengan satu lantai biasa.

Dokter Stepanus Massora SpKN, salah satu dokter di RSUD dr Soetomo, menuturkan bahwa alat yang akan ditempatkan di bawah tanah itu bernama cyclotron yang bisa menghasilkan radioaktif dalam jumlah kecil. Alat tersebut sangat berbeda dengan reaktor nuklir. ”Reaktor nuklir itu menggunakan uranium dari alam, nanti menghasilkan anak-anaknya. Kalau ini diberi uranium, hancur alatnya,” kata Stepanus.

Baca Juga :  Kratom dan Tumbuhan Tropis Lain Miliki Senyawa Tangkal Corona

Cara kerja alat tersebut tak jauh berbeda dengan CT scan yang menggunakan teknologi terkini.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c6/git/jawa pos

Fasilitas kedokteran nuklir yang akan dibangun di Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada dijamin punya keamanan tinggi bagi lingkungan sekitar. Bahkan, kabar bahwa akan dibangun reaktor nuklir ditepis Pemkot Surabaya. Yang dibangun di ruang bawah tanah itu adalah cyclotron yang menghasilkan radioaktif dalam jumlah yang kecil.

Pembangunan fasilitas kedokteran nuklir itu masuk salah satu rencana strategis tahun depan. Pemkot sudah menganggarkan Rp 30 miliar untuk pembangunan gedung tersebut Untuk peralatan dan obat-obatan serta perlengkapan lain, dianggarkan sekitar Rp 69 miliar. Fasilitas tersebut direncanakan bisa beroperasi tahun depan.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita mengungkapkan, teknologi nuklir yang dipakai dalam dunia kedokteran tersebut sudah aman dan teruji. Jangan dibayangkan nuklir itu seseram bom nuklir atau reaktor nuklir besar yang bocor dan berbahaya bagi lingkungan. Kedokteran nuklir dalam kesehatan digunakan untuk mendiagnosis penyakit dan melakukan terapi kepada pasien. ”Untuk bangunan, kita juga didampingi ITS, ITB, Batan, dan Bapeten sehingga bangunan itu aman. Tidak ada reaktor nuklir. Sangat minimal radiasinya. Ini bisa diminum, disuntik, dihirup,” ujar pejabat yang akrab disapa Feni itu.

Baca Juga :  Pemerintah Serius Kembangkan Energi Nuklir

Pemkot akan mendirikan gedung tiga lantai. Tiap lantai seluas 800 meter persegi. Bakal ada ruang bawah tanah yang digunakan untuk fasilitas cyclotron.

Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Iman Krestian Maharhandono mengungkapkan bahwa untuk bentuk bangunan tidak ada spesifikasi khusus. Bahkan, material bangunan tak jauh berbeda dengan bangunan-bangunan lain.

”Bangunannya sederhana saja. Tiga lantai. Cuma, harus steril, tak boleh terkontaminasi dengan dunia luar. Jadi terkarantina,” ungkap Iman. Lantai basement atau bawah tanah juga tidak terlalu besar. Dalamnya sama dengan satu lantai biasa.

Dokter Stepanus Massora SpKN, salah satu dokter di RSUD dr Soetomo, menuturkan bahwa alat yang akan ditempatkan di bawah tanah itu bernama cyclotron yang bisa menghasilkan radioaktif dalam jumlah kecil. Alat tersebut sangat berbeda dengan reaktor nuklir. ”Reaktor nuklir itu menggunakan uranium dari alam, nanti menghasilkan anak-anaknya. Kalau ini diberi uranium, hancur alatnya,” kata Stepanus.

Baca Juga :  Cegah Stroke, Ketahui Cara Tepat Mengecek Tekanan Darah di Rumah

Cara kerja alat tersebut tak jauh berbeda dengan CT scan yang menggunakan teknologi terkini.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jun/c6/git/jawa pos

Most Read

Artikel Terbaru

/