Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Virus Nipah! Ini Gejala dan Cara Pencegahannya Menurut Pakar Kesehatan

K
Ilustrasi Peta Virus Nipah Kelelawar di Kalbar
Ilustrasi Peta Virus Nipah Kelelawar di Kalbar

PONTIANAK POST – Melansir laman resmi Kemenkes, virus Nipah pertama kali muncul di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi, di mana hewan-hewan itu mengalami demam, kesulitan bernapas, dan kejang.


Advertisement

Menurut World Health Organization (WHO), virus ini sebenarnya berasal dari kelelawar buah.

Kelelawar berperan sebagai reservoir alami virus Nipah. Mereka membawa virus tanpa sakit, tetapi bisa menularkannya ke hewan lain, seperti babi.

Fenomena ini diperparah oleh penebangan hutan yang membuat kelelawar kehilangan habitat asli mereka.

Advertisement

Akibatnya, mereka mendekat ke permukiman manusia dan peternakan. Inilah jalur yang memungkinkan virus Nipah berpindah dari kelelawar ke babi, dan akhirnya ke manusia.

Baca Juga: BKHIT Kalbar Waspadai Ancaman Virus Nipah dan Penyakit PPR

Penularan Virus Nipah

Virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, yaitu virus RNA yang juga bisa menyebabkan penyakit seperti pneumonia, gondongan, dan campak.

Namun, virus Nipah memiliki sifat unik yang membuatnya menjadi ancaman serius bagi manusia.

Advertisement

Penularan virus ini bisa terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, atau urine.

Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika dimasak kurang matang, dapat menjadi jalur infeksi.

Lebih mengkhawatirkan lagi, virus Nipah juga bisa menular dari manusia ke manusia, terutama melalui kontak langsung dengan pasien yang menghasilkan banyak cairan tubuh, seperti air liur.

Inilah alasan mengapa virus ini mendapat perhatian serius dari para ahli kesehatan di seluruh dunia.

Baca Juga: 19 Persen Kelelawar di Kalbar Terpapar Virus Nipah, Kemenkes Minta Dinkes Cek Penderita Influenza hingga ISPA

Gejala Infeksi Virus Nipah

Setelah terinfeksi, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4–14 hari sebelum gejala muncul.

Tingkat keparahannya bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga mengancam nyawa. Beberapa gejala yang paling umum meliputi:

  • Demam

  • Sakit kepala

  • Batuk dan sakit tenggorokan

  • Nyeri otot

  • Sesak napas

  • Muntah

  • Kesulitan menelan

  • Peradangan otak (ensefalitis)

Jika infeksi berkembang menjadi ensefalitis, dampaknya bisa serius: kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, disorientasi, dan perubahan mood yang drastis. Pada kasus parah, virus Nipah bahkan bisa mengancam nyawa.

Baca Juga: Lindungi Anak dari Virus Mematikan, Kota Pontianak Launching Imunisasi Kejar JE dan Imunisasi Rutin Lainnya

Cara Mencegah Penularan

Melindungi diri dari virus Nipah bukan hanya soal kesehatan pribadi, tetapi juga menjaga keamanan masyarakat. Berikut beberapa langkah penting yang bisa dilakukan:

- Hindari kontak langsung dengan hewan berisiko—kelelawar dan hewan ternak seperti babi adalah sumber utama penularan.

 

- Cuci sayur dan buah sebelum dikonsumsi dan hindari makanan yang berpotensi terkontaminasi hewan.

- Gunakan alat pelindung diri saat membersihkan kotoran atau urine hewan, termasuk sarung tangan, sepatu bot, dan pelindung wajah.

 

- Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air bersih, terutama sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang sakit yang mungkin terinfeksi.

 

- Masak daging dengan matang sempurna dan hindari mengonsumsi daging mentah atau setengah matang.

Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana namun efektif ini, kita bisa melindungi diri sendiri sekaligus masyarakat dari ancaman potensial virus Nipah. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

BPBD Mempawah Imbau Warga Waspada Kemunculan Buaya di Sungai Mempawah

BPBD Mempawah Imbau Warga Waspada Kemunculan Buaya di Sungai Mempawah

BPBD Mempawah mengimbau warga waspada setelah kemunculan buaya sepanjang tiga meter di Sungai Mempawah.

Waspadai Hadits Dhaif dan Palsu Seputar Amaliyah Haji yang Tidak Boleh Dipercaya

Waspadai Hadits Dhaif dan Palsu Seputar Amaliyah Haji yang Tidak Boleh Dipercaya

Seperti kita ketahui dalam ajaran Islam ada hadis dhaif dan palsu. Termasuk hadis dalam menunaikan haji.

Kenali Tanda Heat Exhaustion dan Heat Stroke Saat Beraktivitas di Cuaca Panas

Kenali Tanda Heat Exhaustion dan Heat Stroke Saat Beraktivitas di Cuaca Panas

Mengenali gejala heat exhaustion dan heat stroke penting agar penanganan dapat dilakukan segera saat cuaca panas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer