Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Duduk Lama Tingkatkan Risiko Saraf Terjepit, Ini Cara Mencegahnya

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi anak milenial dan gen z bersantai di cafe. (MAGNIFIC)
Ilustrasi anak milenial dan gen z bersantai di cafe. (MAGNIFIC)

Advertisement

PONTIANAK POST - Bekerja dalam posisi duduk selama berjam-jam menjadi kebiasaan yang semakin banyak dilakukan masyarakat modern.

Namun, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan tulang belakang apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik.

Duduk Lama Salah Satu Faktor Risiko HNP

Dokter spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital Surabaya, dr Reyner Valiant Tumbelaka MKed Klin SpOT, menjelaskan salah satu gangguan yang dapat berkaitan dengan kebiasaan tersebut adalah Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau saraf terjepit.

Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak disebabkan oleh satu faktor saja.

Advertisement

"Duduk lama menjadi salah satu faktor risiko, terutama bila disertai postur yang buruk, kurang olahraga, obesitas, atau kebiasaan mengangkat beban dengan cara yang salah," ujarnya dilansir dari Jawapos.

Menurut Reyner, duduk memberikan tekanan lebih besar pada bantalan tulang belakang dibandingkan berdiri.

"Bantalan tulang belakang atau diskus mendapatkan tekanan lebih berat saat duduk dibandingkan berdiri. Jika posisi duduk buruk berlangsung lama, tekanan yang tidak merata dapat mempercepat diskus menjadi aus dan sendi tulang belakang kaku,"

Bergerak Setiap 30 hingga 60 Menit

Untuk mengurangi risiko tersebut, Reyner menyarankan masyarakat tidak duduk terlalu lama tanpa jeda.

Menurutnya, seseorang cukup berdiri atau bergerak setiap 30 hingga 60 menit. 

Aktivitas sederhana seperti berjalan mengambil minum, berdiri saat menerima telepon, atau melakukan peregangan ringan selama satu hingga dua menit sudah membantu mengurangi beban pada tulang belakang.

Advertisement

Artikel Terkait

Nyeri Menetap hingga Kesemutan Jadi Tanda Gangguan Tulang Belakang

Nyeri Menetap hingga Kesemutan Jadi Tanda Gangguan Tulang Belakang

Nyeri menetap, kesemutan, hingga kelemahan otot bisa menjadi tanda gangguan tulang belakang yang perlu diperiksa.

Work From Cafe Nyaman, Tetapi Duduk Lama Bisa Ganggu Tulang Belakang

Work From Cafe Nyaman, Tetapi Duduk Lama Bisa Ganggu Tulang Belakang

Work from cafe makin populer, tetapi duduk lama bisa meningkatkan risiko nyeri tulang belakang.

Studi Menunjukkan Krokot Berpotensi Menjadi Pelindung Fungsi Saraf dan Otak

Studi Menunjukkan Krokot Berpotensi Menjadi Pelindung Fungsi Saraf dan Otak

Penelitian menunjukkan antioksidan dan omega-3 pada krokot berpotensi membantu melindungi fungsi saraf dan otak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer