
PONTIANAK POST - Kopi kerap menjadi teman memulai hari. Namun, agar manfaatnya tetap optimal, jumlah konsumsi juga perlu diperhatikan.
Selain itu, masih banyak pertanyaan seputar kopi, mulai dari risiko ketergantungan hingga anggapan menyebabkan dehidrasi.
Dilansir dari Jawapos, edukator kesehatan @itsdoktermuda, dr Rudi Margono, menjelaskan berbagai fakta medis mengenai konsumsi kopi.
Baca Juga: Mitos dan Fakta Kopi, dr Rudi Margono Jelaskan Efeknya pada Lambung hingga Jantung
Ketergantungan Kafein Memang Bisa Terjadi
Menurut dr Rudi, kopi memang dapat menimbulkan ketergantungan, meski tingkatnya tergolong ringan.
"Betul. Kafein dapat menimbulkan ketergantungan tapi levelnya ringan. Orang yang terbiasa minum kopi lalu berhenti mendadak bisa mengalami sakit kepala, lemas, atau perubahan suasana hati," ujarnya.
Kopi Tidak Membuat Tubuh Dehidrasi
Baca Juga: Kopi Kojal Kalbar Belum Masuk Daftar 9 Kopi Terbaik TasteAtlas 2026: Juaranya dari Sumatera
Salah satu mitos yang masih sering dipercaya adalah kopi menyebabkan dehidrasi.
"Mitos. Kopi memang bersifat diuretik yakni meningkatkan produksi urine. Namun, kopi bisa menambah asupan cairan tubuh jika dikonsumsi dalam batas wajar," tuturnya.
Dengan kata lain, kopi tetap dapat berkontribusi terhadap asupan cairan selama tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Bisa Membantu Metabolisme
Selain itu, kopi juga dikenal mampu meningkatkan metabolisme tubuh.
"Benar. Kafein dapat meningkatkan termogenesis atau proses pembakaran energi. Namun, manfaat ini sering tidak terasa karena kopi yang dikonsumsi umumnya mengandung gula tambahan, sehingga justru menambah kalori," ungkapnya.


