PONTIANAK POST - Minum kopi selama ini identik dengan cara cepat mengusir kantuk dan meningkatkan fokus. Namun, manfaat kopi ternyata tidak berhenti di situ.
Sebuah jurnal ilmiah terbaru mengungkap bahwa konsumsi kopi juga berpotensi berperan dalam menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko demensia.
Hal ini disampaikan oleh dr. Adam Prabata melalui unggahan di X, yang merangkum temuan penting dari riset berskala besar yang dipublikasikan oleh JAMA.
Menurut dr. Adam, studi tersebut menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi kafein khususnya dari kopi dengan fungsi neurologis dan performa kognitif.
Baca Juga: Bukan Jabatan Lain, Bahlil Pilih Papua dan Jalur Caleg Golkar 2029
Penelitian ini melibatkan lebih dari 130.000 partisipan dan menganalisis keterkaitan antara asupan kopi, risiko demensia, serta penurunan fungsi kognitif.
“Hasilnya menarik karena membentuk kurva non linier. Konsumsi kopi dalam jumlah moderat, sekitar dua hingga tiga cangkir per hari, justru memberikan efek protektif,” tulis dr. Adam dalam unggahannya.
Data penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi kopi secara moderat memiliki risiko demensia hingga 22 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi sama sekali. Selain itu, keluhan penurunan kemampuan kognitif subjektif juga tercatat 15 persen lebih rendah pada kelompok peminum kopi.
Temuan ini mengindikasikan adanya efek neuroprotektif dari kafein, yang diduga berperan dalam mendukung plastisitas otak dan menjaga kesehatan jaringan saraf seiring bertambahnya usia.
Dengan demikian, pilihan asupan kafein harian tidak lagi sekadar soal menahan kantuk atau meningkatkan produktivitas. Lebih dari itu, konsumsi kopi dalam batas wajar berpotensi menjadi bagian dari strategi preventif untuk menjaga kesehatan otak dan mengurangi risiko pikun di kemudian hari.
Baca Juga: Prabowo Subianto Ungkap Kemiskinan dan Pengangguran Terus Menurun
Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan agar konsumsi kopi dilakukan secara seimbang dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu. (*)
Editor : Miftahul Khair