Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Waspada! Makan di Atas Jam 11 Malam Tingkatkan Risiko Kematian, Dokter Ungkap Alasannya

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 16 Februari 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi makan di atas jam 11 malam berisiko pada kesehatan.
Ilustrasi makan di atas jam 11 malam berisiko pada kesehatan.

PONTIANAK POST - Dokter dan edukator kesehatan Adam Prabata membagikan alasan pribadinya mulai menghindari makan setelah pukul 23.00 malam.

Keputusan itu ia ambil setelah membaca hasil studi ilmiah terbaru yang menyoroti dampak serius kebiasaan makan larut malam terhadap kesehatan jangka panjang.

Dalam unggahannya di platform X, dr. Adam mengajak masyarakat untuk tidak menyepelekan rasa lapar di malam hari sebelum melangkah ke dapur.

Ia merujuk pada sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition & Diabetes, yang menemukan hubungan kuat antara waktu makan malam dan risiko kematian.

Penelitian tersebut menganalisis data lebih dari 41.000 partisipan. Hasilnya menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan di atas pukul 23.00 berkorelasi dengan peningkatan risiko kematian akibat komplikasi diabetes mellitus sebesar 38 hingga 49 persen.

Menurut dr. Adam, temuan ini tidak lepas dari cara tubuh manusia bekerja secara biologis. Asupan makanan larut malam dapat mengganggu ritme sirkadian, yaitu jam biologis internal yang mengatur metabolisme, termasuk pengolahan glukosa dalam darah.

“Secara fisiologis, makan di jam-jam tersebut mengacaukan metabolisme glukosa,” tulisnya.

Penelitian juga mencatat bahwa risiko tertinggi terjadi pada rentang waktu antara pukul 23.00 hingga 02.00 dini hari. Pada periode ini, tubuh seharusnya memasuki fase pemulihan, bukan menerima asupan energi baru.

Bagi masyarakat perkotaan dengan ritme hidup cepat, godaan late-night dining atau snacking memang sulit dihindari.

Namun dr. Adam menekankan bahwa data ilmiah ini menjadi pengingat penting bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dimakan, tetapi juga kapan waktu makan itu dilakukan.

“Sinkronisasi antara jadwal makan dan jam biologis tubuh adalah kunci manajemen kesehatan jangka panjang,” ungkapnya.

Ia pun mengajak masyarakat mulai mengatur ulang kebiasaan makan malam demi mencegah risiko penyakit kronis di masa depan.

Menurutnya, perubahan kecil seperti membatasi waktu makan malam bisa memberi dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang.

“Yuk, mulai atur ulang jadwal makanmu malam ini demi kesehatan masa depan yang lebih baik,” pungkas dr. Adam. (*)

Editor : Miftahul Khair
#kematian #jurnal #diabetes #dokter #risiko #makan tengah malam #dampak