PONTIANAK POST - Isu bahwa GERD bisa menyebabkan kematian mendadak sempat membuat banyak pasien panik dan berbondong-bondong ke IGD.
Menanggapi hal ini melalui kanal YouTube Malaka, dr Tirta memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak salah paham dan justru memperburuk kondisinya sendiri.
Menurut dr Tirta, GERD tidak menyebabkan kematian secara akut seperti serangan jantung atau henti jantung. Namun, bukan berarti GERD bisa dianggap sepele.
GERD Bisa Berbahaya Jika Kronis
GERD yang berlangsung lama dan tidak ditangani dapat memicu berbagai komplikasi serius. Asam lambung yang terus-menerus naik dapat merusak kerongkongan, menyebabkan luka, bahkan perubahan sel yang berbahaya.
Selain itu, asam lambung juga bisa terhirup ke saluran napas dan menyebabkan pneumonia aspirasi.
“GERD itu membunuhnya pelan-pelan lewat penurunan kualitas hidup, infeksi, dan komplikasi kronis. Bukan tiba-tiba seperti jantung,” jelas dr Tirta.
Baca Juga: Nyeri Dada Tak Selalu karena Jantung, Ternyata Bisa GERD! Begini Penjelasan dr Tirta
Apakah GERD Menyebabkan Penyakit Jantung?
dr Tirta dengan tegas menyatakan bahwa GERD tidak menyebabkan serangan jantung.
Namun, nyeri akibat GERD bisa memicu peningkatan denyut jantung atau takikardi yang bersifat fisiologis. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya jika irama jantung masih normal.
Masalah bisa muncul bila seseorang memang sudah memiliki penyakit jantung sebelumnya.
Dalam kasus tersebut, nyeri dan stres akibat GERD dapat menjadi pemicu gangguan irama jantung. Hubungan ini bersifat tidak langsung, bukan sebab-akibat utama.
Baca Juga: Hati-Hati! Tidur Setelah Makan Bisa Picu GERD dan Berat Badan Naik, Ini Fakta Medisnya
Panik Memperparah GERD
Dr Tirta menyoroti bahwa kepanikan akibat informasi yang keliru justru dapat memperburuk GERD. Saat panik, asam lambung lebih mudah naik, sehingga keluhan semakin berat dan menciptakan lingkaran masalah.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuat pernyataan medis yang menyesatkan, karena dampaknya bisa luas, terutama bagi penderita GERD yang jumlahnya sangat besar di Indonesia.
Kunci Mengendalikan GERD
Sebagai penutup, dr Tirta menekankan pentingnya perubahan gaya hidup: tidur teratur, makan teratur, olahraga, dan mengelola stres.
GERD bukan untuk dibanggakan, melainkan sinyal bahwa tubuh meminta diperbaiki.
“Positive thinking, tapi juga disiplin hidup sehat. Itu kunci,” tegasnya. (*)
Editor : Miftahul Khair