Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bupati Ketapang Dukung Program Kreasi untuk Pendidikan Anak

M
Penulis: Miftahul Khair❯
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, memerima audiensi dari Tim Program Kreasi di ruang kerjanya, Kamis (6/3).
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, memerima audiensi dari Tim Program Kreasi di ruang kerjanya, Kamis (6/3).

 


Advertisement

PONTIANAK POST - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menerima audiensi dari Tim Program Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia (Kreasi) di ruang kerjanya, Kamis (6/3).

Tim Program Kreasi secara resmi akan diluncurkan pada 8 Maret 2025. Program Kreasi ini didanai oleh Global Partnership for Education (GPE) dan Save the Children.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran dan kompetensi literasi, numerasi dan karakter anak usia sekolah dasar dan meningkatkan kemampuan fondasi anak usia dini yang mendukung transisi mereka ke tahap berikutnya melalui praktik dan kebijakan di empat area fundamental (outcome).

Advertisement

Empat area fundamental itu adalah kurikulum dan asesmen, pengajaran, kepemimpinan, serta perlindungan anak.

Keempat area ini sejalan dengan empat aspek dari sekolah yang dicita-citakan. Pertama, kurikulum dan assesmen.

Area ini sejalan dengan aspek pembelajaran yang berpusat pada murid, di mana mempunyai ruang lingkup terkait penerapan kurikulum nasional yang menerapkan pembelajaran terdiferensiasi, dan melakukan asesmen untuk mendapatkan data sebagai dasar untuk merancang rencana pembelajaran.

Advertisement

Kedua, pengajaran. Area ini sejalan dengan aspek pendidik yang reflektif, gemar belajar, berbagi, dan berkolaborasi dimana pengajaran menerapkan pembelajaran terdiferensiasi, metode pedagogik yang adaptif dan menciptakan lingkungan yang aktif serta partisipatif, serta pemanfaatan komunitas belajar.

Ketiga, kepemimpinan. Area ini sejalan dengan Kepemimpinan untuk perbaikan layanan pendidikan berkelanjutan dimana peningkatan kapasitas kepala sekolah kepemimpinan sekolah dilakukan melalui komunitas belajar kepala sekolah, dan memastikan mereka dapat melakukan supervisi pembelajaran dan merancang kurikulum satuan pendidikan.

Keempat, perlindungan anak. Area ini sejalan dengan aspek Iklim sekolah yang aman, inklusif, dan merayakan kebhinekaan dimana perlindungan anak melingkupi pencegahan terhadap perundungan, kekerasan seksual, dan memastikan lingkungan yang inklusif.

Pada 2025, di Kabupaten Ketapang, Tim Kreasi memilih sampel beberapa sekolah dasar di Kecamatan Delta Pawan.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo menyambut baik audiensi dari Tim Kreasi dan mengapresiasi rencana Tim Kreasi yang akan mengadakan lounching programnya untuk di Kabupaten Ketapang.

"Saya berharap agar ke depan Tim Kreasi dapat juga menjangkau sekolah-sekolah yang di pedalaman seperti di Air Upas, Manis Mata, Hulu Sungai dan Simpang Hulu," ungkap Alex. (afi)

Advertisement

Artikel Terkait

Keluarga sebagai Pembentuk Karakter dan Internalisasi Nilai

Keluarga sebagai Pembentuk Karakter dan Internalisasi Nilai

Pendidikan keluarga dalam Islam berperan membentuk generasi beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab di tengah tantangan era digital.

TP PKK Kalbar Perkuat Peran Keluarga Cegah Perkawinan Usia Anak di Kabupaten Landak

TP PKK Kalbar Perkuat Peran Keluarga Cegah Perkawinan Usia Anak di Kabupaten Landak

TP PKK Kalbar mendorong keluarga dan kader PKK memperkuat pencegahan perkawinan usia anak yang berdampak pada pendidikan dan kesehatan.

Kebijakan Sederhana dengan Dampak Besar

Kebijakan Sederhana dengan Dampak Besar

Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah dinilai memperkuat dukungan emosional dan kolaborasi keluarga dalam pendidikan anak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer