Karhutla Ketapang: Api Terus Menjalar, Petugas Hadapi Gambut Kering dan Asap Pekat

PONTIANAK POST – Karhutla Ketapang memakan korban jiwa. Seorang pemuda bernama Taufik Hidayat (26) meninggal dunia setelah terjebak kepulan asap pekat dan kobaran api di ruas Jalan Pelang–Kepuluk, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Selasa (4/8/2026) malam.
Dalam kejadian tersebut, lima warga sempat terjebak di tengah kawasan kebakaran. Empat orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara seorang lansia bernama Daryono Hadi (60) ditemukan hidup setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.
Peristiwa ini terjadi ketika kebakaran lahan gambut yang melanda kawasan Jalan Pelang–Kepuluk KM 5 hingga KM 10 semakin meluas. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare.
Lima Pengendara Terjebak, Satu Korban Tidak Tertolong
Kebakaran yang telah berlangsung beberapa hari itu membesar saat malam hari. Angin kencang membuat api cepat menjalar, sementara asap tebal membuat jarak pandang di sekitar lokasi hampir tidak terlihat.
Diduga lima pengendara sepeda motor tetap mencoba melintas ketika kondisi jalan mulai tertutup asap. Tidak lama kemudian, mereka dilaporkan hilang dan memicu operasi pencarian oleh tim gabungan.
Petugas BPBD Ketapang, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, serta masyarakat langsung menyisir kawasan yang dipenuhi asap.
Empat warga ditemukan dalam kondisi selamat. Sebagian ditemukan berlindung di dalam parit untuk menghindari panas api dan kepulan asap.
Mereka kemudian mendapat perawatan karena mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap kebakaran.
Sementara itu, Taufik Hidayat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Petugas juga menemukan sepeda motor korban dalam keadaan hangus terbakar di sekitar lokasi.



